Powered By Blogger

Friday, May 15, 2026

Feelin' Guilty

Bismillah..

Rasa bersalah. Kamulah rasa yang membuat tidak nyaman, mendalam, serta menguras energi. Perasaan ini justru seringnya bukan diakibatkan oleh orang lain, melainkan diri kita.. kepala kita.. batin kita sendiri yang melabelinya.

Setelah menjadi ibu perasaan itu tetap menyala, justru lebih terfokus. Ya, apalagi kalau bukan kepada anak-anak kesayangan.

Cinta yang teramat besar adalah isinya. Sementara waktu, tenaga, dan tubuhku adalah wadahnya. Seringkali aku belum mampu menampung serta bahkan tak sanggup membagikannya secara sempurna.

Terus, gimana caranya biar sis-bro balance?

Lantas, aku langsung memaknai kembali kata "ADIL". Aku mencoba jelaskan kepada anak pertama, "cintaku kepadamu dan kepada baby adalah sesuai usia". 

"Seperti : Aku mencintaimu dengan menyuapi makanan sehat fav-mu, membacakan dongeng kesukaanmu, mengikutimu bermain. Sementara bayi yang baru lahir, kucintai dengan meng-ASI-hinya, mendekapnya, menggendongnya di setiap aktivitas karena baby belum bisa jalan sendiri sepertimu." Begitu kira-kira yang kusampaikan padanya. Dia berusaha mencerna.

Datanglah momen pertama saat first daughter sakit.. yang terlintas dipikiranku adalah :
- fokusfokusfokus membantu memulihkan kesehatannya
- jangan sampai di antara kami ada yang tertular, agar tidak jadi 'pingpong'
- tetap membuatnya happy agar imun naik

Akhirnya, kuputuskan membuat karantina. Toddler dan baby pisah kamar, tidak ada kontak fisik, tidak tidur sekamar. Di saat itulah perasaan bersalah yang tadinya mulai kukelola secuil demi secuil malah semakin menjadi. :")

Momen miku harus menyusui bayi, membuat kakak harus bermain sendiri di kamar 1. Sementara saat miku menengok kakak sambil sesekali bermain bersama, mau tidak mau meninggalkan baby di kamar 2 (dalam posisi aman) meski kadang baby dalam kondisi fresh, then 'cooing' everytime like he calls me to hold him soon as possib.

Ya Allah.. ya Rabb potek hatiqu..

Yang coba kulakukan untuk mengatasi perasaan bersalah yang datang tanpa permisi ini adalah menambal hati mereka dengan kata maaf, kiss, and hug. 

I will never be perfect. Never 🥺

Yang miku tahu, of kros miku sayaaaanggg anak-anak miku selamanya, setiap saat.

Maafin miku ya nak, miku tahu sedari janin tubuh miku memang Allah desain untuk jadi tempat ternyaman kalian. Tapi ternyata ga selalu, kadang justru miku bisa jadi sebaliknya.

Do'aku semoga Allah senatiasa tanpa henti tanpa jeda menyayangi, menjaga, dan melindungi kalian di mana pun kalian..

I loove u IQ & MQ 🤍