Powered By Blogger
Showing posts with label ukhuwah. Show all posts
Showing posts with label ukhuwah. Show all posts

Thursday, June 9, 2016

NR

Bismillaah

Heloo, NR, aku lupa kapan tepatnya tanggal pertama kali kita saling sapa setelah masa MPA berakhir, katamu kau mengenalku karena aku naik ke atas panggung itu hehe. Hanya satu yang kuingat, entah, pertama kalinya hidup di dunia kampus ada seorang akhwat sepertimu yang rutin menyapaku dan berpenampilan sangat akhwat-pondok.

Kerudungnya yang sangat ala ala pondok begitu khas kuingat. "Milka kamu ikut SHOW ngga?" itulah kalimat pertamanya lepas maghrib jelang keberangkatan peserta SHOW. Aku hanya bisa menyayangkan diriku yang kala itu tidak bisa ikut SHOW karena dalam masa-masa genting belajar memilih prioritas. Hatiku condong untuk mengisi mentoring di sekolah kala itu. Sebab guru mengajiku hanya memberi dua pilihan, pilihlah agenda yang jika kamu tinggalkan aktivitasnya berhenti.

Selanjutnya akhwat berpenampilan pondok itu dan aku masih saling tegur sapa dan bertukar senyum hangat. Hingga tibalah sebuah masa di mana ALLAH benar-benar menyatukan hati kami.

Revival Camp With FBS. Kau mendaftar, aku mendaftar, ya, kita akan segera bertemu di tempat itu.

Masih belum akrab, berada dalam satu bis yang sama menuju Curug Cilember, kita berjajar rapi dengan DH tersayang. Pokoknya malam itu kita menempel kemana-mana.

Hingga saat segala aktivitas dimulai, kita bersama, ya hampir di setiap aktivitas. Bahkan kita sempat mengambil sebuah foto bersama, dan (maasyaaAllah) rasanya kala kulihat fotonya kembali, pose foto kita rasanya sudah seperti kawan lama saja. Terlihat begitu akrab.

Lepas agenda itu pun kita kembali diikat dengan agenda lainnya, seterusnya, dan seterusnya. Sampai pada masa aku menginap di kosanmu, kamu menginap di kosanku. Kemudian kita saling mendongkrak iman dan ibadah kita. Pun sampai kamu merawatku kala sakit, dan aku merawatmu kala sakit. Makan bersama kala atm kita sama-sama tidak bersaldo (ahaha). Aku mengenal ibu ayah dan kedua adikmu, kamu pun bertemu ibu ayah dan kakakku. Kita saling meminjam baju. Kita bertukar hadiah. Kita menangis bersama, terbahak-bahak bersama, syahdu dalam renung diri bersama, bahkan sempat pula saling diam karena berbeda pendapat. SEGALANYA pernah.

Lalu, apakah masih ada hal yang kurang membuktikan bahwa kamu adalah saudari terbaikku? Sekali-kali tidak.

Aku berani mengatakannya NR, bahwa aku mencintamu karena-Nya.

Uhibbuki fillah..lillah..billah..

Fawatsiqillahumma rabithataha.

Isak tangis terakhir saat tahu bahwa kita akan terpisah waktu dan amanah masih kubawa sampai ke rumah hari itu. Aku berusaha keras menahan air mata yang rasanya ingin sekali terjatuh dihari perpisahan. Tetapi seketika malah jadi menderas kala melihat segala kenangan kita tergores dalam sorot mata dan pelukanmu hari itu.

I love you, my dearest ukhti :)

A special blog to you Siti Nurul Hidayah.

M.A.
Jakarta bagian Menteng
23.04 wib

Thursday, May 5, 2016

Berapa banyak waktu terbuang?

Bismillaah

AMANAH

Sekeras apapun manusia berjuang, namun jika sebuah amanah belum dititipkan-Nya pada pundak-pundak kita, selamanya tak akan pernah kita mengemban amanah itu.

Sebaliknya pun sama, seingin apapun kita berlari menjauh dari amanah, jika Allah ta`ala telah memberikan kekuatan berupa amanah pada pundak-pundak kita, siapa yang sanggup menolaknya?

Orang-orang yang beriman, ialah mu`min yang mampu mengemban apa yang telah dititipkan-Nya, tak lebih, tak kurang. Seperti yang telah Allah firmankan dalam surah al mu`minun ayat ke-8, bahwa ciri orang mu`min adalah mampu memelihara amanat-amanat dan janji yang dipikulnya.

"Walladziinahum li amaanaatihim wa ahdihim roo`uun.."

Amar ma`ruf adalah amanah
Nahi munkar ialah amanah
Ummat ini juga amanah
Ukhuwah islamiyyah pun sebuah amanah

Jangan siakan. Jika kita masih menemukan semua itu pada pundak-pundak kita, maka mari bersyukur, bersabar, menikmati, dan bahagia.. Sebab Allah masih memberikannya kepada kita.

Amanah bentuknya tidak selalu besar, tidak selalu hebat, tidak selalu terpandang, hal-hal kecil dan sederhana pun jika memang dititipkan-Nya pada pundak kita, ia adalah amanah. Maka, marilah kita tempatkan ia pada tempat yang benar.

Ayyuhal ikhwah.. Mari tetap bersama ummat, tumbuh kembangkan kebaikan, cegah dan jauhkan kemunkaran, serta romantiskan ukhuwah saudara seiman.

Jika AMANAH hanya dipusingkan, direbut, dan diributkan, berapa banyak sudah waktu yang terbuang?

MA.

Sunday, April 17, 2016

Malam Minggu Mabit

Bismillaah

Siapa sih yang ngga seneng dalam waktu semalam bisa mendapatkan 3M bersama orang tersayang? Malah bukan hanya rasa senang, tapi lebih dari itu rasa tenang, beuh.. 3M. Dijamin para muda-mudi yang mau cepat kaya (kaya hati), dapetin deh 3M disetiap bulannya. Free, ga dipotong pajak, seriously.

Malam Minggu Mabit alias 3M, nampaknya akan jadi aktivitas rutinan selama sekali dalam sebulan. Semoga Allah istiqomahkan di tengah segala kesibukan yang juga rutin dikerjakan.

Agenda #MudaBerdakwah di masjid Nurul Badar. Tausiyah malam hari tentang tassamuh dari ustadz Akmal sjafril di masjid itu nikmat sekali untuk didengarkan dan dicatat setiap poin pentingnya, ditambah momen sharing dari seorang hafidz 30 juz, serta games ukhuwah dengan menatap wajah saudarimu selama beberapa menit dengan lantunan Ar Rahman sambil menggenggam erat tangannya, "maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan?" hingga penutup aktivitas dengan tahajud dan shubuh berjama`ah.

Alhamdulillaahilladzi bini`matihi tatimmushalihaat.

3M kali ini dilakukan bersama seorang akhawat sanguinis berinisial AZ, kawan cerita dari yang serius hingga yang koplaq, kawan nyemplung bareng di legis kampus, kawan yang kalo flashback ternyata perkenalan kita karena sekadar sksd aja, pokoknya kawan yang frekuensinya satu getaran. Hei AZ, ukhuwah bersamamu itu rasa manisnya semanis coklat paling enak yang pernah kumakan~ yuk temenan sampai syurgaaa. *aamiin* *gombalin* *pastimempan*

Maasyaa Allah pokoknya jika 3M bisa dijadikan aktivitas sekali sebulan. Sebab kita memang butuh, apalagi mereka yang sudah terikat pada sebuah tempat bekerja. Tempat kini dan tempat kemarin merupakan dua hal dengan rasa dan nuansa yang berbeda. Jika di kampus kesenangan dan ketenangan hati bisa direguk bersama orang-orang tersayang, di kantor hanya kesenangan yang biasa dicari bersama para kolega.

Yaa muqallibal quluub, tsabbit quluubana `ala diinik, wa tsabbit quluubana `ala tha'atik. Tsabbit aqdaamana yaa Rabb..

Aamiin yaa Mujiibassa`ilin..

Wednesday, March 16, 2016

From Asriani Rodiah

Bismillaah

Jika ini puisi, maka katakanlah jika saja
Jika ini sepatah dua patah, maka patahannya bahkan melebihi patahan lempengan bumi

Bukankah itu besar?

Ya bahkan kurang besar

Karena ganjaran kebaikan tak bisa ada ukurnya

Apalagi kebaikan yg terus menerus

Yaa semuanya akan terus beranak pinak

Mungkin bisa berkawan dengan amuba yg membelah diri

Banyak yaa katakanlah saja

Surga itu satu doa
Ridho Allah itu doa utama

Nanti kita main2 lg ya kak di taman surga

Tenang
Kenangan kita dicatat baik oleh malaikat2 yg telah datang bertumpuk-tumpuk

İya ini ada kakak Milka dan kita mentee nya

Jika ingin berucap takdir

Maka kita adalah bagian dr org2 yg berkumpul, bertemu dan berpisah karena Allah

Uhibbuki fillah, Kak Milka

(Asri yaaa yg begini saja)

Thursday, February 25, 2016

Gula-gula kapas

Bismillaah

Hijrah, adalah kondisi di mana kita meninggalkan sesuatu untuk menuju sesuatu yang baru dan --insyaaAllah-- harapannya jauh lebih baik. Sedangkan sedih, adalah rasa di mana tidak banyak kata yang mampu diucap, tetapi justru mata yang banyak berucap.

Saya, semakin hari menyadari bahwa saya betul-betul mencintai mereka, lillaahi ta'ala. Apa ada hal termanis yang kita dapatkan dalam jalan ini selain ukhuwah semanis gula-gula kapas? Itu adalah hal termanis yang pernah saya kecap selama lebih kurang 5 tahun belakangan ini.

Begitupun kesedihan, adakah hal yang lebih menyakitkan daripada jarak antara ukhuwah seharum gula-gula kapas tadi? Singkatnya hanya mata ini yang mampu menyampaikan pesan dalam syahdunya pertemuan kedua telapak tangan kala berdo'a.

Apadaya lisan yang kelu dan malu untuk mengaku bahwa saya rindu. Sedari jauh-jauh hari sebelum saya tersadar bahwa akan benar-benar "pindah" dari tempat itu.

Saya, tidak ingin menjadi sekadar teman-teman akrab kalian di dunia ini, sekiranya Allah berkenan, mari kita berdo'a dengan khidmat, meminta agar Allah bangunkan UNJ kedua di jannah-Nya, reuni abadi, kita benar-benar keluarga, tanpa jarak ukhuwah :)

Astaudi'ukallah, yaa muqallibal qullub tsabbit qulubana 'ala diinik wa 'ala tha'atik.

00.31
Bojong Gede
Hujan, hujan, hujan.

Sunday, August 30, 2015

truth, or truth?

Bismillah

Masih menempel dengan kuat ingatan TOT di kamar nadya, kami bertiga bersama anisa di tengah malam itu, dan tibalah saat giliranku.

"Hm. Aku mau tanya! Milka, apa rencana kamu setelah lulus kuliah?" tanya nad mantap terlihat serius tidak serius, entah..

Pertanyaannya, cukup membuatku berpikir keras, namun seketika kutemukan jawabnya, "DS, balik ke sekolah nad.. ngajar di cibinong dan sekitarnya, in syaa Allah."
 
"Hm. Mil... kamu tega..." respon nad seketika dengan senyum hambarnya yang kurasa ia tak percaya dg jawabanku.

Matanya terlihat berair, sepertinya. tetapi aku ragu, sebab matakulah yang serasa berair kala itu.