Pepatah Yunani kuno berkata: "Scripta Manent, Verba Volant". Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan hilang bersama hembusan angin.
Sunday, August 21, 2016
Adrusu al lughatul arabiyah
Masa'ul khayr yaa shadiqiy
Kaifa halukum? :)
Akhirnya kesampaian.. semoga Allah ridho, semoga dimudahkan semangat ini dalam rangka "darasa al lughatul jannah".
Syukran jaziilan yaa ustadzatii (eceu) intannn.
Uhibbu al lughatul arabiyah! ^^ zaadanallahu fii 'ilmiy. Aamiin
Semangat ahad!
Saturday, July 23, 2016
Nun Jauh di Sana
Sudah berapa jauh kaki melangkah namun hati tetap ada nun jauh di sana. Jejak langkah yang tak dihapus dan terhapuskan masih terkenang tebal dalam ingatan.
Sudah rangkaian agenda menduduki catatan kerja tetapi rasa masih menghangat nun jauh di sana. Masih ada agenda yang bisa dikoreksi dan dipaksakan untuk kembali seperti kenangan masa lalu.
Sudah berganti suasana dengan sejumlah kolega tetapi ikatan persaudaraan masih terasa kuat nun jauh di sana. Bukan sembarang tali rupanya yang saling mengikat, bukan ikat asal ikat, jadi meski ikatan telah lama bersatu, takkan lekang oleh waktu.
Memori lama terkadang menyiksa kala ingat bahagianya, dan terasa lega kala mengingat deritanya. Saya, kini sedang berada dalam memori yang pertama.
Semoga bahagia itu terulang kembali di dalam surga, sebab mengulang kebahagiaan yang sama selama di dunia, sama saja menyiksa luka lama yang serupa. Hanya kebahagiaan abadi laksana surga yang tak pernah melukai setiap memori yang ada.
Teruntuk Yang Maha Memiliki Waktu, dalam bisuku, aku mengadu, memohon segala keridhoan-Mu dalam lapang dan sempitku.
Alhamdulillaah `ala kulli haal..
Saturday, June 25, 2016
Berkunjung ke rumah eyang Habibie!
25/06/2016, merupakan salah satu momen bersejarah dalam hidup. Bagaimana tidak? Mengunjungi secara kekeluargaan rumah seorang presiden ke-3 Indonesia, bacharuddin jusuf habibie.
Melalui hubungan yang baik antara kantor dan beliau, sebanyak lima orang berkesempatan hadir sebagai tamu dan membantu kelancaran jalannya acara ulang tahun eyang yang kedelapanpuluh, dan ini adalah syukuran spesial milad eyang yang pada tahun-tahun sebelumnya tak pernah diadakan.
Bersama ibu Nana (direktur Pendidikan), madame Farah (wapim departemen Bahasa), teh Lindu (staf departemen Akademik), dan mba Yuni (sekretaris CEO), kami berangkat seperti biasa dengan mobil kantor menuju kediaman habibie di Patra Kuningan Jaksel.
Tidak semua orang bisa masuk ke rumahnya, maka tak ada alasan terbaik bagiku untuk menolak untuk jadi bagian yang datang ke rumah eyang habibie nan super cerdas dan bersahaja.
Sesampainya di sana suasana masih persiapan-persiapan kecil, belum seramai dan sesibuk sore hari. Kami dipersilakan mengambil foto-foto di rumah eyang, "apa yang bisa kami bantu?", ucap salah seorang rekan kepada kepala kerumahtanggaan habibie.
"sejauh ini belum, foto-foto dulu saja", ucapnya sambil tertawa kecil. Sesaat kemudian beliau menunjukkan kami rundown acara hari itu yang telah di acc oleh bapak Rubijanto.
Benar saja kamipun mengelilingi rumah habibie pada waktu sore menjelang ashar kemarin. Syahdu rasanya, alami, rumah beliau harum semerbak bunga, mungkin ada seratus kiriman rangkaian bunga di rumahnya hari itu. Mulai dari keluarga dekat, sahabat, kerabat, pejabat, dan sederet orang-orang hebat di Indonesia.
Semua mendo'akan eyang. Mayoritas bunga yang dikirim adalah anggrek bulan, cantik. Seorang kawan berkata, "itu karena almarhumah Ainun suka sekali dengan anggrek bulan.."
Dinding rumah beliau penuh dengan lukisan yang mayoritas adalah kaligrafi, foto-foto almarhumah Ainun pun ada di mana-mana, sesekali kudekati dan kubaca sebuah puisi tentang almarhumah di dinding rumahnya, belum apa-apa mataku sudah basah, cinta abadi dan dibangun dengan loyalitas dunia-akhirat yang tak terasa telah lebih dari lima dasawarsa.
Kolam ikan yang begitu natural sebab terbuat dari kaca, yang penuh dengan warna-warni ikan koi tentu semakin menghidupkan rumah eyang, apalagi itu terletak dekat dengan perpustakaan Habibie-Ainun yang bersebelahan dengan taman hijau nan rindang penuh kicauan burung-burung yang terbang bebas, tanpa sekat-sekat kandang.
Tak jauh dari sana, ada lukisan besar bernuansa hitam putih, habibie-ainun yang sedang berboncengan sepeda dengan tagline, "Cinta Tanpa Batas". Kuperhatikan betul semua sisi rumahnya, segala cerita dan sejarah hidup eyang seperti berkelibat langsung dipikiran-pikiranku.
Plafon-plafon yang dibangun dengan ukiran jawa, lantai dengan gambar negara Indonesia, foto-foto keluarga, serta dinding kayu dan kaca membuat rumah eyang sangat elegan dan sangat Indonesia.
Dari seluruh tempat di rumah beliau, hanya satu titik yang sangat menarik pandanganku. Perpustakaan Habibie-Ainun. Perpustakaan yang dulu kulihat ditelevisi. Pertama kali melihat dilayar kaca saja aku ingat benar apa yang kukatakan, "ah bagus banget, ya Allah mau ke sana! mau buat perpus kayak punya eyangggg".
Adzan ashar pun akhirnya berkumandang setelah lama berjalan-jalan di pendopo Habibie-Ainun, rasanya kami bukan tamu di sana, melainkan seperti keluarga, mondar-mandir, duduk di mana-mana, tak ada yang melarang kami. Satu kabar gembira yang kudengar adalah, "shalatnya di perpustakaan habibie-ainun ya.." rasanya aku ingin berlari saja untuk sampai di sana!
Ketika masuk pertama kali, mataku rasanya tak mau berkedip. Hamparan sajadah, hamparan buku, hamparan sejarah.
Perpustakaan dua tingkat dengan sebuah tangga cantik, foto saat eyang masih menjadi presiden, rentetan penghargaan eyang, miniatur-miniatur pesawat kesukaan eyang, dan pemandangan lepas ke taman hijau sebelah perpustakaan sangat menenangkan dan menyenangkan.
Kudekati satu persatu rak buku eyang, kulihat buku-buku yang pernah dibacanya, beberapa buku yang kubuka adalah buku yang dikirimkan langsung oleh si penulis kepada eyang. Rasanya seperti semua orang menyayangi sosok super cerdas dan bersahaja itu.
Ah perpustakaan itu, aku harus punya ruang baca dan penyimpan buku seindah itu.
Sekitar pukul 16.30 tamu undangan sudah banyak berdatangan, kami berlima ditambah ka Reyra dan teh Dara, diminta membantu menerima tamu undangan di tempat buku tamu. Di sana kami bertemu dari mulai tetangga dekat sekumpulan ibu-ibu pengajian bersama almarhumah Ainun, hingga mereka yang sangat terkenal dan berkali-kali kita lihat di layar kaca. Rangkaian bunga pun selalu berdatangan dan belum berhenti hingga malam menjelang.
Di tengah ramainya buka bersama, shalat maghrib tetap dilaksanakan dengan khusyuk di perpustakaan habibie-ainun, hingga shalat isya, dan tarawih. Betapa tawazunnya kehidupan eyang. Betapa tidak sombongnya eyang, dengan akal cerdas dan segala kebaikan hidup yang Allah limpahkan, dunia ternyata tidak mengalihkannya.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan ramah tamah bersama eyang, kami bersalaman dan mendo'akan segala kebaikan untuk habibie. Tangan keriput eyang membuatku teringat akan sosok almarhum kakek yang paling kusayang, Angku.
Banyak ibrah yang bisa diambil hari itu.
Alhamdulillaahilladzi bini'matihi tatimmushalihaat.
Miruka Angguna
Ahad, 26/06/2016
10.43 am
Thursday, June 9, 2016
NR
Bismillaah
Heloo, NR, aku lupa kapan tepatnya tanggal pertama kali kita saling sapa setelah masa MPA berakhir, katamu kau mengenalku karena aku naik ke atas panggung itu hehe. Hanya satu yang kuingat, entah, pertama kalinya hidup di dunia kampus ada seorang akhwat sepertimu yang rutin menyapaku dan berpenampilan sangat akhwat-pondok.
Kerudungnya yang sangat ala ala pondok begitu khas kuingat. "Milka kamu ikut SHOW ngga?" itulah kalimat pertamanya lepas maghrib jelang keberangkatan peserta SHOW. Aku hanya bisa menyayangkan diriku yang kala itu tidak bisa ikut SHOW karena dalam masa-masa genting belajar memilih prioritas. Hatiku condong untuk mengisi mentoring di sekolah kala itu. Sebab guru mengajiku hanya memberi dua pilihan, pilihlah agenda yang jika kamu tinggalkan aktivitasnya berhenti.
Selanjutnya akhwat berpenampilan pondok itu dan aku masih saling tegur sapa dan bertukar senyum hangat. Hingga tibalah sebuah masa di mana ALLAH benar-benar menyatukan hati kami.
Revival Camp With FBS. Kau mendaftar, aku mendaftar, ya, kita akan segera bertemu di tempat itu.
Masih belum akrab, berada dalam satu bis yang sama menuju Curug Cilember, kita berjajar rapi dengan DH tersayang. Pokoknya malam itu kita menempel kemana-mana.
Hingga saat segala aktivitas dimulai, kita bersama, ya hampir di setiap aktivitas. Bahkan kita sempat mengambil sebuah foto bersama, dan (maasyaaAllah) rasanya kala kulihat fotonya kembali, pose foto kita rasanya sudah seperti kawan lama saja. Terlihat begitu akrab.
Lepas agenda itu pun kita kembali diikat dengan agenda lainnya, seterusnya, dan seterusnya. Sampai pada masa aku menginap di kosanmu, kamu menginap di kosanku. Kemudian kita saling mendongkrak iman dan ibadah kita. Pun sampai kamu merawatku kala sakit, dan aku merawatmu kala sakit. Makan bersama kala atm kita sama-sama tidak bersaldo (ahaha). Aku mengenal ibu ayah dan kedua adikmu, kamu pun bertemu ibu ayah dan kakakku. Kita saling meminjam baju. Kita bertukar hadiah. Kita menangis bersama, terbahak-bahak bersama, syahdu dalam renung diri bersama, bahkan sempat pula saling diam karena berbeda pendapat. SEGALANYA pernah.
Lalu, apakah masih ada hal yang kurang membuktikan bahwa kamu adalah saudari terbaikku? Sekali-kali tidak.
Aku berani mengatakannya NR, bahwa aku mencintamu karena-Nya.
Uhibbuki fillah..lillah..billah..
Fawatsiqillahumma rabithataha.
Isak tangis terakhir saat tahu bahwa kita akan terpisah waktu dan amanah masih kubawa sampai ke rumah hari itu. Aku berusaha keras menahan air mata yang rasanya ingin sekali terjatuh dihari perpisahan. Tetapi seketika malah jadi menderas kala melihat segala kenangan kita tergores dalam sorot mata dan pelukanmu hari itu.
I love you, my dearest ukhti :)
A special blog to you Siti Nurul Hidayah.
M.A.
Jakarta bagian Menteng
23.04 wib
Wednesday, May 18, 2016
Di antara ribuan kata
Bismillaah
Ada hal tak terduga yang terjadi kemarin hari, hal yang setelah saya evaluasi kembali bisa jadi dia terwujud dari sebuah lisan yang mengucap dengan penuh harap.
--------
Masih ingatkah sebuah kisah yang bercerita tentang seseorang yang ingin menyebrang dan hampir tertabrak seorang pengemudi mobil mewah?
Kemudian sang pengemudi turun dan meneriaki pejalan kaki tersebut, "eh kalau jalan liat-liat dong, Buta Ya???"
Tak berapa lama itu terjadi, si pejalan kaki matanya terkena pecahan kaca dan seketika buta.
Na`udzubillahi min dzaalik.
--------
Jumat pekan lalu, saat sore begitu melelahkan, saat wajah orang rumah mulai terbayang, dan ah, masih ada sabtu, masih ada sesuatu. Waktu di rumah rasanya tidak pernah lama lima tahun belakangan.
Jumat sore itu rasanya saya ingat benar, asal berucap dengan penuh harap, "huhu liburan enak nih.. setiap hari pastilah yang dilihat kendaraan yang lalu lalang, tumpukan kertas, tempat yang sama, kolega yang sama, anak-anak yang sama, semua yang terekam mata sama, dan otakku rasanya perlu pemandangan segar untuk mengembalikan fungsinya hehehe..", ucap saya kepada dua orang kawan sepulang dari kantor.
"iya betul, aku suka hiking lho dulu pas weekend," timpal seorang kawan berdarah india, Pryanka.
"wah kebayang Pya, pasti fresh banget ituu." balasku meng-aamiin-kan semoga mendapat momen itu kembali di tengah waktu bekerja yang padat, alam oh alam..
---------
Dan tebak, apa yang terjadi kemarin hari?
Allah benar-benar membuat saya bertemu dengan pemandangan luas. Di sebuah taman wisata alam di bagian utara kota jakarta. Taman Mangrove. Menemani Shayma Nabaoui yang ingin melakukan ekskursi, seorang mahasiswi Prancis yang kini magang di kantor selama dua bulan ke depan, ia berdarah Maroko tetapi lahir di Prancis.
Pemandangan di Taman Mangrove memberikan rekaman baru untuk disampaikan oleh mata kepada sang otak.
Refresh!
Dari evaluasi tadi saya jadi semakin meyakini, bahwa di antara RIBUAN kata yang terucap setiap saat, kita tak akan pernah tahu, Ucapan mana yang akan Allah IJABAH.
So, let's be positive guys!
Alhamdulillaahilladzi bini`matihi tatimmushalihaat..
Sunday, April 17, 2016
Malam Minggu Mabit
Bismillaah
Siapa sih yang ngga seneng dalam waktu semalam bisa mendapatkan 3M bersama orang tersayang? Malah bukan hanya rasa senang, tapi lebih dari itu rasa tenang, beuh.. 3M. Dijamin para muda-mudi yang mau cepat kaya (kaya hati), dapetin deh 3M disetiap bulannya. Free, ga dipotong pajak, seriously.
Malam Minggu Mabit alias 3M, nampaknya akan jadi aktivitas rutinan selama sekali dalam sebulan. Semoga Allah istiqomahkan di tengah segala kesibukan yang juga rutin dikerjakan.
Agenda #MudaBerdakwah di masjid Nurul Badar. Tausiyah malam hari tentang tassamuh dari ustadz Akmal sjafril di masjid itu nikmat sekali untuk didengarkan dan dicatat setiap poin pentingnya, ditambah momen sharing dari seorang hafidz 30 juz, serta games ukhuwah dengan menatap wajah saudarimu selama beberapa menit dengan lantunan Ar Rahman sambil menggenggam erat tangannya, "maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan?" hingga penutup aktivitas dengan tahajud dan shubuh berjama`ah.
Alhamdulillaahilladzi bini`matihi tatimmushalihaat.
3M kali ini dilakukan bersama seorang akhawat sanguinis berinisial AZ, kawan cerita dari yang serius hingga yang koplaq, kawan nyemplung bareng di legis kampus, kawan yang kalo flashback ternyata perkenalan kita karena sekadar sksd aja, pokoknya kawan yang frekuensinya satu getaran. Hei AZ, ukhuwah bersamamu itu rasa manisnya semanis coklat paling enak yang pernah kumakan~ yuk temenan sampai syurgaaa. *aamiin* *gombalin* *pastimempan*
Maasyaa Allah pokoknya jika 3M bisa dijadikan aktivitas sekali sebulan. Sebab kita memang butuh, apalagi mereka yang sudah terikat pada sebuah tempat bekerja. Tempat kini dan tempat kemarin merupakan dua hal dengan rasa dan nuansa yang berbeda. Jika di kampus kesenangan dan ketenangan hati bisa direguk bersama orang-orang tersayang, di kantor hanya kesenangan yang biasa dicari bersama para kolega.
Yaa muqallibal quluub, tsabbit quluubana `ala diinik, wa tsabbit quluubana `ala tha'atik. Tsabbit aqdaamana yaa Rabb..
Aamiin yaa Mujiibassa`ilin..
Sunday, March 27, 2016
Karena Allah
Monday, February 1, 2016
Yudisium Les Pendus
Allah est Formidable, très formidable. Il nous donne des facilités pour obtenir notre diplôme dans ce département du français. Parfaitement, nous avons ce diplôme à notre 9ème semestre!
Félicitations les pendus! nous n'avons plus besoin de sentir la ballade des pendus de Villon n'est-ce pas? :'
Je suis tellement heureuse de vous connaître :)
Zihni, Wuri, Fahmi, Eka, Selvia, Virni, Feby.
JBP 2011.
Les autres, je te souhaite tout le méilleur pour vous ;)
Thursday, January 28, 2016
Sidang sebelum sidang
Entah sejak kapan, tetapi yang kuingat, detik-detik terindah setelah kuputuskan untuk mendekat pada-Nya, buatku semakin yakin bahwa semua yang kumiliki adalah pinjaman, termasuk waktu-Nya.
Adalah ia Eka puspita, seorang akhwat lembut nan tangguh tiada tara. Aku mengaguminya. Tiada satu pun alasan yang dijadikannya sebagai batu sandungan dalam dakwah ilallah. Aku mencintai caranya dalam bergerak. Bermujahadah dalam gurun dakwah yang kering akan da'i-da'iyah tangguh sepertinya. Adapula Annisa rachma arsy, Halimah gucci, Dini cloud sang mujahidah, Nadia key, Linda you can, Ainy nur anggraeni, dan segelintir akhwat fakultas merah muda lainnya. Aku menyukai keikhlasan hati mereka dalam menginfakkan waktu rehatnya guna mengajak kepada yang ma'ruf dan mencegah yang munkar.
Rasanya aku tersihir ingin menjadi setangguh mereka, well, semoga. :'
----------
'Ala kulli haal, sidang umum mtm dan bem unj kemarin adalah SU pertamaku yang tercampuri dengan aroma akademik. Sebut saja skripsi. Jauh-jauh hari ibu sudah mengkhawatirkan aku yang harus memenuhi sidang umum menjelang sidang skripsi, sampai-sampai ayah pun tak kuberitahu, karena aku pasti tidak jadi berangkat.
Aku telah berjanji kepada ibu untuk menyelesaikan segala keperluan pribadiku menjelang sidang umum 22-24 januari. Meminimalisir segala alasan yang (mungkin saja) menjadi penghambat keberangkatanku, semisal pendaftaran sidang, power point presentasi, dan seterusnya, semua selesai pada h-1 sidang umum. Berhasil, alhamdulillah, dan aku pun berangkat dengan penuh semangat (jelang demisioner).
Satu jam sebelum keberangkatan, tersiar kabar jurusan bahwa siapapun yang akan disidang skripsi pada 25 januari harus mengantarkan skripsinya ke rumah dosen penguji. Yap once more, ke rumah dosen penguji, tepatnya daerah duren sawit. Well, ada-ada saja. Kemudian kuhubungi kakak tingkatku yang akan disidang pada hari yang sama, barangkali kita bisa pergi berdua, namun tidak lama dia membalas, "skripsi km aku bawa yaa sekalian ke rumah dosennyaa". Allahu akbar. Jazakillahu khayran katsiira ka Nurul ihsiana :') aku pun berangkat menuju puncak (AFI theme song's now playing).
Sesampainya di lokasi SU, nyatanya aku tidak serta merta belajar. Ada banyak interupsi. Pegang kamera, buka laptop, kirim email, potong bakso, pasang nametag, ke toserba, jaga konsumsi, dan banyak hal lainnya yang tidak mungkin kulewatkan, terlalu sayang untuk momen terakhir. Ea.
Untungnya ada Ari senpai, anggota sohibul fraksi fbs yang (sepertinya) memahami dan coba membantuku dalam memberi arahan presentasi sidang skripsi, dia membimbing bak senior lulusan 2001, padahal dia juga baru disidang pada pekan itu. Thankyou ri, kapan kapan ditraktir cilor ya.
Ulfah, Eha, Indah, Ria, pun semua memintaku untuk tetap fokus belajar meski selang beberapa waktu, "mil, bisa tolong ini?" :D tetapi rasanya mengalir saja kerja-kerja kita, diam-diam sama merasa.. bahwa momen terakhir ini rasanya mubadzir kalau dibuang begitu saja, harus dilahap hingga penghabisannya.
Menyaksikan hari dari awal matahari terbit hingga tenggelam lagi, sambutan embun jendela pagi yang menjadi tanda bahwa udara begitu basah, menikmati rasa sejuk yang tidak terlampau dingin, meski ya.. sesekali dingin terasa menggigit, terlebih saat hujan mengguyur bumi seharian penuh. Tetapi aku menikmatinya dengan penuh kesyukuran, masih bersama mereka, MTM 15 :)
Tibalah saatnya berakhir, ketika resmi berhenti dari struktur Majelis Tinggi Mahasiswa UNJ 2015, khidmat, bersama hujan dan angin sejuk yang menyapa pipi secara bergantian. Gugup. Detik-detik saat mendengar Didik membacakan Laporan kerjanya yang telah disihir menjadi lebih indah oleh seorang sekjend bernama Indah (gooks). Setelah konsideran dibacakan, dan kepengurusan berpindah kepada MTM 16, desir hati tak lagi terbendung, barakallahu fiikum adik-adik, selamat berjuang!
Perjalanan pun dimulai (lagi), roda mobil tlah berputar kembali menuju kota Jakarta, kududuk samping pak tni yang sedang bekerja, mengendarai tronton supaya baik jalannya, hei, ~ (oke sekip) :p
Sore itu, hanya tergambar memori setahun belakangan yang bermain riang dalam benakku, memori manis-asem-asin rame rasanya bersama MTM 15. Ya meski sesekali lamunanku harus diganggu oleh serangkaian kalimat yang kubaca dengan fonetik sengau, bahasa yang akan kugunakan penuh pada esok hari dalam sebuah ruang di gedung Fbs, bertema sidang skripsi.
Allah yubaariik fiina..
-MA-
Wednesday, January 6, 2016
See you
Sunday, November 15, 2015
My First Trial - Panahan
Sejujurnya mata pelajaran yang paling tidak saya senangi selain eksakta adalah olahraga.Olahraga terakhir yang saya tekuni saat kecil adalah badminton, tapi tidaklah lama, saya tidak pernah berlatih lagi, hanya sekadar main saja saat ada kegiatan menginap bersama rekan-rekan di kampus. Tetapi semenjak membaca keutamaan sebuah olahraga yang sangat dianjurkan rasul, baik dari segi hadits maupun kesehatan psikis dan biologis, saya mulai tertarik dengan olahraga tersebut, yap, panahan. Olahraga bagi fisik dan olahrasa bagi jiwa. Melatih Konsentrasi serta Menjaga Kesabaran. Ingin sekali menekuninya lebih dalam, semoga Allah beri kesempatan. One day!
Alhamdulillaah hari ini jadi first trial! bareng Nisa juli dan dede Dias, juga dede Fatih :)
Setiap hari Uqbah bin Amir Al Juhani keluar dan berlatih memanah, kemudian ia meminta Abdullah bin Zaid agar mengikutinya namun sepertinya ia nyaris bosan. Maka Uqbah berkata, “Maukah kamu aku kabarkan sebuah hadits yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” Ia menjawab, “Mau.” Uqbah berkata, “Saya telah mendengar beliau bersabda:
“Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla akan memasukkan tiga orang ke dalam surga lantaran satu anak panah; orang yang saat membuatnya mengharapkan kebaikan, orang yang menyiapkannya di jalan Allah serta orang yang memanahkannya di jalan Allah.” Beliau bersabda: “Berlatihlah memanah dan berkuda. Dan jika kalian memilih memanah maka hal itu lebih baik daripada berkuda.” (AHMAD – 16699)
Marilah kita memulai upaya persiapan tersebut dengan melakukan apa yang jelas-jelas telah dianjurkan oleh Rasulullah saw. Di antaranya ialah memanah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berada di atas mimbar berkata: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi. Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah!” (ABUDAUD – 2153)
http://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/nabi-muhammad-saw-menganjurkan-ummat-islam-memanah.htm#.VkiMCG5fky4
Monday, October 12, 2015
Monday, October 5, 2015
The Real Young Muslim Goes To UIN
[Tangerang] -- Senin 05 Oktober 2015, bertempat di Teater Prof. Aqib Suminto (Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi) UIN Syarif Hidayatullah, LDK KomDa FDIK menggelar Talkshow Inspiratif dengan tema "The Second Chance, Let's Move Up!"
Talkshow yang digelar dengan tujuan memperkenalkan Mentoring ini, berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme dari para audiens yang luar biasa, juga ditemani oleh moderator prestatif, Bagja Nugraha (Ketua LDK KomDa FAH 2012, Peserta Nanyang Technological University Model United Nations 2015 (Delegate of Malaysia, SPECPOL)).
Talkshow inspiratif kali ini menghadirkan dua orang narasumber yang senantiasa menggelorakan semangat #AyoMentoring, yakni Agus Budiyanto (Direktur Yayasan Indonesia Tangguh, Co-Founder Komunitas The Real Young Muslim) dan Almas Shabrina (Google Ambassador UIN Syarif Hidayatullah) yang menggantikan kehadiran Dadan Hudanul Hak (Ketua BEM KM IPB, Peraih Beasiswa Aktivis Nusantara) karena sedang dirawat di rumah sakit. Syafahullah :)
Para narasumber memaparkan penjelasan apa itu Mentoring, mengapa harus Mentoring, bagaimana ikut Mentoring, dan banyak hal lainnya yang tentunya menghidupkan SPIRIT siapapun yang hadir di dalam ruangan tersebut untuk ikut kegiatan Mentoring.
Mentoring, adalah tempat kita belajar bersama tentang agama, tempatnya mendengar dan didengar. "When you talk, you are only repeating what you already know. But if you listen, you may learn something new." Kutip ka Almas dalam perkataan Mahatma Gandhi.
Siapa sangka kawan, di balik segudang aktivitas mereka ternyata Mentoring mendapat prioritas di dalamnya. Mentoring sanggup meningkatkan Softskill mereka untuk senantiasa hidup Bermanfaat, Aktif, dan Prestatif. Serta selalu dekat dengan Ilahi Rabbi. Itu kuncinya :)
Mentoringpun menjadi tempat menempa diri tanpa menghapus potensi yang kita miliki, "Dulu, prinsip saya, meski urakan, shalat tetap tak tertinggalkan. Tampang boleh metal, tapi playlist murottal," jelas ka Agus Budianto menutup pemaparannya.
Acara ini berhasil diikuti oleh sebanyak 117 audiens dari berbagai kampus, kemudian diakhiri dengan do'a bersama dan Pendaftaran mengikuti Mentoring oleh LDK KomDa FDK.
Menarik, ya? :)
Bersiaplah! Siapa tahu sekolah atau kampusmu yang jadi tempat inspiratif berikutnya!
THE REAL YOUNG MUSLIM
IG & Twitter: @RealYoungMuslim
#AyoMentoring















