Powered By Blogger

Friday, December 30, 2016

JAUH

Bismillaah

Kamu pasti takut sendiri. Aku juga.
.
Kemarin, waktu kau bilang kau akan pergi jauh, aku makin takut. Ada semacam perih dalam hati yang membuat mataku dipaksa berair. Pipiku becek. Sayang, air mataku, sederas dan sebanyak apapun ia mengalir, tampaknya tak punya daya menahanmu untuk tetap di sini.
.
Maka detik itu aku pura-pura tersenyum. Detik selanjutnya aku menyadari bahwa tersenyum sama sekali tak melegakan.
.
Bila kau mengerti. Dalam senyum yang kubuat-buat itu sebenarnya hatiku berdo’a: “Tuhan, tak bisakah Kau lewatkan aku dari cerita tentang keterpisahan ini?”. Belum sempat kudengar jawaban dari-Nya, lantas kususul dengan doa-doa senada: ”Tak bisakah waktu Kau putar lebih cepat sampai ia kembali?”, “Tak bisakah untuk kali ini saja, anugerahi hambamu ini kemampuan untuk memperbudak waktu?”
.
Entahlah, semoga saja dengan semakin beragam doa yang kuucap, Tuhan semakin ramah sebab punya banyak pilihan untuk dikabulkan.
.
(Azhar Nurun Ala)
.
.
Tak ada yang mengherankan.. semua berjalan seperti biasa Pa, seperti hari-hari biasanya kala rindu merasuki qalbu. Rindu itu fitrah, nikmati saja dengan do'a penuh harap akan ijabah :)
(MA)

Thursday, November 17, 2016

I love you Li

-Kau Juga Papaku-
Papa, tanggal 31 Oktober 2016 lalu kita baru pertama bertemu ya. Tapi Papa tahu tidak? Aku merasa kita seperti sudah lama sekali kenal. Begitukah ikatan hati seorang muslim dengan muslim lainnya? Sering sekali aku merasa sudah lama kenal dengan seseorang padahal baru pertama kali bertemu.

Aku suka dengan keluargamu, Pa. Hangat, dan santun. Karena itu aku langsung ikut memanggilmu "Papa". Sok akrab saja.

Kau tertawa dan bercerita ini itu. Mungkin kebetulan kondisimu sedang agak enak ya waktu itu.

Aku sungguh takjub dan kagum padamu, Pa. Aku hanya terbengong saat kau berusaha bangun dari tempat tidur dengan tangan bertumpu pada meja hitam di sampingmu. Lalu kau berjalan ke kamar mandi tanpa mau dipapah oleh Uni. Kau bergegas melaksanakan shalat asar. Bahkan lebih bergegas dari pada aku yang sehat-sehat saja. Sejujurnya aku malu.

Kau luar biasa, Pa. Padahal aku yakin sakit yang kau rasakan juga luar biasa, tapi rupanya rasa cintamu pada Allah mampu mengalahkannya.

Di akhir akan pamit pulang aku bilang sambil berdiri di depan pintu "Papa, SEMANGAT!!!" dengan kedua tangan dikepalkan sambil tersenyum. Dan kau menoleh ke arahku, lalu tersenyum. Kuingat baik-baik wajahmu hari itu, Pa.

Beberapa hari kemudian aku mengirim pesan pada anakmu.

[9/11 14.39] Anakmu: [09/11/2016, 10:38] Aku: Labasa thohurun insyaa Allah..

[09/11/2016, 10:39] Aku: Salam yaa buat Papa..

[9/11 14.40] Anakmu: dari teman ade yang waktu itu datang paa

[9/11 14.46] Papa: O ya de..salam kembali..terimakasih atas perhatiannya kepada keluarga ade..

[9/11 14.46] Anakmu: Iya paaap

[9/11 14.46] Anakmu:

Hihi bahagia sekali kau jawab begitu, Pa. Entah kau ingat atau tidak padaku. Tapi insyaa Allah akan kuingat kisahmu sampai nanti-nanti, Pa. Sebagai Seorang Pejuang Syahadat dari hidup sampai matinya.

Kalau perlu akan kuceritakan pada anak-anakku nanti. Bukankah kita memang bisa mengambil pelajaran dari siapa pun?

Hari Jumat tanggal 11 November 2016 sekitar pukul 9 malam itu aku baru saja turun dari kereta di Stasiun Depok Baru. Aku duduk di bangku peron lalu membuka HP dan mendapat informasi kau telah kembali pada-Nya.

Deg!!
Sungguh rasanya ingin kuteruskan naik kereta ke arah Bojong Gede saat itu juga. Tapi itu sudah larut malam, dan anakmu bilang tidak perlu malam itu juga. Akhirnya kuurungkan niatku.

Kau pergi pada hari penuh berkah yaitu hari Jumat, dengan penyakit di perut, dan mengucapkan lafadz syahadat. Maasyaa Allah indah sekali. Kau syahid insyaa Allah, Pa.

Cemburu ya.. semoga kami pun bisa bersyahadat sampai mati. Aamiin. Allahumma aamiin.

Jangan khawatir, anak-anakmu sholiha Pa. :) Mereka akan terus menghujani doa untukmu dan menjaga baik-baik bidadarimu yaitu Mama.

Meski pertemuan kita singkat, kau juga Papaku. Mungkin kau bertemu dengan Bapakku di sana dan menjadi teman baik? :)

Sampai bertemu di Jannah ya, insyaa Allah.
Love you and your family, Pa. ❤

(from my Lia Amalia Labibah)

I love you Din

Kemarin, selepas mengantarkan ayah Milka ke peristirahatan terakhirnya, gw dan Nurul sedikit berbincang tentang kematian.
Mendapat nikmat untuk meninggal di hari Jum'at itu sungguh luar biasa. Jadi maaf ya Hilda dan Milka, gw ga berduka cita sebenarnya, yang ada gw malah iri. Hanya orang-orang baik yang Allah kasih kesempatan untuk berpulang ke Rahmatullah di hari Jum'at, termasuk ibu dan ayah kalian. Jadi tenanglah, gausah bersedih berkepanjangan. Mungkin ada banyak malaikat yang berebut menjemput ruh ibu dan ayah kalian untuk tinggal dalam surgaNya. Kita yang masih hidup ga bisa lihat sayap-sayap yang membentang di angkasa.

Di perjalanan pulang ke rumah Milka, Nurul mengingatkan gw tentang 3 perkara yang ga terputus setelah seseorang meninggal. Hafal kan? Amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang shalih. Tiba-tiba Nurul nangis, gw bingung. Lah ngapa ni anak nangis? Ini hadist yang udah gw ketahui semenjak gw masih TPA, diulang-ulang terus bahkan beberapa kali masuk soal ujian Agama Islam. Gw belum mudeng kenapa ada orang bisa nangis dengan cuma ngebahas masalah ini.

Keesokannya saat matahari naik sepenggalah, gw baru sadar kenapa Nurul begitu khawatir dan akhirnya meneteskan bulir-bulir airmatanya. Yang tertulis itu 'Do'a ANAK YANG SHALIH', pertanyaannya apakah gw sudah shalih/ah? Yang bisa nolongin orang tua yang udah meninggal cuma do'a dari anak-anak yang shalih, bukan anak yang biasa-biasa aja. Gw ga yakin diri gw udah jadi anak shalihah. Jadi bagaimana gw bisa nolongin orang tua gw misalnya nanti mereka dipanggil Tuhan?

Gw masih sangat beruntung karena kedua orang tua gw masih ada walaupun mereka berpisah. Kalo mereka sakit, gw masih bisa dimintain tolong buat beliin obat di apotek atau sekadar balurin minyak kayu putih ke badan mereka. Atau kalo mereka laper, gw masih bisa pergi ke warung nasi padang atau bahkan gw yang masak. Gw masih bisa lihat orang tua gw baik-baik aja.

Gw masih bisa bantu mereka walau amat sangat sepele. Tapi kalo mereka udah ga ada, gw gatau kabar mereka gimana di alam kubur. Kan ga mungkin gw nyelipin contekan jawaban supaya mereka bisa jawab pas Malaikat Munkar dan Nakir dateng.

Dalam perenungan gw, akhirnya gw ngerti kenapa temen-temen gw banyak yang berubah jadi sok alim. Dia yang tadinya ngeselin dan suka buat onar, tau-tau jadi lebih sering ke masjid untuk shalat jama'ah. Dia yang dulunya kalo ngomong sering bikin orang sakit hati, sekarang udah ga gitu lagi bahkan lagi berusaha hafalin Qur'an. Dia yang dulunya selalu mamerin auratnya, sekarang menutup tubuhnya ga kayak gw yang masih kadang-kadang cuma membungkus aurat, parahnya malah gw katain fanatik dan lebay. Dan dia yang dulu sering banget peluk-peluk lawan jenis, sekarang sedang berusaha untuk jaga pandangan dan membatasi gerak geriknya supaya ga 'melukai' lawan jenis.

Akhirnya gw sadar kenapa mereka melakukan hal yang kayak gitu. Mereka sedang berusaha melindungi ayah ibunya, menyelamatkan orangtuanya dari kemarahan Tuhan, dan menyiapkan diri mereka jadi anak yang shalih/ah supaya Allah mau dengerin do'a mereka untuk mengurangi bahkan menghilangkan hukuman untuk orang yang mereka sayangi. Mereka hanya mencoba berjibaku untuk layak masuk kriteria shalih versi Tuhan untuk orang-orang yang menyayangi dan merawat mereka sedari kecil. Kalo kata nyokap gw, orang tua cuma mau liat anaknya bahagia untuk kehidupannya sendiri dan mau doain kedua orang tuanya. Mereka cuma butuh do'a.

Batas hidup orang emang ga bisa ditebak, bisa aja gw duluan yang ngadep Sang Bos Besar. Tapi bukankah lebih baik menyiapkan amunisi sebagai cadangan persenjataan di kala nanti dibutuhkan? Mungkin gw udah ketinggalan awal permulaannya. Temen-temen gw udah banyak yang sedang berusaha hafalin Qur'an bahkan Hadist. Gw juz 30 aja beloman apal semua, baca Qur'an aja tajwidnya masih belepotan.

Gapapa kan kalo gw baru mulai sekarang?

(from Erdina Puspita Rini)

Wednesday, November 16, 2016

Jalan Cinta Pejuang SYAHADAT

-- Pada hakikatnya, cinta pertama seorang anak perempuan dalam hidupnya adalah kepada lelaki terbaik ciptaan Allah bernama Ayah, dan patah hati pertamanya kepada seorang lelaki pun tersebab ketiadaan seorang ayah di sisinya. --

Alkisah hiduplah seorang ayah yang telah menderita sakit sejak beberapa waktu silam, namun ia tak ingin berputus asa terhadap pertolongan Allah. Ia senantiasa membalut penyakitnya dengan berlembar-lembar do`a, ikhtiar, dan tawakal.


Hingga pada suatu masa ayah berkata bahwa Allah ingin melakukan pertemuan abadi dengannya. Ayah akan dijemput dalam keadaan sakit oleh malaikat yang kita kenal akrab dengan panggilan Izrail. Ayah langsung berpamitan untuk selamanya kepada anak dan istri meminta keikhlasan.


Ayah pergi menutup perjumpaan dengan berjuang mengucap kalimat paling indah di dunia, ya lafadz Syahadat. Persis seperti saat ayah memperjuangkan Syahadat kala Allah bimbing qalbunya untuk berislam dalam sebuah masjid tua di kawasan Jakarta, kota kelahirannya.


Pada malam keberangkatan, ayah mengalami sakit perut luar biasa daripada sebelumnya. Tak pernah terdengar oleh istri maupun anaknya keluhan tak tertahan sesakit malam itu.

Sang anak kemudian memohon kepada Allah agar ayah digolongkan dalam orang-orang yang husnul khatimah, syahid. Ia kembali teringat akan sebuah hadits yang pernah dibacanya bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyebutkan,

"Orang yang mati syahid – selain yang terbunuh di jalan Allah – ada tujuh, yakni mati karena penyakit Tha’un, syahid, mati karena tenggelam, syahid, mati karena sakit tulang rusuk, syahid, mati karena sakit di dalam perut, syahid, mati karena terbakar, syahid, mati karena tertimpa bangunan (benturan keras), syahid, dan wanita yang mati karena mengandung (atau melahirkan), syahid.”
(HR. Abu Dawud 3111, dishahihkan al-Albani).

Meski hati tersayat, namun iman harus tetap menyala, bahwa di tengah sakit luar biasanya hanya ada Allah yang harus terus diingat. Proses talqin pun mulai berjalan bersama Nana, anak perempuannya.


Terbayanglah dibenak Nana hari itu perkataan milik Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dari Wailah bin al-Asqa, bahwa :

"Talqinilah orang yang hendak meninggal dengan Laa Ilaha Illallah dan berilah berita gembira tentang surga, sesungguhnya orang mulia, baik dari kaum laki-laki dan wanita kebingungan di dalam menghadapi kematian dan mengalami ujian.
Sesungguhnya setan paling dekat dengan manusia pada saat kematian, dan melihat malaikat kematian lebih berat dari pada penggalan pedang 1000 kali”.
(HR. Abu Naim).


Seorang guru agama Nana pun pernah bercerita, ternyata tawaran iblis saat sakaratul maut seorang manusia begitu menggoda!


-----
"Ketika manusia sedang menghadapi sakaratul maut, salah satu kesulitan atau kesakitan yang dihadapi adalah rasa haus yang tidak tertahankan sehingga seolah-olah membakar hati. Rasa haus itu terasa begitu kuat, hingga tidak mungkin bisa hilang meski meminum banyak air.
...
Dalam keadaan seperti inilah biasanya setan datang membawa minuman yang tampak sangat menggoda dan menyegarkan, khususnya terhadap kaum mukminin yang keimanannya sangat kuat. Sungguh mereka (para setan) itu sangat tidak rela jika seseorang itu meninggal dengan memperoleh keridhoan Allah."

-----


Ayah, dan di sinilah perjuangan mengucap lafadz syahadat sebelum keberangkatannya pun dimulai.

---
"Yah, ayo yah dengerin aku ya, jangan ambil tawaran gelas apapun. Asyhadu..ala..ilaaha..", Nana terisak membuka prosesnya.

"...i...ila..ilallaaah...", lanjut ayah meringis menahan sakit perut luar biasa.

"Hebat..! Ayah hebat! lanjut ya yah, ayah jangan dengerin perkataan selainku pokoknya. Wa asyhadu anna...", ucap Nana sambil menahan tangisnya.

"...muh..muhammad..muhammadur..rasulullah..", sambung ayah penuh ikhtiar, menahan rasa sakit namun juga ingin berjuang hingga akhir menyempurnakan syahadatnya.
Allahu ya Rabb.


Keberangkatannya tinggal sedikit lagi, ayah terus memanggil-manggil Allah jelang keberangkatannya, seolah merindu ingin segera berjumpa. Tak lama ayah mengakhiri dengan satu tarikan nafas mengucap allahumma shalli 'alaa muhammad.

Seketika jiwanya mulai tenang, sakitnya telah hilang, ayah benar-benar sembuh. Matanya melihat ke sekeliling atas-kanan-kirinya, seakan sosok besar malaikat Izrail benar telah datang menjemput.


Satu tarikan nafas, lalu diikuti nafas kedua, dan.. selesai. Itulah nafas terakhir ayah di dunia. Ayah pergi memenuhi panggilan Allah, Tuhan Seluruh Alam Yang Paling ia cinta.

Ayah, izinkan kami mengingat akhiranmu sebagai Pejuang syahadat.


.
Allahummaghfirlahu warhamhu wa`afihi wa`fu`anhu.
Sufyan berkata, “Sesungguhnya setan menangis keras atas kematian orang yang beriman karena gagal menggodanya di dunia”.


Innalillahi wa inna ilaihi raaji`un.
Kami titipkan engkau ayah kepada Allah, yang kepadaNya tiada satu makhluk pun yang terlantar.


InsyaAllah kematian selalu jadi pelajaran dan pengingat terbaik..


Peristiwa jum'at Baiti jannatii 11/11/2016. Love you as always, dad. See you in jannah.

Tuesday, November 8, 2016

Papski part three

بسم الله
.
Duhai Rabbi, apalagi yang paling membahagiakan di dunia ini selain dikelilingi oleh manusia-manusia yang baik hati dan lembut perangainya? Untuk kesekian kalinya dalam jumlah yang tak terhitung hamba merasa sangat bersyukur.
.
Dari sekian banyak do`a dan semangat yang menyengat, ada perkataan di antaranya bahwa "Allah menguji hamba-Nya yang memang sanggup memikul beban itu, bahagialah, nikmatilah.." Yap! Dan saya merasa sangat meresapi kalimat tersebut.
.
Paps, ade tau papa itu lelaki yang begituuu hebat dan tangguh! Sakit parah tapi ga terlihat parah, lemes luar biasa tapi masih bisa perbaiki keran rumah, rasa perut ga karuan tapi keluh kesah papa teriakkan hanya dalam hati. Saya sadar betul, terpejamnya mata beliau sesekali bukan karena kantuk, namun menahan nyeri yang luar biasa di daerah livernya.
.
Sudah beragam rumah sakit kita jejaki bersama, begitu singkat namun sesekali menyayat, stadium empat, sewajarnya tidak pernah bisa duduk berlama-lama di tempat. Berbeda dengan sosok tangguhku, dia mampu bertahan hingga 6-7 jam lamanya hari ini. Anyway pelayanan rumah sakit dharmais lama sekaliii dan ramai sekalii hiks.
.
Belajar dari papski dan mamski, harus jadi anak yang kuat kuat kuat! Sesakit apapun, keep calm and stay cool :)
.
.
On the way to go home from Rs. Kanker Dharmais
08/11/2016
17.05
Hujaaan di temani "payung teduh"

Thursday, October 27, 2016

Papski part two

بسم الله

.
Kullu nafsin dzaa iqotul maut. Sesungguhnya semua yang bernyawa akan mati. Tumbuhan, hewan, hingga manusia, tak ada yang kita temukan abadi dalam usia mereka. Termasuk kita.
.
Papski selalu bilang bahwa semua yang di dunia ini hanya sementara, sakitnya juga sementara, hingga papski pesan bahwa keluarga harus tetap tenang, berdo'a dan berusaha. "seandainya papa kembali, papa ga kemana-mana, papa mau pergi ke mana? papa kembalinya kan ke Allah juga..". Well, oke mari kita stop adegan ini karena mata saya sepertinya terhalangi bayangan air.
.
Jika usia kita berlanjut hingga sekian puluh sampai ratusan tahun, itu semua kehendak Allah.. Allah Yang Maha Mengetahui segala kebaikan dan keburukan hidup ciptaan-Nya. Bisa jadi guru muda ini yang Allah panggil duluan, ya kan? Who knows :)
.
Paps, thank you, banyak pelajaran hidup yang sudah papski berikan. Tenang paps, tugas kita sekarang bikin paps happy selaluuuu :D di dunia dan untuk akhirat kita kelak.
.
Jangan bangga dengan kehidupan, apalagi masa muda. Bersiap siagalah pada akhir kehidupan.
.
.
.
Memang bukan hal yang wajib dan mesti dipaksa, tapiii papski tentu bisa bertahan! Ayo paps sama-sama kita jalani skenario-Nya dengan penuh rasa gembira serta penuh kesyukuran. Bersabar dengan penuh ikhtiar. Dan dari keseluruhan skenario ini, skrip terbaiknya adalah Tawakal dan Ikhlas, sebab Allah Pasti Selalu Berikan Yang Terbaik :)
.
.
On the way to go home
Rscm kencana
27/10/2016
17.54 wib

Friday, October 14, 2016

Papski

بسم الله

Subhanallah, ujian Allah itu datang tanpa tanggal-tanggalan, tanpa banyak persiapan, tanpa ada mid test, atau apapun itu ujian versi dunia kita :)

Meski papski merasakan sakit tak tertahan hingga sering pakai istilah "biarin udah tanggung sekalian..", "nanti kalau..", dan sebagainya yang membuat mata pedas, tapi ikhtiar sebagai keluarga tentu harus tetap berlangsung.

Alhamdulillaah punya kakak perempuan yang luar biasa taat sama papski dan mamski yang bisa jadi teladan bagi adik-adiknya (padahal cuma seorang). Lebih bersyukur lagi punya mamski yang rechargeable! Ibu shalihah panutan sepanjang hayat.

Melalui semua ujian ini, mata & hati menjadi semakin jelas dan jeli dalam mambaca setiap lembaran hikmah. So, ngga ada itu yang namanya cengeng-cengeng ^^

Pap. Kuattt pap, karena Allah yang Maha Mengobati.. Kita punya Allah paaps :)

Jazakumullah khayran jaza untuk segala Do'a (the most important) dan tenaga bantuan dari mulai mengantar ayah, memapah, menjenguk.. semua perbantuan dengan keringat hingga materi. Terima kasih untuk nama-nama yang kan tersebut dalam do'a kami sekeluarga.

Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmushalihaat
Bersyukur.. Bersyukur.. ^^
.
.
Bread store
Rs. Fatmawati
15/10/2016
11.54

Saturday, October 8, 2016

Chérs Étudiants

Salut des lecteurs!

Je me présente, j'suis Milka Anggun. On m'appelle Milka/Mimil/Milk/Chocolat/comme tu veux. Je suis enseignante de la langue française aimant le monde des enfants et des adolescents. Je n'aime pas trop parler aux inconnus, pourtant je parle n'importe quoi à mes copains notamment ma famille. Dans cette belle chance, j'ai envie de vous raconter des histoires de mes étudiants à Euro. J'éspère que ces histoires deviendront une distraction pour vous mes lecteurs. Bonne lecture!

Ces histoires vont vous parler des caractères et des comportements très variés de mes étudiants (je les mentionnerai en initial de leur nom), quelques-un(e) des enfants est plein toujours de joies, l'autre est sensible, les uns sont bizzares, et les autres sont normals, s-u-p-e-r!

(N)
On commence maintenant par une fille qui aime la photo. Elle collectionne des moments inoubliables dans sa caméra, et pas seulement sauvagarder des moments en photos, mais aussi cette fille collectionne des caméras (elle en a deux si je suis pas trompée). Elle est la plus bavardée que l'autre fille, et a tellement d'amis, de plus autant de sommeil. Au fait, j'adore ta façon de sourire :) cela me donne des joies.

(E)
Puis, on continue à un garçon qui adore le football. Au fait, il travaille durement, n'importe où et avec n'importe quelle façon (en écoutant de la musique, en voyant le film, en suivant un cours supplémentaire) il a tant gagné. Ben, puis qu'il contacte tout le temps avec le français, j'avais donc pensé quand ce garçon sera fatigué, jusqu'un jour il m'a demandé ce qu'on devrait faire quand on est dans 'le moment annuyant'. Finalement. En outre, d'après les étudiantes d'allemand, il est si charismatique que les filles l'adorent. Ouf.

(J)
Qui ne sait pas le garçon tellement grand dans notre classe? Évidemment c'est lui qui vient d'une grande ville étant connue par son gâteau bika ambon. Il est accueillant, g
âté, aime manger et faire souvent des blagues dans la classe. Cet étudiant a une bonne compréhension, par contre il a peur de produire des phrase en orale. Coucou mon J, je te conseille vraiment de ne pas t'en douter. Sois courageux comme des autres, si tu veux - alors tu peux!

(U)
On se déplace maintenant à une belle fille étant plus agée et plus mûre que des autres, c'est la raison pour laquelle les étudiants l'appellent oummi. Cette fille était première étudiante que j'ai connu dans le programme. Ce que je sais, elle adore voyager car je trouve des photos dans son compte exprimant ses sentiments et ses plaisirs de beaux paysages! :) Partage-moi tes photos quand tu seras en France et verras de belles vues, ok?

(D)
Ensuite, on va parler d'un garçon qui nous fait toujours rire avec ses plaisanteries et ses comportements. Un jour dans un moment silencieux en classe, j'ai entendu chanter de Sari Roti, en effet j'ai cherché le source et c'est lui ça qui chante avec de la confiance (je ris tout le temps quand je me rappelle de cela). Qui est le plus étonnant c'est de savoir de jour en jour son plaisir de manger, surtout pour les casse-croûtes. Il a emporté des nourritures très variées pour lui-même. Tels que : un boîte de castangel (gâteau en fromage), des chocolats, un bonbon de barbe à papa (celui de Koala) dans lequel peut augmenter son humeur quand il a sommeil. Je lui ai donc permis de le manger. Heureusement ce garçon particulier est encore mince malgré son habitude de manger.

(H)
On saute encore à une étudiante qui adore les contacts! Elle est si chouette que ses amis l'adorent. Des idées inattendues toujours produites de sa tête. Cette fille est caresseuse et donne souvent son attention et affection aux autres, très bon côté d'elle. Même si elle parle autant anglais, on éspère que cela ne réduira pas sa compétence du français. Bonne chance chérie!


Baca juga : Untuk Indonesia, nak

(F)
Celui qui porte souvent un pull, est un garçon qui semble indifférent mais sensible
à l'intérieur. Voilà tout cela est suffisant de le décrire. En fait, son comportement me fait vraiment rappeller d'un personnage du film Petit Nicolas, il s'appelle Clotaire. Il a son propre monde dans sa tête et souvent dans la lune (malgré le matin). Dans un première rencontré, j'avais l'impression qu'il aurait été un étudiant aimant l'histoire et quelque chose profonde. L'épreuve, c'était quand on avait parlé des histoires françaises, il a eu l'air enthousiaste. Ben.. garde toujours ton optimisme!

(I)
Je l'ai enseigné avec Fadli quand il a été dans la classe préparatoire avant de rejoindre la classe commençant au debut du programme. Il est un fils unique et je le savais en premier temps car il est encore gâté, pourtant il possède tant de progrès que j'étais heureuse de l'enseigner. Son comportement aux profs est aussi bon excepté son retard. En tout cas, on a la même habitude, c'est de survivre dans le train chaque matin.

(S)
Maintenant c'est le tour de celui qui parle un peu, étant timide et introverti.
Dans le cours, il pose des questions et confirme ce qu'il pense de l'apprentissage, il observe quand même attentivement ce que les profs enseignent. Si vous le connaissez mieux, vous saurez qu'il est une personne drôle et chouette. Bien que ce garçon ait un goût de dormir, heureusement il ne dort jamais dans ma classe.

(A)
On continue à un bébé (grand bébé) qui va partir en France ce mois-ci, à la fin d'octobre. S'il a obtenu son vise en Allemagne en ce temps-l
à, peut-être je ne le connais jamais, mais l'histoire se change donc je le connais aujourd'hui. Ce garçon a maîtrisé déjà la langue allemande alors quand on commence d'apprendre le français, cela ne lui rend pas difficile. Souvent on se discute, se raconte, quelque chose hors du français et cela me fait du plaisir de faire le connaître plus. Ce garçon est si jeune et agréable que je crois qu'il est mon petit frère (en fait aucun frère chez moi).

(O)
Le dernier mais non le moindre, c'est un garçon adorant le monde du photographe. Ben oui je ne le connais qu'un petit peu, il est le plus agé que les autres, mais si vous le savez, il est drôle je pense car dans la classe cet étudiant aime faire des blagues et nous fait rire. Bon courage pour ton travail, alors!

Enfin, je voudrais bien conclure que mes doigts soient drôlement fatigués de taper mot par mot pour les décrire (ok pas si nécessaire) en tout cas, j'aimerais que vous saviez mieux que chacun a son caractère et son comportement, l'importance c'est de se concentrer aux côtés positifs.

Pour mes étudiants, vous êtes tous supers et inoubliables. On s'attend notre propre succ
ès, ok? Je vous souhaite tous les meilleurs.
Bonne journée.

 

 Bises :)

Saturday, October 1, 2016

Awanku

 بسم الله


Kapas-kapas putih itu dengan ringan dan riangnya bergerak ke sana-kemari, menghiasi alas biru yang membentang tinggi di atas sana. Konon katanya, kapas-kapas lembut itu bernama Awan.

Cinta!

Mata ini tak pernah penat melihatnya setiap saat, bahkan semakin candu. Aku begitu mencandu pemandangan luar biasa lukisan ciptaan-Nya.

Meski dulu menjejaki bangku ilmu pengetahuan sosial, dengan (tentu) pelajaran geografi di sana, tetapi ingatan nama mereka tak juga lekat, hanya awan colonimbus yang kuingat, sisanya, rasanya.. lupa.

Aku tahu bahwa kamu tercipta dengan segala rupa, kadang bergantung cuaca, kadang bergantung kemana angin berhembus. Intinya cuma satu, apapun bentukmu, aku cinta.


Keruhnya hati dan pikiran yang penuh rutinitas bumiawi terhapus sekejap kala kepala kudongakkan sejenak menatapmu dalam-dalam sambil membayangkan kehebatan Penciptanya. Pasti Maha Besar dan Luar Biasa! :)

Baca juga : Silaturrahim ke rumah Presiden ke-3

Khayalku cuma satu, aku bisa tidur di atas kapas-kapas putih itu, memejamkan mata sambil menikmati hembusan angin pagi - siang - sore - malam, kapanpun. Sayup-sayup lantunan ayat suci pun menjadi latar belakang suara yang memenuhi telinga dan hatiku. O Allah, aku jadi rindu.

Meski sesaat khayalku sempat buyar ketika mengingat saat-saat menatap kapas putih itu dari jarak dekat, mereka ternyata tidak sepadat bayangan masa kecilku. 

Namun hingga kini khayalku masih menginginkannya. Segala puji bagi Engkau Rabb, di tengah sesaknya bumi ini, kau hadirkan langit indahmu nan begitu luas terhampar. Sungguh, ingin kucicipi suatu saat, semoga aku ingat.


إِنَّ فِى خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلٰفِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِى تَجْرِى فِى الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَآ أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَآءِ مِنْ مَّآءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيٰحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَآءِ وَالْأَرْضِ لَءَايٰتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

"Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti." [QS. Al-Baqarah: Ayat 164]

(01 Muharram 1438H)
Mari membaca dan menikmati segala tanda cinta-Nya.

Sunday, September 11, 2016

Parole du Coeur

بسم الله

Ô Allah.
Dans cette belle soirée, j'ai un grand espoir dont je pense toujours, c'est d'être tout le temps proche de Toi. Si non, j'éprouve une grande inquiétude, vraiment.

Ô ma prophète Muhammad.
Dans cette époque-ci étant très horrible, je n'ai que besoin de ta présence. Ce monde de plus en plus me fait trop peur.

Ô mon noble Coran.
Dans cette vie si moderne, j'aurais dû être proche de toi tout le temps. Je fais souvent la bêtise comme j'ai tant de raisons que je me sens très occupée pour t'apprendre par coeur, te mémoriser.


Baca juga : Tentang Guru

Ô paradis.
Veuilles m'excuser.
Voudrais-tu m'accueillir? Voudrais-tu me laisser rester dedans?


Ô Allah, pardonnez-moi. pardonnez-ma famille. veuillez nous pardonner.

Le dimanche - minuit
10 dzulhijjah 1437 H

Friday, September 9, 2016

Satu, dua, tiga.

بسم الله

Belajar mencintai mereka adalah sebuah proses. Seiring waktu bergulir, saya mempelajari tiga hal yang menjadi cara terampuh dan termudah mengenal anak-anak lebih jauh.

Pertama adalah melalui buku harian (le journal intime) yang mereka buat dan kumpulkan perhari, yang membuat saya semakin dapat merasakan apa yang mereka pikirkan, bagaimana karakter mereka sesungguhnya melalui isi tulisan mereka, terkadang tulisan-tulisan itu berasal dari buah pikiran saja, tetapi tidak jarang ada yang berasal dari hati tulus seorang anak.

Kedua, melalui ujian kompetensi berbicara (production orale). Banyak tema yang terbentuk dari kejadian sehari-hari hingga fenomena atau berita yang dekat dengan dunia mereka. "Rumah impian", "Keluarga", "Liburan terakhir", "Rencana profesi masa depan", "Aktivitas rumah", dan banyak lagi. Di sanalah, sebagai seorang guru, saya diam-diam tidak hanya mencatat koreksi gramatikal saja, melainkan membaca perbedaan ragam karakter di antara mereka.

Baca juga :  Mundur ya, Madame

Ketiga, melalui teman sekitar. Saya percaya, tidak sedikit anak dengan prestasi dan karakter yang baik, terlahir dari lingkungan belajar&bermain yang baik pula. Dekati saja kawan bermainnya, maka saya pun beberapa kali mengetahui bagaimana karakter asli anak-anak di kelas. Bisa juga penilaian dibentuk dari karakter temannya itu sendiri.

"Sebagaimana jika kita berteman dengan penjual parfum, kita akan terkena harumnya. Pun saat berteman dengan pengrajin besi, kita akan terciprat apinya."

Kini, saat rasa lebih dari sekadar empati terhadap mereka, maka akan kita sebut apa selanjutnya? cinta.

Saturday, September 3, 2016

Untuk Indonesia, nak

بسم الله

Mengajar anak-anak karena cinta kepada sesama, jauh lebih menyenangkan dibanding merasakannya sebagai sebuah beban yang diamanahkan pada pundak seorang guru.

Andai bisa diungkapkan semuanya, ide-ide yang tumbuh dari dalam kepala dan hati seorang guru tidaklah ditanamkan serta merta tanpa alasan, selalu ada tujuan penting dalam setiap pengajaran, selalu ada manfaat yang diselipkan dalam tiap pembelajaran.

Kemarin sore kami berdiskusi tentang tema sederhana yang mungkin jarang terpikirkan dalam benak anak seusia mereka, kami berbincang mengenai kehidupan desa kecil dan terpencil. Satu hal yang ingin saya ketahui adalah suara hati setiap anak.

"Desa kecil itu menyenangkan dan menenangkan.."

"Mereka pasti merasakan kesulitan. Entah itu listrik, ekonomi, air.."

"Akses pendidikannya terbatas.."

"Masih harus menimba air.."

Baca juga : Suatu Malam

Selepas itu kami membuktikan setiap pandangan dengan melihat tayangan video dokumenter dari kampung Cibuyutan, daerah terpencil nan masih sangat "alami". Jauh dari listrik, rumah sakit, sekolah, dan fasilitas lainnya. Lebih menyedihkannya? Hanya dua jam jalan kaki dari Cikeas. Sekali lagi, Cikeas.

Beberapa tidak menyangka bahwa fenomena itu masih terjadi di daerah Bogor yang notabene tidaklah sulit untuk dicapai. Kalian benar nak, saya pun terheran :)

Hasil yang ingin saya lihat adalah buah pikiran dalam bentuk tulisan sederhana. "Apa yang akan kalian lakukan untuk Indonesia, selepas menyelesaikan studi di Prancis", Que faites-vous pour l'Indonésie après avoir fini vos études en France?.

Bukan hanya tata bahasa atau sekadar kosa kata yang saya ingin lihat, lebih dari itu ada IDE dan HARAPAN mereka sebagai pemuda Indonesia yang sangat ingin saya rasakan, sebab katanya kini pemuda Indonesia sudah hilang rasa bangga terhadap negerinya.

Saya yakin sekecil apapun sayang itu, seminimalis apapun cinta itu, sayang dan cinta kalian masih ada yang bisa dibagi untuk Indonesia :)

"Kita tidak selalu bisa membangun masa depan bagi generasi muda. Tapi kita bisa membangun generasi muda untuk masa depan."
Franklin D Roosevelt

Friday, September 2, 2016

Mundur ya, Madame?

بسم الله

Jadi teringat beberapa bulan lalu semester awal mengajar estafet kelas beasiswa. Saat salah satu murid perempuan nan hitam manis dengan raut sedih menghampiriku seusai kelas berakhir.

"Madame.. Kelas kita sepertinya sudah pada jago ya.." ucapnya sedih.

"Kelihatannya memang iya tapi banyak juga di antara mereka yang baru belajar bahasa Prancis untuk  pertama kali kok.." jawab saya sambil merapikan spidol kelas.

"Tapi lebih banyak yang sudah bisa Madame, saya belum ngerti apa-apa dan Madame bicaranya banyak bahasa Prancis yang saya ngga ngerti..." tambahnya dengan raut kecewa.

...
...
...

Seketika saya diam berpikir, saya perlu evaluasi.
...
...
...


"Humm..... oke kita sepakati ya? saya coba mulai pertemuan berikutnya memperbanyak porsi bahasa Indonesia, seandainya kamu masih merasa sulit, tanyakan lagi saat di kelas (atau) jika tidak ingin, kamu bisa temui saya seusai kelas. Bagaimana?" nego saya saat itu.

"Tapi susaah Madame baca tulisannyaa.. Saya sepertinya ngga akan bisa Madame, saya lebih baik pindah bahasa ya Madame? yayaya..." negonya kembali.

Saya tidak ingin melepaskan dia semudah itu, sebagai guru saya merasa perlu meyakinkan siswa saya untuk berani menghadapi sesuatu yang dianggapnya sulit, bukan sebaliknya, justru menghindar dari realita. Eyaa

"Secepat ini? Begini ya.. Kita sepakati ulang dalam beberapa pertemuan ke depan, nego yang tadi saya tawarkan. Semua bahasa asing tidak ada yang benar-benar mudah, kamu yakin mundur begitu saja? Keren lhoo bisa bahasa Prancis.." jurus terakhir saya keluarkan, *keren*.

"Saya sepakati perpindahan kamu jika memang dalam beberapa pekan kedepan progresmu jauh, tapi hadir dulu dalam pertemuan-pertemuan berikutnya di kelas saya, Deal?" saya coba meyakinkannya sekali lagi.

...
Murid itu termenung sejenak
...


"Oke Madame, saya coba ya.." jawabnya merasa tertantang.

"Sip deal, kita coba sama-sama :)" tutup saya sebelum kami berpisah.

Au revoir..... Akhirnya sapa kami berbarengan.

Setelah kembali lagi mengingat kejadian tersebut, saya baru sadar, murid unik yang berani minta mundur dihari pertama itu nyatanya masih bertahan hingga sekarang dengan progres nilai yang sangat baik! dan ingatan kosa kata yang jauh lebih kuat dari kawan-kawan yang justru lebih dulu pernah belajar bahasa Prancis.

Ternyata memang ya, yang rajin  bisa mengalahkan yang pintar sedari awal :) lets try and prove it!
Alhamdulillaah `ala kulli haal.

Friday, August 26, 2016

Passion (?)

بسم الله

Ini mungkin yang kita sebut dengan kata passion ya? Senang dan bersemangat (meski perjalanannya beurat) saat melihat mereka mengerti dan memahami ilmu yang kita bagi. Lebih dari itu, ketika mereka dapat mengaplikasikan dan memanfaatkan dengan baik, rasanya sekejap hati menjadi taman-taman hijau nan rindang dihiasi bunga aneka warnaaaaa. 

الحمدالله

Sepekan ini khaayr ngets, lari saja tidak, tapi nafas terengah-engah dan mata sembap kekurangan rehat hehe namun lebih dari itu bahagianya melihat mereka yang semangat dan meminta belajar meski malam menjelang. 

I'm sure that you'll get what you did my dear beloved students ;) Nofri - Hélène - André

Spesial murid nan unyu unyu yang sebentar lagi berangkatttt, t'es vraiment adorable! Jtm mon grand bébé, kaka sean bersiap ditinggal ya :')

Bon courage mes chers étudiants!

Monday, August 22, 2016

Penghujung Jalan Menuju Sarjana

Bismillaah

Sedikit flashback, siapa tau dari tulisan ini ada (mungkin) sehelai manfaat yang bisa ditarik. Setelah beberes diri barusan, siap-siap makan malam dan belajar untuk mengajar anak-anak tersayang besok tak lama adik kelas almahbubah, Anisa rahim muncul dibarisan chat whatsapp. Meminta judul buku teori saat skripsi.  
Ma'annajah sayangg :)

Sesaat mengingat kembali di mana buku-buku teori itu kudapatkan. Perpustakaan UNJ menjadi prioritas terakhir karena yang kuingat memang tidak ada buku teori bahasa Prancis yang berhubungan di sana, buku lama. Saya ingat betul bagaimana perjuangan mencari teori di kampus nan penuh dengan mahasiswa katolik, atmajaya. Well, berbagai buku teori linguistik tersaji siap untuk disantap, baik dalam bahasa inggris maupun prancis. Tak perlu basa-basi saya hanya mengambil buku yang saya perlukan kemudian sesaat setelahnya bergegas kembali ke kampus hijau untuk melingkar bersama para unyu-unyu tersayang.

Pekan berikutnya, saya kembali ke kampus serba kuning, UI depok. Sudah dua kali ke sana, saya masih penasaran judul buku yang tertera di layar pencarian (yang katanya) sedang dipinjam, saya menanti pengembaliannya. Alhamdulillaah meski tak bertemu yang dicari, namun Allah tetap mempertemukan saya dengan buku pilihan-Nya. #damai

Sesaat setelah berkeliling-keliling perpustakaan super besar itu, saya kembali berpisah dengan para kawan seperjuangan, mereka pulang ke rumah, saya pulang ke sekret di gedung G.

Buku yang saya cari masih belum ketemu, sekelas perpustakaan IFI di thamrin rupanya buku yang saya cari tak tersedia, sebab memang di sana lebih banyak karya sastra/buku fiksi dibanding buku-buku teori. Saya pun mengingat kembali, di mana buku yang saya cari 'rasanya' pernah saya temui.
A-ha!

'Alaa kulli hal, semua yang terjadi PASTI atas tanda accept dari Allah subhanahu wata'ala, bahkan daun yang gugur saja tak luput dari pengawasan dan izin-Nya.
Buku yang saya cari ternyata telah bertengger lama sejak tahun 2011 di lemari tua dekat dapur. Sekali lagi, sejak 2011. Sekali lagi... (krik krik sekip). Ya, saya ingat! Madame Wati pernah meminjamkan saat saya lulus SMA, meminjamkan tanpa diminta, luar biasa, "Ini Madame pinjamkan semoga bermanfaat untuk kuliahmu ya Nak.."

Allah..........
Fabiayyi 'alaa iRabbikuma tukadzibaan.

Benar saja pada penghujung 2015 buku itu sangat bermanfaat. Sangat. Dia menjadi sumber utama teori penelitian yang bukunya paling sulit kucari. Alhamdulillaah.

Grammaire Pour TOUS karangan monsieur Didier, saya mengambil teori verba transitif dan intransitif dari buku full berkah tersebut. Namun lalainya saya justru melupakan dia saat sidang menjelang. Terburu-buru mempersiapkan keberangkatan SU MTM-BEM kala itu, saya malah meninggalkan dia, klimaksnya, dari sekian buku teori yang saya bawa, hanya buku ITU yang sangat ingin dilihat oleh dosen penguji, dan saya malah melupakan dia. Astaghfirullah~

Untuk kalian (kampus manapun di seluruh Indonesia -berasa blog sudah menasional-) pokoknya yang sedang on your way menuju sarjana, terus berjuang ya! Memang bukan gelar yang kita cari, tentu saja ilmu. Tetapi tak sah rasanya jika gerbang terakhir tak kita lewati dengan penuh do'a dan ikhtiar.

Yassarallah ^^

Semoga Allah senantiasa mengisi hidup kita dengan ilmu.. zadanallahu fii 'ilmiy!
Jakpus, menteng, kalipasir
22-08-2016
20:27 wib

Sunday, August 21, 2016

Adrusu al lughatul arabiyah

بسم الله

Masa'ul khayr yaa shadiqiy
Kaifa halukum? :)

Akhirnya kesampaian.. semoga Allah ridho, semoga dimudahkan semangat ini dalam rangka "darasa al lughatul jannah".

Syukran jaziilan yaa ustadzatii (eceu) intannn.

Uhibbu al lughatul arabiyah! ^^ zaadanallahu fii 'ilmiy. Aamiin
Semangat ahad!

Monday, August 8, 2016

Suatu malam

Bismillaah

Suatu malam, ada kisah-kisah menarik dalam hidup yang ingin kubagi padamu. Rangkaian proses perjuangan dalam mencari harta berharga bernama hidayah Allah. Jalan cinta penuh liku dalam mendekap keluarga tercinta untuk bergandeng tangan menuju cahaya-Nya.

Suatu malam, ada cerita-cerita lucu yang ingin kubagi, hanya padamu saja, hanya ada kita, bergurau bersama. Kemudian dengan menikmati alam ciptaan-Nya, kita lepas berbincang dan membayangkan tentang cita cinta kita kepada-Nya, memetakan proyek besar atas amanah yang akan Allah titipkan kepada kita untuk dijaga dan dibesarkan menjadi jundi jundi-Nya.

Suatu malam, ada yang ingin kuikuti, bersujud kepada-Nya bersamamu. Ada yang ingin kudengar, segala peluh kesahmu. Ada yang ingin kuhapus, rasa sedih dan kecewamu.

Suatu malam, yang entah suatu malam dalam waktu yang akan dijawab-Nya.

Gores gores bermanfaat..

Friday, August 5, 2016

Serupa tapi tak sama

بسم الله

Akhir bulan ini saya mendapat jadwal full hampir setiap pagi hari di kelas yang sangat minimalis dan menarik hati. Kesan pertama saat pertama kali bertemu mereka tidak begitu waww, karena kami belum saling mengenal, saya hanya menandai bahwa ternyata mereka sama-sama pengguna Uber yang juga sama-sama tinggal di kawasan utara, Gading.

Keesokannya, saya melihat mereka berdua menjadi serupa. "Kamu Sean kan? dan kamu André?" ucap saya saat mengajar mereka lagi hingga suatu hari saya tau bahwa André biasa dipanggil Dedek (à propos, t'es mignon. Ouff :p)

Hingga setelah berlalu sepekan.. dua pekan.. dan seterusnya, saya mulai melihat banyak kesamaan pada mereka. "Kenapa lama-lama wajah kalian mirip ya?" mereka hanya tertawa dan mengiyakan, sebab ternyata saya bukan orang pertama dan satu-satunya yang mengatakan hal itu.

Suatu hari saat saya sedang seru mengoreksi ujian orientasi bahasa mereka, saya menemukan untuk kesekian kali persamaan antara mereka. "Ini kenapa tulisan kalian tokohnya sama-sama Ryan namanya ya? 
Bukannya kalian duduk berjarak satu meja?"

"Ah iya Madame? Iya saya pakai nama Ryan", "Iya saja jugaa" jawab mereka terkejut, well, ya tapi tidak heran juga karena mereka punya banyak kemiripan hehe

"Madame percaya ngga? Kotak Pensil kita juga sama lho." kata Dede tiba-tiba menambahkan.

"Ooh yaaa?" timpal saya penasaran sambil menengok ke meja belajar mereka.

"Ini lho madame saya beli tiga tahun yang laluuu," kata Dede sambil mengeluarkan kotak pensil dari tasnya.

"Saya juga beli udah lama madame..." tambah Sean dengan santai.

Saya hanya tertawa geli sebab banyak kemiripan yang terjadi tanpa sengaja antar mereka. "Sepertinya ini unik dan saya perlu mengabadikan kalian di blog saya" jawab saya iseng tapi niat *lol

"Betul ya madameeee" tagih Dede.

Au fait, voilà, une écriture pour vous les deux garçons étant beaux et mignons ~

Semoga Sean lancar ya dengan jurusan tekniknya dan begitu juga Dede yang ingin fokus di pertambangan dan perminyakan. Tetep main bareng ya kalian pas tiba di Prancis.
Bise :*

Thursday, July 28, 2016

Tentang Guru

Bismillaah

Melihat anak-anak itu menyenangkan, terkhusus anak-anak yang memiliki kelembutan akhlak. Membersamai dan membimbing mereka adalah sebuah anugerah yang Allah titipkan pada kita, selaku orang tua ataupun pendidiknya di sekolah.

Tentang guru, saya percaya setidaknya ada tiga sumber kekuatan guru yang membuat saya sebagai pembelajar tetap ingin berada di sekitar mereka. Yakni guru yang mampu mengajar, mau mendengar, senang belajar.

Savez-vous mes enfants? Avant de vous enseigner, moi, j'apprends également la leçon que je dois vous expliquer.

Menjadi guru kalian, ragam jenis pertanyaan di kelas semakin membuat saya ingin terus dan terus belajar. Sebab saya menyadari bahwa seorang guru bukanlah teko yang telah terisi penuh. Berkat tuntutan sebagai seorang guru yang harus selalu menuang lah, yang akhirnya menjadi alasan kuat mengapa guru (saya khususnya) tidak boleh berhenti menimba ilmu, terus membaca.

Perjuangan dalam membimbing kalian adalah sebuah keniscayaan. Berbeda dengan siswa lainnya yang masih berjuang dengan snmptn, sbmptn, penmaba, dan lain sebagainya memperjuangkan jenjang pendidikan mereka selanjutnya, kalian sudah mulai sejak awal berjuang untuk jenjang pendidikan yang tak mudah, kuliah di Prancis dengan tuntutan penguasaan bahasanya. J'suis fière de vous quand même!

Dalam hati, saya (sebetulnya) bukan tipe yang ingin memaksa kalian untuk belajar keras, sebab belajar itu bukanlah paksaan, melainkan kerinduan akan ilmu pengetahuan..
((Well, lagipula kalian sudah besar, lewat 17 tahun, kan? *rire))

Saya hanya perlu mengajak dan membimbing kalian untuk terus belajar, sebab berhasil atau tidaknya kalian bukan mutlak di tangan kami para guru. Kalian, sebagai sebuah gelas yang juga sudah berisi, tidak pernah boleh puas (atau malas) untuk terus belajar :)

Je vous souhaite tous les meilleurs, Dhimas, Emir, Furqon, Helen, Ihsan, Jack, Meta, Nofri, Ulfa. Sukses yaaa belajar di Prancis nanti, jangan lupa pulang dan bangun negeri, do'akan mesdames nyusul juga untuk belajar di sana ;)

Bise!

Saturday, July 23, 2016

Nun Jauh di Sana

Bismillaah

Sudah berapa jauh kaki melangkah namun hati tetap ada nun jauh di sana. Jejak langkah yang tak dihapus dan terhapuskan masih terkenang tebal dalam ingatan.

Sudah rangkaian agenda menduduki catatan kerja tetapi rasa masih menghangat nun jauh di sana. Masih ada agenda yang bisa dikoreksi dan dipaksakan untuk kembali seperti kenangan masa lalu.

Sudah berganti suasana dengan sejumlah kolega tetapi ikatan persaudaraan masih terasa kuat nun jauh di sana. Bukan sembarang tali rupanya yang saling mengikat, bukan ikat asal ikat, jadi meski ikatan telah lama bersatu, takkan lekang oleh waktu.

Memori lama terkadang menyiksa kala ingat bahagianya, dan terasa lega kala mengingat deritanya. Saya, kini sedang berada dalam memori yang pertama.

Semoga bahagia itu terulang kembali di dalam surga, sebab mengulang kebahagiaan yang sama selama di dunia, sama saja menyiksa luka lama yang serupa. Hanya kebahagiaan abadi laksana surga yang tak pernah melukai setiap memori yang ada.

Teruntuk Yang Maha Memiliki Waktu, dalam bisuku, aku mengadu, memohon segala keridhoan-Mu dalam lapang dan sempitku.

Alhamdulillaah `ala kulli haal..

Thursday, June 30, 2016

Puisi Cinta

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan, kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku dan sekarang kembali tiada.
Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan calon bidadari surgaku

-Bacharuddin Jusuf Habibie -

Saturday, June 25, 2016

Berkunjung ke rumah eyang Habibie!

Bismillaah

25/06/2016, merupakan salah satu momen bersejarah dalam hidup. Bagaimana tidak? Mengunjungi secara kekeluargaan rumah seorang presiden ke-3 Indonesia, bacharuddin jusuf habibie.

Melalui hubungan yang baik antara kantor dan beliau, sebanyak lima orang berkesempatan hadir sebagai tamu dan membantu kelancaran jalannya acara ulang tahun eyang yang kedelapanpuluh, dan ini adalah syukuran spesial milad eyang yang pada tahun-tahun sebelumnya tak pernah diadakan.

Bersama ibu Nana (direktur Pendidikan), madame Farah (wapim departemen Bahasa), teh Lindu (staf departemen Akademik), dan mba Yuni (sekretaris CEO), kami berangkat seperti biasa dengan mobil kantor menuju kediaman habibie di Patra Kuningan Jaksel.

Tidak semua orang bisa masuk ke rumahnya, maka tak ada alasan terbaik bagiku untuk menolak untuk jadi bagian yang datang ke rumah eyang habibie nan super cerdas dan bersahaja.

Sesampainya di sana suasana masih persiapan-persiapan kecil, belum seramai dan sesibuk sore hari. Kami dipersilakan mengambil foto-foto di rumah eyang, "apa yang bisa kami bantu?", ucap salah seorang rekan kepada kepala kerumahtanggaan habibie.

"sejauh ini belum, foto-foto dulu saja", ucapnya sambil tertawa kecil. Sesaat kemudian beliau menunjukkan kami rundown acara hari itu yang telah di acc oleh bapak Rubijanto.

Benar saja kamipun mengelilingi rumah habibie pada waktu sore menjelang  ashar kemarin. Syahdu rasanya, alami, rumah beliau harum semerbak bunga, mungkin ada seratus kiriman rangkaian bunga di rumahnya hari itu. Mulai dari keluarga dekat, sahabat, kerabat, pejabat, dan sederet orang-orang hebat di Indonesia.

Semua mendo'akan eyang. Mayoritas bunga yang dikirim adalah anggrek bulan, cantik. Seorang kawan berkata, "itu karena almarhumah Ainun suka sekali dengan anggrek bulan.."

Dinding rumah beliau penuh dengan lukisan yang mayoritas adalah kaligrafi, foto-foto almarhumah Ainun pun ada di mana-mana, sesekali kudekati dan kubaca sebuah puisi tentang almarhumah di dinding rumahnya, belum apa-apa mataku sudah basah, cinta abadi dan dibangun dengan loyalitas dunia-akhirat yang tak terasa telah lebih dari lima dasawarsa.

Kolam ikan yang begitu natural sebab terbuat dari kaca, yang penuh dengan warna-warni ikan koi tentu semakin menghidupkan rumah eyang, apalagi itu terletak dekat dengan perpustakaan Habibie-Ainun yang bersebelahan dengan taman hijau nan rindang penuh kicauan burung-burung yang terbang bebas, tanpa sekat-sekat kandang.

Tak jauh dari sana, ada lukisan besar bernuansa hitam putih, habibie-ainun yang sedang berboncengan sepeda dengan tagline, "Cinta Tanpa Batas". Kuperhatikan betul semua sisi rumahnya, segala cerita dan sejarah hidup eyang seperti berkelibat langsung dipikiran-pikiranku.

Plafon-plafon yang dibangun dengan ukiran jawa, lantai dengan gambar negara Indonesia, foto-foto keluarga, serta dinding kayu dan kaca membuat rumah eyang sangat elegan dan sangat Indonesia.

Dari seluruh tempat di rumah beliau, hanya satu titik yang sangat menarik pandanganku. Perpustakaan Habibie-Ainun. Perpustakaan yang dulu kulihat ditelevisi. Pertama kali melihat dilayar kaca saja aku ingat benar apa yang kukatakan, "ah bagus banget, ya Allah mau ke sana! mau buat perpus kayak punya eyangggg".

Adzan ashar pun akhirnya berkumandang setelah lama berjalan-jalan di pendopo Habibie-Ainun, rasanya kami bukan tamu di sana, melainkan seperti keluarga, mondar-mandir, duduk di mana-mana, tak ada yang melarang kami. Satu kabar gembira yang kudengar adalah, "shalatnya di perpustakaan habibie-ainun ya.." rasanya aku ingin berlari saja untuk sampai di sana!

Ketika masuk pertama kali, mataku rasanya tak mau berkedip. Hamparan sajadah, hamparan buku, hamparan sejarah.

Perpustakaan dua tingkat dengan sebuah tangga cantik, foto saat eyang masih menjadi presiden, rentetan penghargaan eyang, miniatur-miniatur pesawat kesukaan eyang, dan pemandangan lepas ke taman hijau sebelah perpustakaan sangat menenangkan dan menyenangkan.

Kudekati satu persatu rak buku eyang, kulihat buku-buku yang pernah dibacanya, beberapa buku yang kubuka adalah buku yang dikirimkan langsung oleh si penulis kepada eyang. Rasanya seperti semua orang menyayangi sosok super cerdas dan bersahaja itu.

Ah perpustakaan itu, aku harus punya ruang baca dan penyimpan buku seindah itu.
Sekitar pukul 16.30 tamu undangan sudah banyak berdatangan, kami berlima ditambah ka Reyra dan teh Dara, diminta membantu menerima tamu undangan di tempat buku tamu. Di sana kami bertemu dari mulai tetangga dekat sekumpulan ibu-ibu pengajian bersama almarhumah Ainun, hingga mereka yang sangat terkenal dan berkali-kali kita lihat di layar kaca. Rangkaian bunga pun selalu berdatangan dan belum berhenti hingga malam menjelang.

Di tengah ramainya buka bersama, shalat maghrib tetap dilaksanakan dengan khusyuk di perpustakaan habibie-ainun, hingga shalat isya, dan tarawih. Betapa tawazunnya kehidupan eyang. Betapa tidak sombongnya eyang, dengan akal cerdas dan segala kebaikan hidup yang Allah limpahkan, dunia ternyata tidak mengalihkannya.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan ramah tamah bersama eyang, kami bersalaman dan mendo'akan segala kebaikan untuk habibie. Tangan keriput eyang membuatku teringat akan sosok almarhum kakek yang paling kusayang, Angku.

Banyak ibrah yang bisa diambil hari itu.
Alhamdulillaahilladzi bini'matihi tatimmushalihaat.

Miruka Angguna
Ahad, 26/06/2016
10.43 am

Wednesday, June 15, 2016

Mengajar = Belajar

Bismillaah

Tiada profesi yang paling membuat nyaman selain guru dan menjadi seorang ibu. Setidaknya itu yang saya amati dan mulai rasakan. Saya tidak pernah menyangka akan menjadi seorang guru dimasa mendatang, saya sempat berpikir akan menjadi seorang wanita karier kala itu.

Kini kelas menjadi tempat akrab yang selalu dijalani, belajar menjadi sebaik-baik guru yang bukan hanya mentransfer ilmu tetapi membuat mereka mengerti dan bermanfaat bersama ilmu tersebut. Juga belajar menjadi seorang guru yang tidak melulu bicara ilmu dunia tetapi juga membentuk akhlak mereka, menjadi teladan baik bagi mereka.

Saya ingat benar tangga awal belajar menjadi seorang pengajar ketika menjadi mentor di sekolah hingga di kampus, dari sana saya menemukan titik terang bahwa Ya, amalan inilah yang menarik hati, berbagi ilmu ukhrawi dan duniawi, berlomba dalam kebaikan, menebar inspirasi, j'adore ça.

Meski ibu ayah sempat meragu, benarkah mengambil program bahasa? Benarkah bisa menjadi seorang guru? Namun akhirnya Allah juga yang menentukan jalan. Akhirnya saya sampai pada titik ini, sejengkal demi sejengkal. Menjadi manusia bermanfaat, teladan baik, dan inspiratif adalah passion terbesar yang mendominasi.

Teruntuk siswa/i tercinta, ilmu bahasa memang bukan segalanya, namun semoga ia kelak dapat memberimu manfaat. Bahasa prancis yang kau punya, menjadi jembatanmu dalam menggapai cita dan menaklukkan dunia, kelak, jadilah manusia bermanfaat ya. Je vous aime les enfants.

Guru bukanlah tempatnya segudang ilmu, sebenar-benarnya ilmu yang kita miliki tidaklah banyak. Saat  ilmu itu DIBAGI kepada yang lain, barulah di sana ilmu yang memang sebenarnya milik kita.

Thursday, June 9, 2016

NR

Bismillaah

Heloo, NR, aku lupa kapan tepatnya tanggal pertama kali kita saling sapa setelah masa MPA berakhir, katamu kau mengenalku karena aku naik ke atas panggung itu hehe. Hanya satu yang kuingat, entah, pertama kalinya hidup di dunia kampus ada seorang akhwat sepertimu yang rutin menyapaku dan berpenampilan sangat akhwat-pondok.

Kerudungnya yang sangat ala ala pondok begitu khas kuingat. "Milka kamu ikut SHOW ngga?" itulah kalimat pertamanya lepas maghrib jelang keberangkatan peserta SHOW. Aku hanya bisa menyayangkan diriku yang kala itu tidak bisa ikut SHOW karena dalam masa-masa genting belajar memilih prioritas. Hatiku condong untuk mengisi mentoring di sekolah kala itu. Sebab guru mengajiku hanya memberi dua pilihan, pilihlah agenda yang jika kamu tinggalkan aktivitasnya berhenti.

Selanjutnya akhwat berpenampilan pondok itu dan aku masih saling tegur sapa dan bertukar senyum hangat. Hingga tibalah sebuah masa di mana ALLAH benar-benar menyatukan hati kami.

Revival Camp With FBS. Kau mendaftar, aku mendaftar, ya, kita akan segera bertemu di tempat itu.

Masih belum akrab, berada dalam satu bis yang sama menuju Curug Cilember, kita berjajar rapi dengan DH tersayang. Pokoknya malam itu kita menempel kemana-mana.

Hingga saat segala aktivitas dimulai, kita bersama, ya hampir di setiap aktivitas. Bahkan kita sempat mengambil sebuah foto bersama, dan (maasyaaAllah) rasanya kala kulihat fotonya kembali, pose foto kita rasanya sudah seperti kawan lama saja. Terlihat begitu akrab.

Lepas agenda itu pun kita kembali diikat dengan agenda lainnya, seterusnya, dan seterusnya. Sampai pada masa aku menginap di kosanmu, kamu menginap di kosanku. Kemudian kita saling mendongkrak iman dan ibadah kita. Pun sampai kamu merawatku kala sakit, dan aku merawatmu kala sakit. Makan bersama kala atm kita sama-sama tidak bersaldo (ahaha). Aku mengenal ibu ayah dan kedua adikmu, kamu pun bertemu ibu ayah dan kakakku. Kita saling meminjam baju. Kita bertukar hadiah. Kita menangis bersama, terbahak-bahak bersama, syahdu dalam renung diri bersama, bahkan sempat pula saling diam karena berbeda pendapat. SEGALANYA pernah.

Lalu, apakah masih ada hal yang kurang membuktikan bahwa kamu adalah saudari terbaikku? Sekali-kali tidak.

Aku berani mengatakannya NR, bahwa aku mencintamu karena-Nya.

Uhibbuki fillah..lillah..billah..

Fawatsiqillahumma rabithataha.

Isak tangis terakhir saat tahu bahwa kita akan terpisah waktu dan amanah masih kubawa sampai ke rumah hari itu. Aku berusaha keras menahan air mata yang rasanya ingin sekali terjatuh dihari perpisahan. Tetapi seketika malah jadi menderas kala melihat segala kenangan kita tergores dalam sorot mata dan pelukanmu hari itu.

I love you, my dearest ukhti :)

A special blog to you Siti Nurul Hidayah.

M.A.
Jakarta bagian Menteng
23.04 wib