Powered By Blogger

Sunday, August 30, 2015

truth, or truth?

Bismillah

Masih menempel dengan kuat ingatan TOT di kamar nadya, kami bertiga bersama anisa di tengah malam itu, dan tibalah saat giliranku.

"Hm. Aku mau tanya! Milka, apa rencana kamu setelah lulus kuliah?" tanya nad mantap terlihat serius tidak serius, entah..

Pertanyaannya, cukup membuatku berpikir keras, namun seketika kutemukan jawabnya, "DS, balik ke sekolah nad.. ngajar di cibinong dan sekitarnya, in syaa Allah."
 
"Hm. Mil... kamu tega..." respon nad seketika dengan senyum hambarnya yang kurasa ia tak percaya dg jawabanku.

Matanya terlihat berair, sepertinya. tetapi aku ragu, sebab matakulah yang serasa berair kala itu.

Tuesday, August 11, 2015

typography iseng




Legislator, bukan seberapa heroik dia pernah berbuat, tetapi sejauh mana dia mampu bermanfaat.

:)

Sunday, August 9, 2015

Sebaik Ombak

"Maaf. Ialah ombak yang menyapu bibir pantai, menghapus segala goresan yang ada di sana"
-ka hadi k.

Segala Puji bagi Allah, Rabb semesta alam yang senantiasa mengingatkan kita akan segala kebaikan dari arah yang tak disangka-sangka.
Satu lagi perkataan dari seseorang yang kurekam dengan baik, sebuah ucap yang serasa sedang mengetuk pintu hati akan sebuah hakikat dari segores rasa yang mampu menjelma dalam sebuah kata, "maaf".
"Maaf" adalah rasa yang disimulasikan sebagai ombak. Ia menghampiri bibir pantai dan menghapus segala goresan yang tlah terukir atau bahkan jejak-jejak kaki yang pernah singgah di sana. Hingga bersihlah segalanya.

Sebaik itulah ombak menghapus segala sesuatu yang telah menggores bibir pantai. Sebaik itukah kita? Mari belajar menjadi sebaik ombak :)

Tuesday, July 28, 2015

Menemukan cinta

"Jika wajah yang membuatmu cinta, lalu bagaimana engkau mencintai Dia yang tak berupa..."
-Om Adi

Pertama kali baca status si om rasanya bikin hati nyesss. Berpikir lagi bahwa apa yang terlihat tidak selamanya menjadi sebuah kebenaran. Ternyata apa yang tak nampak perlu juga menjadi penilaian kita terhadap suatu hal, dan tentunya penilaian kita harus dibingkai dengan husnuzhan. Banyak dari kita, cepat menilai apa-apa yang telah nampak, seakan lupa bahwa ada yang berharga di balik apa yang tidak tampak. Seringnya mencintai apa yang terlihat memang lebih mudah, itulah mengapa sering kita dengar quotes "don't judge a book by the cover", dan kini yang menjadi tantangan adalah usaha kita dalam menemukan cinta terhadap apa-apa yang tidak tampak. Bersabar dalam mencinta, melalui asma'ul husna, misalnya.

Perubahan

"if you wanna make the world a better place, take a look at yourself and make a CHANGE"
-Mj-

Memang tidak semua hal bisa diubah oleh mentoring, tapi mentoring memiliki peluang untuk mengubah segalanya. Jika memang kita belum mampu mengubah bangsa ini secara utuh, setidaknya tangan-tangan ini memiliki kesempatan untuk mengubah bangsa Indonesia melalui mentoring. Dengan izin-Nya, mentoring mampu membentuk anak bangsa yang berwawasan intelektual dan tetap tawadhu', serta anak bangsa yang berakhlaqul kariimah dan tetap gawl~
Perlahan & pasti, sedikit & progresif :)

#YukMentoring

Sunday, June 21, 2015

#RamadhanGreget SMAN 2 Cibinong

#RamadhanGreget SMAN 2 Cibinong

Oleh: Annisa Juli dan Paramita Nirmalawati


                BOGOR [21/6] -- Ahad kemarin kembali menjadi hari yang tak terlupakan dibulan ramadhan, hari di mana serangkaian momen indah tercipta bersama saudara-saudari tercinta. SMAN 2 Cibinong bersama dengan Ikatan Alumni Rohis Asy-Syifa, serta The Real Young Muslim mengadakan acara Pondok Lentera Hati (POLEHA), yang rangkaiannya dimulai dari Sanlat, Mentoring Akbar, Long March, hingga Iftar On the road. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi pengobat rindu suasana Ramadhan penuh kebersamaan dan persaudaraan. Meramaikan Bulan Ramadhan yang penuh berkah dengan kegiatan yang bermanfaat.
                Serangkaian kegiatan yang diikuti oleh siswa/i SMAN 2 Cibinong sebanyak lebih dari 200 orang tersebut diawali dengan sanlat yang dimulai pada pukul 8 pagi, di masjid Baitul Faidzin  Pemda Bogor. Acara diawali dengan pembukaan oleh MC yang membawa jargon “Sanlat SMAVO 2015,  puasa ibadahku, Allah bersamaku, maghrib impianku!”, yang kemudian dilanjutkan dengan bacaan lantunan ayat suci Al-Qur’an. Pada sesi pertama, materi disampaikan oleh Ustadz Purwanto Yusdarmanto yang merupakan founder Deep Mind Power Engineering, Spiritual Hypnotherapist dan founder Cahaya Hati Wisata. Materi disampaikan secara komunikatif dengan topik “Menggapai cinta Allah!”. Tak dinyana, materi tersebut meninggalkan pesan yang mendalam kepada para peserta, yakni pesan untuk senantiasa memanfaatkan momentum bulan Ramadhan, bulan yang dipenuhi dengan berkah dan limpahan pahala, serta senantiasa selalu mencintai Allah di mana pun kita berada, meningkatkan rasa cinta kita kepada Allah dan senantiasa melakukan kebaikan karena-Nya.  
                Selepas melaksanakan sholat dzuhur, kegiatan selanjutnya adalah Mentoring Akbar di dalam satu atap masjid yang dilakukan seperti biasanya, secara berkelompok, tema yang dibahas adalah seputar Keutamaan Bulan Ramadhan. Takbir dari masing-masing kelompok terdengar ditiap sisi masjid hari itu, “Allahu akbar! Allahu akbar! Allahu akbar!”. Takbir yang menggema menjadi bukti nyata bahwa tiada semangat yang hilang di tengah siang bolong bulan ramadhan. Sungguh tiada tabir yang dapat menutupi kehangatan, keakraban, dan kekeluargaan mentoring SMAN 2 Cibinong hari itu.
                Mentoring Akbar yang berdurasi kurang lebih selama 60 menit tersebut disambung kembali dengan materi sesi kedua yang tidak kalah menarik. Materi kali ini disampaikan oleh ustadz Muhammad, seorang guru di SDIT Amalia Pakansari Cibinong, dan alumni SMAN 2 Cibinong tahun 2002. Beliau berbicara mengenai kemuliaan menghafal Al-Quran, yang dengannya manusia dapat mendatangkan berbagai keberkahan, terutama keberkahan untuk Negera Indonesia, karena Negeri ini membutuhkan anak-anak yang baik akhlaknya, pandai akalnya dan kuat imannya. Beliau juga  menyampaikan bahwa setiap generasi Islam haruslah mencintai, membaca, dan memahami Al-Qur’anul karim. Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dan menjadikan Al-Qur’an sebagai teman hidup dalam setiap perjalanan.
“POLEHA kali ini rasanya lebih bermanfaat, karena kita libur sebulan dan enggak ada kegiatan. Puasanya juga jadi enggak terasa, karena fokus dengan kegiatan, dan enggak percuma sebab bisa dapet ilmu yang bermanfaat”, ungkap salah seorang siswi smavo kelas XI tentang kegiatan sanlat tahun ini.
                Kegiatan di masjid Baitul Faidzin diakhiri dengan sholat ashar berjama’ah dan persiapan long march dari Masjid Baitul Faidzin menuju Lampu merah Daralon Pemda Bogor, tepat di jalan raya sekitar Cibinong City Mall. Acara Iftar On the road yang dilakukan oleh siswa/i SMAN 2 Cibinong, Ikatan Alumni Rohis Asy-Syifa, serta The Real Young Muslim kali ini telah bekerjasama dengan aparat kepolisian setempat. Alhamdulillah, sebanyak 2.100 bungkus makanan takjil dan 450 Al-Qur’an yang telah dipersiapkan oleh panitia Iftar sudah terbungkus rapi dalam kardus-kardus dan plastik besar, bersiap menunggu untuk dibagikan kepada warga di sepanjang jalan.
                Dengan barisan yang teratur, kami menyusuri jalan sambil menyuarakan takbir, menunjukkan bahwa kebaikan haruslah dilakukan dengan aksi nyata, tak hanya orang-orang dewasa, kami pun para remaja dan pemuda mampu melakukannya, dan kami ingin mengajak para remaja dan pemuda lain untuk peduli pada kemaslahatan umat.
                Sesampainya di lampu merah Daralon Pemda Bogor, para siswa dan alumni SMAN 2 Cibinong melakukan orasi di atas mobil sound. Mereka adalah Ketua Rohis Asy-Syifa, Ketua OSIS SMAN 2 Cibinong, dan dua orang perwakilan dari Ikatan Alumni Rohis Asy-Syifa. Menjelang adzan maghrib siswa/i telah menyebar ke beberapa titik untuk bersiap membagikan 2.100 bungkus makanan takjil dan 450 Al-Qur’an kepada warga sekitar dan pengguna jalan.
“Kami sangat appreciate ya, karena apa yang dilakukan oleh adik-adik SMA Negeri 2 Cibinong ini menjadi suatu pembelajaran untuk memperdalam dan menbekalkan mental akhlak moral yang baik secara islami, berwawasan yang lebih luas lagi untuk menuju islam yang rahmatan lil ‘alamin, sangat bagus untuk menempa adik-adik kita menjadi generasi islami yang berakhlak mulia”, jelas seorang bapak pejalan kaki yang sedang mengamati dan mengambil gambar long march kami.
                Sungguh mulianya Ramadhan menorehkan kerinduan, memunculkan semangat untuk selalu berbuat kebaikan, dan tentunya mempererat tali persaudaraan. Jika setiap Sekolah menanamkan budaya seperti SMAN 2 CIbinong, budaya mengaji dan berbagi, betapa makmurnya Negeri ini. Wallahu a‘lam bishowab.