Unforgettable UmrohPart 3: A Journey to Remember
Bismillah..
Allah Maha Baik 🤍
Kalau mengingat perjalanan umroh ini, rasanya aku cuma bisa bilang:
Allah Maha Baik.
Ada begitu banyak hal kecil yang terjadi. Sekilas mungkin sederhana, tapi kalau dipikir-pikir lagi… rasanya seperti Allah selalu punya cara untuk memudahkanku.
Menulis recap story di sini agar selalu pandai untuk bersyukur atas apapun yang terjadi dalam hidupku, hingga saat ini.
Pertama.. kami dapat Hotel Sanabel di Madinah, persis di gate 338 yang dari awal aku impikan. Katanya gate ini terkenal sebagai gate tempat pasangan suami istri bertemu setelah shalat.
Lalu pengalaman masuk Raudhah. 😭
Aku terpisah sendirian, di tengah orang-orang yang sama sekali tidak kukenal. Tiba-tiba ada dua orang di depanku yang sedang membuka grup WhatsApp yang sama.
Aku memberanikan diri menepuk pundaknya pelan.
“Kak, mau ke Raudhah ya?”
Ternyata iya. Mereka sedang mencari peluang masuk melalui aplikasi Nusuk.
Karena ini adalah kali entah keberapa mereka ke Madinah (sungguh masyaAllah envy terbesarku), mereka sudah sangat familiar dengan tempatnya. Mereka kemudian mengantarku sampai ke gate 37.
Padahal aku benar-benar sendirian saat itu. 😭
Sepulang dari Raudhah, aku ketinggalan rombongan travel yang sedang berkeliling Madinah. Memang itu konsekuensi dari keputusanku sendiri untuk memilih masuk Raudhah karena jadwalnya sangat sempit.
Tapi ternyata Allah punya rencana lain.
Kakak-kakak shalihah yang tadi membantuku malah mengajakku ke Masjid Quba untuk shalat Dhuha.
Sepulang dari Quba, kami bahkan tidak sengaja bertemu bus travel kami dan akhirnya bisa pulang bersama ke hotel. 😭
Seolah-olah semuanya sudah diatur.
Hal-hal kecil yang kuinginkan pun satu per satu kesampaian.
Kopi Barn’s.
Es krim Asemah.
Susu Almarai berbagai varian. 😭
Kemudian saat umroh, kami mendapat muthawwif yang bacaannya bagus, sabar, menjaga interaksi dengan jamaah, dan… bonusnya hasil foto-fotonya bagus dan HD semua. :")
Kebaikan Allah lainnya adalah saat percobaan pertama umrahku sendirian, aku sama sekali tidak tersesat. Dibantu seorang kakak shalihah melalui chat whatsapp.
Mulai dari keluar hotel sampai kembali lagi ke hotel semua diberi kemudahan. Aku hanya berucap "ya Allah, aku takut tapi aku yakin Kau selalu bersamaku dan aku tetap aman karena aku sedang berada di rumah-Mu.."
Saat antre hendak Sa’i, aku melihat jamaah lain mengambil zam-zam sendiri.
Aku lagi-lagi membatin,
“Ya Allah… ini bagaimana cara ambilnya?” 😭
Tiba-tiba seorang askar memberikan zam-zam langsung ke arahku. Belum sempat aku mengambil gelas karena begitu banyak jamaah lain di hadapanku.
Lagi-lagi…
Allah Maha Baik.
Anakku juga sempat sakit. Di Nahdi semacam apotik obat, kami diresepkan propolis, madu, dan vitamin C. Alhamdulillah, semua berjalan lancar.
Dan yang paling besar dari semuanya…
Aku bisa berada di sana bertiga bersama suami dan anakku.
Dengan bonus ibu ikut bersama kami.
😭😭😭
Masih banyaaaak lagi.
Saking banyaknya, aku sendiri sampai tidak ingat semuanya.
Ya Allah…
Baik sekali Engkau kepadaku.
Maafkan aku yang seringnya justru mengingat hal-hal buruk yang menimpaku. Padahal mungkin itu baik dalam pandangan-Mu.
Aku memang sering merasa bersalah. Sering mengingat kekurangan. Sering menyesal.
Padahal kalau aku mau berhenti sebentar dan melihat semuanya dari jauh…
Ternyata sepanjang perjalanan itu, Engkau begitu banyak menjagaku.
Semoga suatu hari nanti Engkau izinkan aku kembali.
Bukan hanya untuk mengulang perjalanan ini,
tetapi untuk memperbaiki segala kekurangan ibadahku kemarin.
Semoga nanti aku bisa datang lagi dengan hati yang lebih siap, ibadah yang lebih baik, dan rasa syukur yang jauh lebih besar.
Ya Allah, izinkan aku, ayah dari anak-anakku, dan kedua anakku ibtisam & multazam kembali ke tanah suci Mu.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤍🕋😭