Powered By Blogger
Showing posts with label waktu. Show all posts
Showing posts with label waktu. Show all posts

Saturday, July 23, 2016

Nun Jauh di Sana

Bismillaah

Sudah berapa jauh kaki melangkah namun hati tetap ada nun jauh di sana. Jejak langkah yang tak dihapus dan terhapuskan masih terkenang tebal dalam ingatan.

Sudah rangkaian agenda menduduki catatan kerja tetapi rasa masih menghangat nun jauh di sana. Masih ada agenda yang bisa dikoreksi dan dipaksakan untuk kembali seperti kenangan masa lalu.

Sudah berganti suasana dengan sejumlah kolega tetapi ikatan persaudaraan masih terasa kuat nun jauh di sana. Bukan sembarang tali rupanya yang saling mengikat, bukan ikat asal ikat, jadi meski ikatan telah lama bersatu, takkan lekang oleh waktu.

Memori lama terkadang menyiksa kala ingat bahagianya, dan terasa lega kala mengingat deritanya. Saya, kini sedang berada dalam memori yang pertama.

Semoga bahagia itu terulang kembali di dalam surga, sebab mengulang kebahagiaan yang sama selama di dunia, sama saja menyiksa luka lama yang serupa. Hanya kebahagiaan abadi laksana surga yang tak pernah melukai setiap memori yang ada.

Teruntuk Yang Maha Memiliki Waktu, dalam bisuku, aku mengadu, memohon segala keridhoan-Mu dalam lapang dan sempitku.

Alhamdulillaah `ala kulli haal..

Thursday, May 5, 2016

Berapa banyak waktu terbuang?

Bismillaah

AMANAH

Sekeras apapun manusia berjuang, namun jika sebuah amanah belum dititipkan-Nya pada pundak-pundak kita, selamanya tak akan pernah kita mengemban amanah itu.

Sebaliknya pun sama, seingin apapun kita berlari menjauh dari amanah, jika Allah ta`ala telah memberikan kekuatan berupa amanah pada pundak-pundak kita, siapa yang sanggup menolaknya?

Orang-orang yang beriman, ialah mu`min yang mampu mengemban apa yang telah dititipkan-Nya, tak lebih, tak kurang. Seperti yang telah Allah firmankan dalam surah al mu`minun ayat ke-8, bahwa ciri orang mu`min adalah mampu memelihara amanat-amanat dan janji yang dipikulnya.

"Walladziinahum li amaanaatihim wa ahdihim roo`uun.."

Amar ma`ruf adalah amanah
Nahi munkar ialah amanah
Ummat ini juga amanah
Ukhuwah islamiyyah pun sebuah amanah

Jangan siakan. Jika kita masih menemukan semua itu pada pundak-pundak kita, maka mari bersyukur, bersabar, menikmati, dan bahagia.. Sebab Allah masih memberikannya kepada kita.

Amanah bentuknya tidak selalu besar, tidak selalu hebat, tidak selalu terpandang, hal-hal kecil dan sederhana pun jika memang dititipkan-Nya pada pundak kita, ia adalah amanah. Maka, marilah kita tempatkan ia pada tempat yang benar.

Ayyuhal ikhwah.. Mari tetap bersama ummat, tumbuh kembangkan kebaikan, cegah dan jauhkan kemunkaran, serta romantiskan ukhuwah saudara seiman.

Jika AMANAH hanya dipusingkan, direbut, dan diributkan, berapa banyak sudah waktu yang terbuang?

MA.

Monday, November 16, 2015

Sang Waktu

Sang waktu. Bagaimana jadinya jika kita tak mampu menghormatinya, tidak menghargai keberadaannya, dan bahkan masuk dalam kategori yang melalaikan? na`udzubillahi min dzalik. 

Pada hakikatnya, sang waktu akan terus berlari, lurus, tiada berbalik, apalagi menoleh, tiada rasa kasihan, tiada peduli, terhadap mereka yang berdiam diri.

Sang waktu, Allah ingatkan dalam berbagai tempat di dalam al Qur'an. Seperti "wad  dhuhaa", "wal layli idza yaghsyaa", "wasy syamsi wadhuhahaa". Allah menekankan firmannya berulangkali dengan penanda waktu. Apalagi kehebatan sang waktu semakin bertambah-tambah dengan turunnya ayat "wal ashr," ya, demi masa.

Barangsiapa lalai dalam waktunya, sungguh waktu takkan berbalik kepadanya. Meski kita menangis, memohon, agar ia kembali barang satu jam saja, mustahil akan terjadi. Sebab sang waktu, adalah ratu. Ia berani dan penuh arogansi, ia meninggalkan siapapun yang lalai dan tidak peduli.

"Innal insaana lafii khusr,"
sungguh, manusia berada dalam kerugian yang nyata!


Lalu bagaimana cara agar tiada merugi? Maka surah Al ashr ayat tiga menjadi sebaik-baik penjelas bagi manusia tentang hal yang mesti dijalani, yakni "kecuali yang beriman dan beramal shalih."

Beriman, dan beramal shalih. Ialah hidup dengan kedalaman iman terhadap Allah, bersama dengan cahaya Qur'an dan tuntunan Rasulullah shalallahu 'alaihi wassallam. Mengikuti akidahnya - ibadahnya - serta akhlaknya yang mulia, serta hidup dengan terus meninggikan ilmu dan menyeimbangkan dengan amal, melakukan segala sesuatu yang bernilai manfaat.

Percayalah kita tidak berlama-lama di dunia, sebab akhirat sudah mengikat, kita akan berada di sana dalam keabadian yang nyata. 

Demi masa,
Demi matahari dan sinarnya dipagi hari,
Demi waktu matahari sepenggalah naik,
Demi malam apabila menutupi,
Demi Allah.. waktu terus berlari, dan tiada kembali.






Allahu a`lam
THE REAL YOUNG MUSLIM
IG & Twitter: @RealYoungMuslim
#AyoMentoring