Powered By Blogger

Wednesday, August 30, 2017

Khalifah Abu Bakar & Al Qur'an

Bismillah

Bagi mayoritas kita mungkin hari senin merupakan hari terberat bagi aktivitas ba'da berakhir pekan, namun tidak dengan momen saat itu, 12 Rabi'ul Awwal tahun 11 hijriah yang tepat jatuh di hari senin, momen di mana bai'at Abu Bakar radhiyallahu 'anhu dilaksanakan penuh khidmat.

"Wahai manusia! Aku benar-benar telah diangkat untuk memimpin kalian, padahal aku bukanlah yang terbaik di antara kalian. Jika aku benar maka bantulah aku, tapi jika aku salah koreksilah aku. Kebenaran adalah amanat dan dusta adalah khianat..." pidato singkat nan abadi dari seorang Abu Bakar, ia baru saja mengemban amanah khalifah perdana di antara para sahabat sepeninggal Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam.

Perang Yamamah mengingatkan kita pada prestasi sang khalifah, Abu Bakar bersama pasukannya berhasil menebas gerakan Musailamah Al Kaddzab! Tokoh yang mengaku sebagai nabi baru, dengan izin-Nya ia tewas bersama kurang lebih 12.000 pasukan lainnya.

Dalam posisi tadi, insan biasa akan timbul rasa puas, bangga diri, atas kemenangan yang diraih. Euforia yang beresiko mengubur diri ke dalam riuh tepuk tangan pasukan perang yang masih hidup. Namun justru lain hal dengan Abu Bakar, ia malah kembali memikirkan masalah baru, wafatnya 4.000 pasukan kaum muslim penghafal dan penjaga Al Qur'an.

"Faidzaa faraghta fanshab," maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain).
[Qs. Al Insyirah : 7]

Maka setelah peristiwa kemenangan itu, Abu Bakar mulai memikirkan solusi, mencari penerus para syahid yang menyimpan Qur'an dalam dadanya. Bentuk antisipasi agar angka para penghafal dan penjaga Al Qur'an tak semakin berkurang, bilamana terjadi perang kembali.

Musyawarah pun terjadi saat itu bersama menteri paling setia, Umar bin Khattab. Meski awalnya menentang ide Umar, sebab khawatir berdosa dan khilaf dalam mengkitabkan ayat-Nya, namun lambat laun Allah subhanahu wata'aala membukakan hati Abu Bakar, hingga ia pun bersepakat dengan Umar. Dalam ikhtiyar pengumpulan ayat, Zaid bin Tsabit kemudian dipercaya sebagai penanggung jawab utama.

"Sesungguhnya engkau adalah seorang yang masih muda dan berakal cemerlang, kami tidak meragukanmu, engkau dulu pernah menulis wahyu untuk Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam, maka sekarang carilah ayat Al Qur'an itu dan kumpulkanlah!" Seru Abu Bakar penuh percaya diri kepada pemuda bernama Zaid itu.

"Maka akupun mencari dan mengumpulkan Al Qur'an dari pelepah kurma, tumpukan batu cadas, dan dari dalam dada para penghafal Al Qur'an", ungkap Zaid menaati sang khalifah penuh cinta.

Proses pengumpulan ayat tidaklah mudah, sekurang-kurangnya ia memerlukan dua syarat. Pertama, setiap mereka yang menyetorkan hafalan kepada Zaid, mestilah terjamin akhlak dan akurasi memori ingatannya. Syarat kedua, penulisan serta pembukuan setiap ayat harus disaksikan oleh 2 orang saksi, memastikan sinkronisasi antara yang dituliskan dan dilisankan para penghafal Qur'an.

Begitulah khalifah Abu Bakar, cintanya berapi-api terhadap kalamullah. Berupaya sepenuh jiwa memuliakan Al Qur'an, menjaga dan menjadikannya landasan dan aturan kehidupan. 

Hingga wafatnya ia tetap memastikan bahwa Al Qur'an tak hanya akan terjamin di dada para hafidz, namun tertulis secara akurat untuk diteruskan penjagaannya kepada ribuan generasi di depannya kelak. Meski tak selesai pada masa kekhalifahannya, namun upaya pengumpulan ayat itu terus berlanjut hingga masa kekhalifahan berikutnya.

Kini, tiba masa kita meneruskan perjuangan Rasulullah, Abu Bakar, serta para khulafaurrasyidin dalam menjaga Al Qur'an, menjadikannya sebagai pedoman hidup, ruh, akhlak, hingga air wajah Qur'ani nan teduh dipandang, dalam basuh Asy syifa, yang Allah cipta di dalam Al Qur'an.


Note to myself,

(Milka Anggun)

Sunday, July 30, 2017

Aliansi Masyarakat Selamatkan Al Aqsha (AMSA) Bogor Adakan Acara Munashoroh Palestina

Masih lekat dalam benak kaum muslim akan peristiwa besar penyerangan masjidil Aqsha pada tanggal 14 Juli 2017 lalu. Kaum muslim dilarang melaksanakan shalat Jum'at dan mengumandangkan adzan saat itu.
.
Kejahatan tersebut merupakan torehan perdana dalam sejarah penjajahan Israel, selama 50 tahun  berusaha menduduki Palestina sejak tahun 1967.
.
Pagi ini (30/07/2017) Aliansi Masyarakat Selamatkan Al Aqsha (AMSA) berkumpul di depan Cibinong City Mall bersama warga Bogor lainnya, melaksanakan acara Munashoroh (memberi pertolongan) untuk warga Palestina dan masjidil Aqsha.
.
Acara tersebut kemudian dilanjutkan dengan longmarch di sepanjang jalan Raya Pemda Bogor. Ratusan warga Bogor bersatu dalam AMSA untuk menggalang do'a dan dana. Menolong warga Palestina yang telah berjuang, membela Al Aqsha dengan harta dan nyawa.
.
Di sisi lain, acara ini juga dilaksanakan guna memberi semangat pada warga Indonesia, khususnya kota Bogor, agar ikut membuka mata dan hati terhadap saudara muslim yang ada di Palestina.
.
"Warga Bogor berkumpul hari ini sudah membuktikan, bahwa Al Aqsha adalah benar warisan nabi kita, titipan Allah yang harus terus dijaga dan dibela bersama! Alhamdulillah," ungkap salah satu orator di atas mobil sound.
.
Dana yang terkumpul sekitar 60.000.000 rupiah, akan disalurkan kepada warga Palestina melalui Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Jawa Barat.
.
Longmarch berakhir di depan Masjid Baitul Faidzin jalan tegar beriman, ditutup dengan do'a oleh ketua KNRP Bogor. Rabithah rupanya menjadi pengikat rindu ratusan hati warga Bogor dan para syuhada di Palestina.
.
.
www.ruangbicara.com

Tuesday, July 4, 2017

Balada Dede Sakit

Bismillah
.
Masih ingat dede? Bayi kucing yang didonasi oleh salah seorang kawan bulan november tahun kemarin. Kini usianya telah menginjak 10 bulan. Alhamdulillaah~
.
Sejauh ini, dia baru jatuh sakit sebanyak satu kali. Itu pun alhamdulillah masih terselamatkan :" sebab kucing seorang teman sempat dehidrasi selama beberapa hari, diinfus, tapi tak berapa lama, ia pergi :( innalillahi wa inna ilaihi raaji'un..
.
Sedihnya beberapa hari ini dede sakit untuk kedua kalinya, selera makannya hilang, badannya hangat, lesu, tidur terus, ndak mau minum, muntah, dan.. sepertinya gangguan pencernaan. Uni sempat search di google, katanya kemungkinan ada luka di ususnya sebab pernah salah makan pas main di luar rumah.
.
Atas saran seorang kawan, diberilah obat diapet dan tolak angin anak.. belum terlihat efeknya, yang jelas masih susah makan. Karena jarinya semakin pucat, yang awalnya merah muda, sekarang jadi putih pucat, akhirnya dry food si dede ditumbuk halus, dicampur madu dan air, lantas disuapi langsung ke mulutnya, ya Rabbi persis baby bulu-bulu pokonya.
.
Di samping itu, kami sering mengajaknya bicara sebagaimana nabi Sulaiman pernah meneladani dengan mengajak hewan bicara, "dede..sembuh ya sayang.." begitu terus dibarengi dengan usapan lembut di kepalanya, insyaaAllah meskipun kita tak memahami bahasa mereka, saya yakin dengan tindakan tadi itu mereka akan merasakan betapa mereka begitu disayang dan diharapkan sembuh seperti sedia kala :) the positive power!
.
Alhamdulillah, kala disuapi dede sehari bisa makan 5-6 kali, dan matanya terlihat lebih segar, tenaganya mulai ada lagi, dia mulai jalan-jalan lagi keliling rumah *lol
.
Kalau dede sampai drop lebih lama, sepertinya kami akan segera bawa ia ke dokter hewan terdekat, tempat di mana ia diberi vaksin. Smoga dede segera pulih ^^ syafahullahu syifa'an 'ajilan dede..
.
By the way, pagi ini persis saat saya hendak membereskan kasur ruang tv, saya lupa mengenakan kacamata dan dengan penuh percaya diri mengangkat 'sesuatu' di atas kasur, saya pikir itu adalah bunga Kenanga yang biasa ibu tebar di kasur dan lampit di rumah. Namun sayang seribu sayang, teksturnya bukan seperti bunga segar, melainkan bangkai segar *jijai
.
Jeng..jeng.. jasad cicak tak bernyawa tergeletak syahdu di atas kasur, tangan saya reflek melempar si cicak kembali ke atas kasur *lol. Kemudian saya buru-buru membasuh tangan dengan air dan beberapa tetes sabun cuci piring, bulu tengkuk menari-nari, "hiiiy!"
.
Saya pun menghampiri dede yang sedang termenung imut di bawah kursi makan, "dedeeee kenapa kamu bunuh cicaknyaa?", lalu saya gendong ia dan mendudukkannya persis di dekat jasad cicak buruannya, "nah, coba dihabiskan," ujar saya padanya, dengan niatan agar tidak mubazir dan 'yang paling penting' adalah saya ndak mau angkat jasad cicak itu lagi untuk kedua kalinya meski menggunakan sekop atau apapun itu. Gagal. Dede hanya memandangi haru si cicak, dan meloyor pergi *tepok jidat
.
Sekejap setelah melepas seprai, mengangkat jasad cicak dengan mata terpejam *wk, mengepel lantai, saya mencari iseng di google alasan mengapa kucing berburu hewan namun tak disantapnya. Ternyata hasilnya mengharukan, hiks. Mungkin ini tanda sayang dede setelah berhari-hari sakit dirawat langsung oleh tiga suster di rumah ahaha. Nah ini dia dugaan sementaranya, dari situs pecintakucing.com :)
.
1. Pengakuan
Saat kucing membawa pulang buruannya ke rumah, hal itu menandakan bahwa kucing anda telah mengakui rumah anda sebagai rumahnya, dan sekaligus mengakui anda sebagai bagian dari keluarga kucing.
.
2. Kasih Sayang
Kalau kucing anda membawa pulang binatang kecil dan tidak memakannya, itu merupakan sebuah bentuk ekspresi kasih sayang dari si kucing dan menjadikan binatang buruannya sebagai "hadiah".
.
3. Mencarikan Makanan
Teori yang terakhir berpendapat, bahwa kemungkinan besar kucing menganggap manusia sebagai anggota keluarga yang tidak mampu berburu. Oleh karena itu, ketika kucing membawakan pulang anda tikus atau burung mati, mereka sebetulnya sedang mencarikan anda makanan ! What a wonderful creature.
.
*Kesimpulan
Semua teori itu hanya dugaan, walau teori yang pertama lebih dekat dengan fakta.
.
Thank you dedeee, sayangnya kami ndak makan cicak :')
MaasyaaAllah laa quwwata illa billah.. Allah menciptakan segala kebaikannya dengan penuh Cinta

Wednesday, June 28, 2017

Syukur

Bismillah
.
Syawwal 1438 hijriah, alhamdulillah 'ala kulli hal. Bahagia dapat menjamunya kembali, bahagia mendengar gema takbir berulang kali, bahagia telah menikmati proses ramadhan tahun ini. Apapun itu, berbahagialah atas segala kebaikan-Nya :)
.
Sejujurnya saya sempat merasa takut sekali, jauh-jauh hari terisak dalam sujud yang dalam, ada yang hilang di baiti jannati. Saya mengkhawatirkan begitu banyak hal yang seharusnya tak boleh dikhawatirkan oleh mereka yang beriman. Saya takut hidup tanpa ayah sejauh ini. Ramadhan tanpanya, lebaran tanpanya, sehari-hari tanpanya.
.
Begitulah qalbu terombang-ambing berulang kali, suatu waktu saya yakin atas ketetapan-Nya, lain waktu saya merasa begitu takut dan khawatir. Padahal Allah senantiasa mengayomi hati dengan kalimat "laa tahzan wa laa takhaf!"
.
Kian hari rasa takut dan khawatir itu menjadi berubah sebab, kini saya justru takut dan khawatir jikalau ternyata segala nikmat yang Allah beri lalai kami syukuri, terlalu sibuk memikirkan segala keinginan hati, gemar sekali menuntut banyak hal dalam hidup ini. Faghfirlana..
.
Lalai mensyukuri hal kecil boleh jadi merupakan sebab bagi hati yang gemar menuntut hal-hal besar, rasanya hendak sekali mensyukuri segala nikmat-Nya sehingga hati menjadi tenang dan selalu merasa cukup.
.
Kunci bahagia hari ini, iman dan qana'ah.

Wednesday, May 17, 2017

Tulisan perdana! di www.ajib.fr

Bismillaah

Hamdulillaah wa syukurillah, semua berkah yang Allah limpahkan ditahun lalu itu luarbiasa. Banyak hikmah dan ibrah yang tiada henti ingin sekali Allah perlihatkan dalam hidup saya, terus-menerus. Alhamdulillaah. Pahit manis getir, tetap alhamdulillaah..
.
MaasyaaAllah laa quwwata illa billah, lepas dari aksi besar 212 (aksi bela Islam) pada 2 desember 2016 lalu, seorang rekan menyarankan saya untuk menuliskan berita dengan bahasa Prancis dan mengirimkannya pada media online di Prancis.
.
Awalnya saya sangat ragu, dan berpikir tulisan itu hanya akan berhenti pada blog saya pribadi. Namun saat diikhtiyarkan, berhari-hari tanpa kabar, tiba-tiba salah satu media favorit saya dari jaman SMA (www.ajib.fr) memuat tulisan saya di website dan halaman facebooknya!
.
Fyi: www.ajib.fr merupakan media islam semacam www.muslim.or.id di Indonesia, atau mungkin www.kabarmekkah.com yang selain memuat tsaqofah islamiyah, juga memuat kabar berita terbaru seputar agama islam.
.
Dakwah bil qalam menjadi passion terbesar saya entah dari mana muaranya berasal dan sejak kapan itu terjadi, yang jelas itu terjadi sudah lama sekali dan masih hidup hingga detik ini..
.
Biarkan dunia melihat, betapa muslim dan muslimah di Indonesia sangat besar rasa cintanya terhadap kitab suci mereka, Al qur'an..
.
Voilà:
https://www.ajib.fr/indonesie-7-millions-de-manifestant-soutenir-coran/

Saturday, May 6, 2017

9 Tahun

Bismillah
.
Sembilan tahun lalu. Alkisah, ada dua orang sahabat yang kembali Allah pertemukan secara sengaja dan "tiba-tiba".
.
Namun sungguh hebat, ada salah seorang di antara mereka yang masih mampu mengingat segala kisah persahabatannya dengan ((sangat)) rinci. Dari mulai hari perpisahan, raut wajah sedih sahabatnya, dan kebiasaan serta mimpi-mimpi sahabatnya.
.
"Aku ingat semuanya. Kamu yang dulu ingin sekali lanjut kuliah dijurusan hukum, kamu yang dulu tertunduk sedih di masa-masa akhir sekolah saat kita akan pisah, kamu yang dulu memilih duduk di bangku sebelahku saat pengumuman kelas..", hingga 'kamu-kamu' lainnya.
.
Sahabatnya terdiam takjub, ingatannya sempurna.
.
Sembilan tahun sudah. Mereka melewati beragam hal yang ternyata serupa, hanya saja mereka tak pernah lagi saling berbagi. Sampai-sampai saat saling bercerita, ekspresi wajah mereka lebih banyak terkejut dan tertawa dibanding sedih-sendunya.
.
Sembilan tahun itu. Ternyata mampu mengubah banyak hal dari dua orang sahabat itu. Mulai dari cara pandang kehidupan, keimanan, hingga harapan harapan agar Allah limpahkan keistiqomahan.
.
Sembilan tahun itu, setelah direnungkan, bagaimana mungkin mereka tahan untuk tidak saling bertemu?
.
Tulisan untuk saudari kesayangan yang tidak berubah, konsisten dengan kedewasaanya yang mendewasakan.. dari sejak 11 tahun lalu di bangku itu.
.
Nur Asiah.
.
.
Hadir pula guest star IX-8 :
Desi tresnawati, uhibbuki eyangg

Thursday, May 4, 2017

Dede

Bismillah
.
Seumur-umur ayah hanya pelihara hewan-hewan yang jarang dipelihara di rumah, seperti iguana, ular, elang, dan masih banyak lagi, sekalipun tidak pernah memelihara hewan unyu berbulu dan imut bernama kucing.
.
Kemarin sebelum pergi jauh, ayah meminta pelihara kucing, yang banyak bulunya, biar lucu :') katanya hendak merawat dan memelihara makhluk lain agar hidup lebih semangat dan bermanfaat meski terbaring di kasur. *sigh
.
Malam itu juga saya broadcast satu persatu grup whatsapp mengabarkan jika ada dalah seorang yang rela mendonasikan bayi kucingnya untuk diasuh di rumah kami. Alih-alih memberi justru banyak yang meminta balik jikalau saya mendapatkan lebih dari satu ~ >_<
.
Beberapa mengabarkan bahwa kucingnya sudah didonasikan, beberapa menyanggupi namun dengan jarak yang tidak memungkinkan, "aku di sini dan kau di sana", kucingnya di bandung pemirsaaa.
.
Hingga sampailah seorang kawan di sebuah lembaga legislatif berbaik hati menawarkan kucing milik tetangganya, Dien :') alhamdulillah jumpa di depan McD cibinong ya Dien, bayi kucingnya kubawa naik angkot ~
.
I'll never forget that day Dien :) thankssomuch, jazakillahu khayran jazaa
.
Semoga bayi kucing yang kami namai "Dede" dapat menjadi penyejuk hati di rumah kecil ini ^^