Powered By Blogger
Showing posts with label ridho. Show all posts
Showing posts with label ridho. Show all posts

Monday, June 11, 2018

Guru Hati

Bismillah
.
Pada hakikatnya, kita semua adalah guru, adalah pendidik, bagi Hati kita. Tugas kita seyogyanya mentarbiyah ia menjadi sebaik-baik murid kehidupan.
.
Bila Hati marah, kita wajib mengingatkannya agar bersabar, agar tetap mendahulukan akal yang jernih, agar menunggu waktu yang tepat untuk mengizinkan lisan mengucap kata.
.
Bila Hati resah-gelisah-gundah, kita wajib menasihatinya dengan alaa bidzikrillahi tathmainnul quluub, surah Ar Ra'd ayat 28, boleh jadi ia lupa, bahwa sumber ketenteraman, adalah dengan mengingati kebesaran dan eksistensi Allah.
.
Bila Hati iri-hasad-dengki pada kebaikan, kita wajib memarahinya dengan peringatan paling tegas, alangkah hina hati yang gemar menghinakan, alangkah buruk hati yang menghendaki keburukan, na'udzubillah tsumma na'udzubillah.
.
Tarbiyyah Hati dengan segala kebesaran-Nya, maka ia akan semakin merunduk, merasa kecil dan hina, lemah dan tidak pantas untuk merasa sombong pada dunia.
.
Tarbiyyah Hati dengan rasa bahagia, sukacita, terutama dalam ketaatan kepada-Nya, serta ajarkan ia, agar dapat meresapi kebahagian-kebahagian di sekitarnya, yakni rasa bahagia yang dimiliki oleh saudara seimannya.
.
Tarbiyyah Hati dengan ketenangan dan keyakinan janji Allah, sehingga begitu mudah baginya untuk merindu Syurga, melakukan amalan-amalan Shalih di setiap nafasnya.
.
.
Allah..
Izinkan kami menjadi sebaik-baik guru bagi Hati kami, izinkan untuk terus belajar dan mengajarkannya, agar Engkau ridho, terhadap apa-apa yang mungkin tak dapat dilihat, tapi mampu kami rasa, ya -- Hati.
.
Faghfirlana ya Rabb
.
Ttd,
Hati yang masih terus belajar.

Saturday, July 23, 2016

Nun Jauh di Sana

Bismillaah

Sudah berapa jauh kaki melangkah namun hati tetap ada nun jauh di sana. Jejak langkah yang tak dihapus dan terhapuskan masih terkenang tebal dalam ingatan.

Sudah rangkaian agenda menduduki catatan kerja tetapi rasa masih menghangat nun jauh di sana. Masih ada agenda yang bisa dikoreksi dan dipaksakan untuk kembali seperti kenangan masa lalu.

Sudah berganti suasana dengan sejumlah kolega tetapi ikatan persaudaraan masih terasa kuat nun jauh di sana. Bukan sembarang tali rupanya yang saling mengikat, bukan ikat asal ikat, jadi meski ikatan telah lama bersatu, takkan lekang oleh waktu.

Memori lama terkadang menyiksa kala ingat bahagianya, dan terasa lega kala mengingat deritanya. Saya, kini sedang berada dalam memori yang pertama.

Semoga bahagia itu terulang kembali di dalam surga, sebab mengulang kebahagiaan yang sama selama di dunia, sama saja menyiksa luka lama yang serupa. Hanya kebahagiaan abadi laksana surga yang tak pernah melukai setiap memori yang ada.

Teruntuk Yang Maha Memiliki Waktu, dalam bisuku, aku mengadu, memohon segala keridhoan-Mu dalam lapang dan sempitku.

Alhamdulillaah `ala kulli haal..