Powered By Blogger

Saturday, July 21, 2012

Pergi ke luar negri

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Pergi ke luar negri. Mungkin terlalu cepat. Sebenarnya ini hanyalah impian klasik yang berharga bagi saya. Karena peluang ini cukup terbuka bagi seseorang yang sedang mempelajari bahasa asing. Bukan tidak bangga pada budaya, keindahan, dan kekayaan alam Indonesia, namun hanya ingin membuka pikiran dan wawasan saja. Saya tidak ingin terkungkung dalam negri sendiri, tapi saya juga ingin melihat budaya, keindahan, dan kekayaan alam Negara lain. Namun sebelum ke luar negri, tentu saya harus sudah lumayan tahu tentang BUDAYA, KEINDAHAN, dan KEKAYAAN ALAM Indonesia. Bagaikan tiket berangkat sebelum saya pergi ke luar negri, menjelajahi negri sendiri baru pergi menjelajahi ranah lain di asia, eropa, afrika... karena Allah menciptakan banyak wilayah, negara, pulau, pokoknya tempat-tempat indah untuk bisa dijadikan tempat manusia BELAJAR.

Jam Terbang Puasa

Bismillahirrahmaanirrahim..

 

Ramadhan… katanya bulan yang suci dan mensucikan. Betul saja, setiap mukmin pasti sepakat. Apa sebabnya ? Sebab sepanjang bulan ini semua umat MUSLIM diwajibkan untuk berPUASA. Kita semua pasti tahukan makna puasa apa ? Yakni menahan diri dari segala nafsu (makan, minum, dan emosi) dari mulai imsak sampai adzan maghrib berkumandang alias dari fajar hingga terbenamnya matahari. Nah, kita-kita yang sudah sudah pada baligh tentunya terkena hukum WAJIB untuk melaksanakan PUASA… Siapa yang puasanya masih setengah hari atau bolong-bolong ? Sayang sekali rasanya, padahal PUASA di negara Indonesia ini belum ada apa-apanya dibanding puasa di negara lain…

 

Setiap negara memiliki jam terbang PUASA yang berbeda selama sehari. Walau kata bimbo, “Puasa, Puasa, Sebulan penuh puasa..”  tapi untuk jam terbangnya tidak sepenuh itu. Coba kita hitung jam terbang PUASA di Indonesia, kalau waktu imsak jatuh sekitar pada pukul 04.30 dan bedug maghrib bertabuh kira-kira pada pukul 18.00, itu artinya kita hanya berPUASA selama 13,5 jam saja. Hanya setengahnya dari 24 jam. Sedangkan di negara lain ??? Mari simak apa kata mereka yang puasa di luar negri…

 

Isma Muhsonah (Kairo, Mesir): “Dari pukul 03.22 sampai 18.59… Kalau dihitung-hitung-hitung insyaAllah puasa hampir 15,5 jam…”

 

Fatharani Fadhilah (Roma, Italia): “Di sini puasa 17 jam selama sehari, shubuh jam 4 kurang, maghrib sekitar jam 9 malam…”

 

M. Abyan Haidar (Berlin, Jerman): “Hmm… Kira-kira kalo puasa mulai tanggal 20 berarti shubuh jam 03.05 dan maghrib jam 21.30an. Jadi puasa sekitar 18,5 jam…”

 

Rosita Sihombing (Paris, Prancis): “Ramadhan di sini jatuh tanggal 20, hari Jumat. Sesuai dengan ketentuan Masjid Paris. Di sini Ramadhan jatuhnya pas musim panas, jadi lamanya puasa sekitar 18 jam. Setiap hari berubah satu atau dua menit. ” 

 

Nah… Subhanallah sekali, bukan? Puasa di tanah air masih dikategorikan mudah dibanding Negara lain yang jam terbang puasanya lebih lama beberapa jam. Semoga PUASA kita semua tahun ini bisa lebih berkah lagi dari tahun-tahun lalu. Aamiin. Karena tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin, karena PUASA ini dari kita, untuk ALLAH. Mari sempurnakan Ramadhan tahun ini dan tahun seterusnya...

Friday, July 20, 2012

Pengalaman hidup paling seru

Bismillahirrahmaanirrahiim..


Jika orang-orang bertanya pengalaman hidup paling seru. Tentu jawaban saya hanya satu. Pengalaman paling seru adalah masa-masa transisi saya dari jahiliyah menjadi Tidak jahiliyah, ketika saya belajar merapikan diri. Sampai hari ini, proses hidup yang tak akan pernah berhenti insyaAllah. Memperbaiki  ibadah, akhlak, dan kedekatan saya pada Sang Maha Pencipta. Allah SWT. Sensasinya tidak pernah berhenti, ada saja pembelajaran yang datang. Membuat hidup yang hitam pekat menjadi berwarna-warni. Ini yang mereka sebut hidayah. Allah menurunkan hidayah pada setiap insan, namun tidak semua insan berani membuka dirinya atas kedatangan hidayah tersebut. Keinginan untuk merapikan diri merupakan hal yang tak pernah saya sangka sebelumnya, bagaimana saya belajar menutup aurat, memperbaiki shalat, membaguskan akhlak, sampai meluruskan niat. Merapikan diri saya dari yang tidak mengenal da’wah sampai menjadi bagian dari sekian banyak pengembannya. Tentu saya berkeinginan merapikan diri bukan karena ikhtiar sendiri, tapi ada campur tangan Allah di dalamnya, salah satunya melalui kawan-kawan saya yang senantiasa semangat menda’wahi saya. Sebagaimana kini yang saya lakukan, meneruskan peran mereka di tempat saya berada hari ini. Membagi pengalaman seru ini pada yang lain.

Wednesday, July 18, 2012

Terkadang

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Terkadang memang dirasa berat. Tapi hati terlalu gengsi untuk mengakuinya. Pada dasarnya diri ini memang lemah, sebagai manusia normal tentu saya ingin mundur, menghindar, menjauhi segala beban yang menghampiri. Tapi lagi-lagi Allah. Allah tidak pernah mengajarkan saya untuk bersikap lemah, pun Allah tak pernah melemahkan saya. Sehingga tak ada alasan untuk menghindari jalan berbatu ini. Saya yakin lelah ini tiada sia-sia dan tak akan selamanya dirasa. Allah punya banyak skenario indah... Allah punya banyak pejuang diin-Nya yang akan menguatkan. Diri yang lemah berasal dari ruhiyah yang lemah, banyak belajar dan introspeksi kemudian memperbaiki diri mungkin bisa menjadi solusi. Saya hanya ingin mengutip kata ini, "Jika memang amanah ini sudah menjadi bagian hidup saya, sesungguhnya saya bukan meminta semoga Allah meringankannya, melainkan meminta semoga Allah menguatkan bahu ini saat memikulnya."

Sunday, July 8, 2012

Indahnya melingkar.

Bismillahirrahmaanirrahiim:)

Melingkar (liqo) itu sungguh banyak manfaatnya. Salah satu yang paling terasa adalah ilmu dan amal. Menambah ilmu yang menghadirkan amalan..
Sudah dari dulu ingin sekali menuliskan tiap ilmu yang didapat ke dalam blog multiply ini, tapi rasanya sulit untuk memulai #males :p

Ok, dimulai hari ini:D
Materi liqo, 8 juli 2012

10 Muwashafat kader tarbiyah/karakter kader tarbiyah

1. Salimul Aqidah (Aqidah yang
bersih)
2. Shahihul Ibadah (ibadah yang
benar)
3. Matinul Khuluq (akhlak yang
kokoh)
4. Qowiyyul Jismi (kekuatan
jasmani)
5. Mutsaqqoful Fikri (intelek dalam
berfikir)
6. Mujahadatul Linafsihi (berjuang
melawan hawa nafsu)
7. Harishun Ala Waqtihi (pandai
menjaga waktu)
8. Munazhzhamun fi Syuunihi
(teratur dalam suatu urusan)
9. Qodirun Alal Kasbi (memiliki
kemandirian usaha)
10. Nafi’un Lighoirihi (bermanfaat
bagi orang lain)

Oke tinggal mengukur dan memperbaiki karakter diri, sudah ada kesepuluhnyakah?
hmmmmmm:(

SemangkA!!:)

Barakallahu lakuma wabarik `alaik wajama'a bayna kuma fi khayr untuk ka Agus dan mba Ana:)

Thursday, July 5, 2012

Menyambut bulan ramadhan yang berkah

Bismillahirrahmaanirrahiim

Ramadhan yang mulia.. Bulan yang paling diidamkan kedatangannya oleh umat muslim seluruh dunia. Banyak dari kita yang menyambut dengan penuh sukacita, dengan kegembiraan. Namun ada hal mengganjal pikiran saya, kenaikan harga di bulan ramadhan. Saya terheran melihat dan mendengar berita-berita menjelang bulan puasa, pasti harga barang di pasar naik. Sebuah statementpun menyatakan bahwa, "Kenaikan harga barang akan terus terjadi sampai bulan suci berakhir". Menyedihkan memang, apalagi hanya demi meraup untung BESAR-besaran, para pedagang beralasan bahwa pasokan barang semakin sedikit. Sangat jelas terlihat ini merupakab sebuah 'skenario/permainan' pasar yang sudah membudaya, seperti menjadi sebuah hal yang rutin menjelang bulan puasa. Seakan menghapus kata 'berkah' di bulan ramadhan, mengapa bulan ini yang dijadikan ajang menguntungkan diri, padahal mereka yang menengah ke bawah saja sehari-harinya susah untuk makan, apalagi di bulan puasa ini jika harga barang naik. Ini mungkin sebuah bentuk keberkahan bagi pihak yang memanfaatkan kesempatan, tapi tidak bagi rakyat kebanyakan.

Mengapa sering muncul kata 'mengapa' dalam pikiran ini?

Sunday, July 1, 2012

My dreams and I

Bismillahirrahmaanirrahiim

Setiap orang pasti punya lebih dari satu mimpi,harapan, atau bahkan sekedar keinginan. Pun aku juga begitu, ada lima mimpi besar yang hanya kutulis dalam secarik kertas file, ada juga hampir 200 impian yang kutulis di atas karton kuning ketika SMA dulu, ya terinspirasi dari kang Danang ipb yang popular dengan pencapaian mimpi-mimpinya. Namun ada satu mimpi yang rasanya semakin membuatku ragu untuk menggapainya. Azzam ini seperti kehilangan geloranya. Sayangnya ini adalah satu-satunya mimpi saya yang sudah dikenal kawan di mana-mana. Menghampiri menara Eiffel.. Ah siapa yang tidak ingin. Bahkan ini menjadi mimpi hampir setiap kawan di jurusan saya. Namun ternyata saya malah jadi merasa biasa ketika impian itu menjadi ambisi banyak orang, salah satu dosen saya pun menujukkan bahwa ia tidak suka jika stereotip mahasiswanya hanya pada satu menara itu saja. Mungkin yang harus diinovasi adalah pengetahuan saya akan budaya Indonesia secara komprehensif terlebih dahulu. Setelah itu saya boleh pergi dengan tenang ke negara manapun dengan catatan mengenalkan budaya Indonesia ke negara yang saya datangi, minimal kawan bule terdekat saya nantinya. Aamiin

Yaa Rabb.. mungkin ini tandanya hamba harus memperbaiki targetan hamba. Impian hamba, tujuan hamba.

Krisis impian menuju menara eiffel. Kemana gelora yang dulu menggebu? Seperti itulah kuasa-Nya yang mampu 'membolak-balikkan' hati.