Bismillaah
.
.
Betapa banyak kesempatan yang Allah berikan selama kita hidup di dunia, merevisi amalan-amalan kehidupan. Kurang bisa ditambah, keliru bisa diperbaiki, salah bisa dikoreksi. MaasyaaAllah
.
Berapa kali ya sudah revisian selama hidup di dunia?
.
Selain skripsi, dan laporan kerjaan
.
Semoga selalu tersadarkan, mumpung masih sempat, mumpung masih nafas, mumpung masih Allah kasih tumpangan di dunia.
.
Kejar 6 hari Syawal! Barangkali Allah terima revisinya 1000 tahun belakang dan mendatang
.
Siapapun yang baca tulisan ini, mohon do'a supaya penulis tetap semangaat!
Merevisi calon buku pertamanya ♡
.
.
Jazakumullahu khayraan
Pepatah Yunani kuno berkata: "Scripta Manent, Verba Volant". Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan hilang bersama hembusan angin.
Showing posts with label skripsi. Show all posts
Showing posts with label skripsi. Show all posts
Saturday, June 30, 2018
Revisi
Monday, August 22, 2016
Penghujung Jalan Menuju Sarjana
Bismillaah
Sedikit flashback, siapa tau dari tulisan ini ada (mungkin) sehelai manfaat yang bisa ditarik. Setelah beberes diri barusan, siap-siap makan malam dan belajar untuk mengajar anak-anak tersayang besok tak lama adik kelas almahbubah, Anisa rahim muncul dibarisan chat whatsapp. Meminta judul buku teori saat skripsi.
Ma'annajah sayangg :)
Sesaat mengingat kembali di mana buku-buku teori itu kudapatkan. Perpustakaan UNJ menjadi prioritas terakhir karena yang kuingat memang tidak ada buku teori bahasa Prancis yang berhubungan di sana, buku lama. Saya ingat betul bagaimana perjuangan mencari teori di kampus nan penuh dengan mahasiswa katolik, atmajaya. Well, berbagai buku teori linguistik tersaji siap untuk disantap, baik dalam bahasa inggris maupun prancis. Tak perlu basa-basi saya hanya mengambil buku yang saya perlukan kemudian sesaat setelahnya bergegas kembali ke kampus hijau untuk melingkar bersama para unyu-unyu tersayang.
Pekan berikutnya, saya kembali ke kampus serba kuning, UI depok. Sudah dua kali ke sana, saya masih penasaran judul buku yang tertera di layar pencarian (yang katanya) sedang dipinjam, saya menanti pengembaliannya. Alhamdulillaah meski tak bertemu yang dicari, namun Allah tetap mempertemukan saya dengan buku pilihan-Nya. #damai
Sesaat setelah berkeliling-keliling perpustakaan super besar itu, saya kembali berpisah dengan para kawan seperjuangan, mereka pulang ke rumah, saya pulang ke sekret di gedung G.
Buku yang saya cari masih belum ketemu, sekelas perpustakaan IFI di thamrin rupanya buku yang saya cari tak tersedia, sebab memang di sana lebih banyak karya sastra/buku fiksi dibanding buku-buku teori. Saya pun mengingat kembali, di mana buku yang saya cari 'rasanya' pernah saya temui.
A-ha!
'Alaa kulli hal, semua yang terjadi PASTI atas tanda accept dari Allah subhanahu wata'ala, bahkan daun yang gugur saja tak luput dari pengawasan dan izin-Nya.
Buku yang saya cari ternyata telah bertengger lama sejak tahun 2011 di lemari tua dekat dapur. Sekali lagi, sejak 2011. Sekali lagi... (krik krik sekip). Ya, saya ingat! Madame Wati pernah meminjamkan saat saya lulus SMA, meminjamkan tanpa diminta, luar biasa, "Ini Madame pinjamkan semoga bermanfaat untuk kuliahmu ya Nak.."
Allah..........
Fabiayyi 'alaa iRabbikuma tukadzibaan.
Benar saja pada penghujung 2015 buku itu sangat bermanfaat. Sangat. Dia menjadi sumber utama teori penelitian yang bukunya paling sulit kucari. Alhamdulillaah.
Grammaire Pour TOUS karangan monsieur Didier, saya mengambil teori verba transitif dan intransitif dari buku full berkah tersebut. Namun lalainya saya justru melupakan dia saat sidang menjelang. Terburu-buru mempersiapkan keberangkatan SU MTM-BEM kala itu, saya malah meninggalkan dia, klimaksnya, dari sekian buku teori yang saya bawa, hanya buku ITU yang sangat ingin dilihat oleh dosen penguji, dan saya malah melupakan dia. Astaghfirullah~
Untuk kalian (kampus manapun di seluruh Indonesia -berasa blog sudah menasional-) pokoknya yang sedang on your way menuju sarjana, terus berjuang ya! Memang bukan gelar yang kita cari, tentu saja ilmu. Tetapi tak sah rasanya jika gerbang terakhir tak kita lewati dengan penuh do'a dan ikhtiar.
Yassarallah ^^
Semoga Allah senantiasa mengisi hidup kita dengan ilmu.. zadanallahu fii 'ilmiy!
Jakpus, menteng, kalipasir
22-08-2016
20:27 wib
Sedikit flashback, siapa tau dari tulisan ini ada (mungkin) sehelai manfaat yang bisa ditarik. Setelah beberes diri barusan, siap-siap makan malam dan belajar untuk mengajar anak-anak tersayang besok tak lama adik kelas almahbubah, Anisa rahim muncul dibarisan chat whatsapp. Meminta judul buku teori saat skripsi.
Ma'annajah sayangg :)
Sesaat mengingat kembali di mana buku-buku teori itu kudapatkan. Perpustakaan UNJ menjadi prioritas terakhir karena yang kuingat memang tidak ada buku teori bahasa Prancis yang berhubungan di sana, buku lama. Saya ingat betul bagaimana perjuangan mencari teori di kampus nan penuh dengan mahasiswa katolik, atmajaya. Well, berbagai buku teori linguistik tersaji siap untuk disantap, baik dalam bahasa inggris maupun prancis. Tak perlu basa-basi saya hanya mengambil buku yang saya perlukan kemudian sesaat setelahnya bergegas kembali ke kampus hijau untuk melingkar bersama para unyu-unyu tersayang.
Pekan berikutnya, saya kembali ke kampus serba kuning, UI depok. Sudah dua kali ke sana, saya masih penasaran judul buku yang tertera di layar pencarian (yang katanya) sedang dipinjam, saya menanti pengembaliannya. Alhamdulillaah meski tak bertemu yang dicari, namun Allah tetap mempertemukan saya dengan buku pilihan-Nya. #damai
Sesaat setelah berkeliling-keliling perpustakaan super besar itu, saya kembali berpisah dengan para kawan seperjuangan, mereka pulang ke rumah, saya pulang ke sekret di gedung G.
Buku yang saya cari masih belum ketemu, sekelas perpustakaan IFI di thamrin rupanya buku yang saya cari tak tersedia, sebab memang di sana lebih banyak karya sastra/buku fiksi dibanding buku-buku teori. Saya pun mengingat kembali, di mana buku yang saya cari 'rasanya' pernah saya temui.
A-ha!
'Alaa kulli hal, semua yang terjadi PASTI atas tanda accept dari Allah subhanahu wata'ala, bahkan daun yang gugur saja tak luput dari pengawasan dan izin-Nya.
Buku yang saya cari ternyata telah bertengger lama sejak tahun 2011 di lemari tua dekat dapur. Sekali lagi, sejak 2011. Sekali lagi... (krik krik sekip). Ya, saya ingat! Madame Wati pernah meminjamkan saat saya lulus SMA, meminjamkan tanpa diminta, luar biasa, "Ini Madame pinjamkan semoga bermanfaat untuk kuliahmu ya Nak.."
Allah..........
Fabiayyi 'alaa iRabbikuma tukadzibaan.
Benar saja pada penghujung 2015 buku itu sangat bermanfaat. Sangat. Dia menjadi sumber utama teori penelitian yang bukunya paling sulit kucari. Alhamdulillaah.
Grammaire Pour TOUS karangan monsieur Didier, saya mengambil teori verba transitif dan intransitif dari buku full berkah tersebut. Namun lalainya saya justru melupakan dia saat sidang menjelang. Terburu-buru mempersiapkan keberangkatan SU MTM-BEM kala itu, saya malah meninggalkan dia, klimaksnya, dari sekian buku teori yang saya bawa, hanya buku ITU yang sangat ingin dilihat oleh dosen penguji, dan saya malah melupakan dia. Astaghfirullah~
Untuk kalian (kampus manapun di seluruh Indonesia -berasa blog sudah menasional-) pokoknya yang sedang on your way menuju sarjana, terus berjuang ya! Memang bukan gelar yang kita cari, tentu saja ilmu. Tetapi tak sah rasanya jika gerbang terakhir tak kita lewati dengan penuh do'a dan ikhtiar.
Yassarallah ^^
Semoga Allah senantiasa mengisi hidup kita dengan ilmu.. zadanallahu fii 'ilmiy!
Jakpus, menteng, kalipasir
22-08-2016
20:27 wib
Friday, February 26, 2016
Thursday, January 28, 2016
Sidang sebelum sidang
Bismillaah
Entah sejak kapan, tetapi yang kuingat, detik-detik terindah setelah kuputuskan untuk mendekat pada-Nya, buatku semakin yakin bahwa semua yang kumiliki adalah pinjaman, termasuk waktu-Nya.
Adalah ia Eka puspita, seorang akhwat lembut nan tangguh tiada tara. Aku mengaguminya. Tiada satu pun alasan yang dijadikannya sebagai batu sandungan dalam dakwah ilallah. Aku mencintai caranya dalam bergerak. Bermujahadah dalam gurun dakwah yang kering akan da'i-da'iyah tangguh sepertinya. Adapula Annisa rachma arsy, Halimah gucci, Dini cloud sang mujahidah, Nadia key, Linda you can, Ainy nur anggraeni, dan segelintir akhwat fakultas merah muda lainnya. Aku menyukai keikhlasan hati mereka dalam menginfakkan waktu rehatnya guna mengajak kepada yang ma'ruf dan mencegah yang munkar.
----------
'Ala kulli haal, sidang umum mtm dan bem unj kemarin adalah SU pertamaku yang tercampuri dengan aroma akademik. Sebut saja skripsi. Jauh-jauh hari ibu sudah mengkhawatirkan aku yang harus memenuhi sidang umum menjelang sidang skripsi, sampai-sampai ayah pun tak kuberitahu, karena aku pasti tidak jadi berangkat.
Aku telah berjanji kepada ibu untuk menyelesaikan segala keperluan pribadiku menjelang sidang umum 22-24 januari. Meminimalisir segala alasan yang (mungkin saja) menjadi penghambat keberangkatanku, semisal pendaftaran sidang, power point presentasi, dan seterusnya, semua selesai pada h-1 sidang umum. Berhasil, alhamdulillah, dan aku pun berangkat dengan penuh semangat (jelang demisioner).
Satu jam sebelum keberangkatan, tersiar kabar jurusan bahwa siapapun yang akan disidang skripsi pada 25 januari harus mengantarkan skripsinya ke rumah dosen penguji. Yap once more, ke rumah dosen penguji, tepatnya daerah duren sawit. Well, ada-ada saja. Kemudian kuhubungi kakak tingkatku yang akan disidang pada hari yang sama, barangkali kita bisa pergi berdua, namun tidak lama dia membalas, "skripsi km aku bawa yaa sekalian ke rumah dosennyaa". Allahu akbar. Jazakillahu khayran katsiira ka Nurul ihsiana :') aku pun berangkat menuju puncak (AFI theme song's now playing).
Sesampainya di lokasi SU, nyatanya aku tidak serta merta belajar. Ada banyak interupsi. Pegang kamera, buka laptop, kirim email, potong bakso, pasang nametag, ke toserba, jaga konsumsi, dan banyak hal lainnya yang tidak mungkin kulewatkan, terlalu sayang untuk momen terakhir. Ea.
Untungnya ada Ari senpai, anggota sohibul fraksi fbs yang (sepertinya) memahami dan coba membantuku dalam memberi arahan presentasi sidang skripsi, dia membimbing bak senior lulusan 2001, padahal dia juga baru disidang pada pekan itu. Thankyou ri, kapan kapan ditraktir cilor ya.
Ulfah, Eha, Indah, Ria, pun semua memintaku untuk tetap fokus belajar meski selang beberapa waktu, "mil, bisa tolong ini?" :D tetapi rasanya mengalir saja kerja-kerja kita, diam-diam sama merasa.. bahwa momen terakhir ini rasanya mubadzir kalau dibuang begitu saja, harus dilahap hingga penghabisannya.
Menyaksikan hari dari awal matahari terbit hingga tenggelam lagi, sambutan embun jendela pagi yang menjadi tanda bahwa udara begitu basah, menikmati rasa sejuk yang tidak terlampau dingin, meski ya.. sesekali dingin terasa menggigit, terlebih saat hujan mengguyur bumi seharian penuh. Tetapi aku menikmatinya dengan penuh kesyukuran, masih bersama mereka, MTM 15 :)
Tibalah saatnya berakhir, ketika resmi berhenti dari struktur Majelis Tinggi Mahasiswa UNJ 2015, khidmat, bersama hujan dan angin sejuk yang menyapa pipi secara bergantian. Gugup. Detik-detik saat mendengar Didik membacakan Laporan kerjanya yang telah disihir menjadi lebih indah oleh seorang sekjend bernama Indah (gooks). Setelah konsideran dibacakan, dan kepengurusan berpindah kepada MTM 16, desir hati tak lagi terbendung, barakallahu fiikum adik-adik, selamat berjuang!
Perjalanan pun dimulai (lagi), roda mobil tlah berputar kembali menuju kota Jakarta, kududuk samping pak tni yang sedang bekerja, mengendarai tronton supaya baik jalannya, hei, ~ (oke sekip) :p
Sore itu, hanya tergambar memori setahun belakangan yang bermain riang dalam benakku, memori manis-asem-asin rame rasanya bersama MTM 15. Ya meski sesekali lamunanku harus diganggu oleh serangkaian kalimat yang kubaca dengan fonetik sengau, bahasa yang akan kugunakan penuh pada esok hari dalam sebuah ruang di gedung Fbs, bertema sidang skripsi.
Allah yubaariik fiina..
-MA-
Entah sejak kapan, tetapi yang kuingat, detik-detik terindah setelah kuputuskan untuk mendekat pada-Nya, buatku semakin yakin bahwa semua yang kumiliki adalah pinjaman, termasuk waktu-Nya.
Adalah ia Eka puspita, seorang akhwat lembut nan tangguh tiada tara. Aku mengaguminya. Tiada satu pun alasan yang dijadikannya sebagai batu sandungan dalam dakwah ilallah. Aku mencintai caranya dalam bergerak. Bermujahadah dalam gurun dakwah yang kering akan da'i-da'iyah tangguh sepertinya. Adapula Annisa rachma arsy, Halimah gucci, Dini cloud sang mujahidah, Nadia key, Linda you can, Ainy nur anggraeni, dan segelintir akhwat fakultas merah muda lainnya. Aku menyukai keikhlasan hati mereka dalam menginfakkan waktu rehatnya guna mengajak kepada yang ma'ruf dan mencegah yang munkar.
Rasanya aku tersihir ingin menjadi setangguh mereka, well, semoga. :'
----------
'Ala kulli haal, sidang umum mtm dan bem unj kemarin adalah SU pertamaku yang tercampuri dengan aroma akademik. Sebut saja skripsi. Jauh-jauh hari ibu sudah mengkhawatirkan aku yang harus memenuhi sidang umum menjelang sidang skripsi, sampai-sampai ayah pun tak kuberitahu, karena aku pasti tidak jadi berangkat.
Aku telah berjanji kepada ibu untuk menyelesaikan segala keperluan pribadiku menjelang sidang umum 22-24 januari. Meminimalisir segala alasan yang (mungkin saja) menjadi penghambat keberangkatanku, semisal pendaftaran sidang, power point presentasi, dan seterusnya, semua selesai pada h-1 sidang umum. Berhasil, alhamdulillah, dan aku pun berangkat dengan penuh semangat (jelang demisioner).
Satu jam sebelum keberangkatan, tersiar kabar jurusan bahwa siapapun yang akan disidang skripsi pada 25 januari harus mengantarkan skripsinya ke rumah dosen penguji. Yap once more, ke rumah dosen penguji, tepatnya daerah duren sawit. Well, ada-ada saja. Kemudian kuhubungi kakak tingkatku yang akan disidang pada hari yang sama, barangkali kita bisa pergi berdua, namun tidak lama dia membalas, "skripsi km aku bawa yaa sekalian ke rumah dosennyaa". Allahu akbar. Jazakillahu khayran katsiira ka Nurul ihsiana :') aku pun berangkat menuju puncak (AFI theme song's now playing).
Sesampainya di lokasi SU, nyatanya aku tidak serta merta belajar. Ada banyak interupsi. Pegang kamera, buka laptop, kirim email, potong bakso, pasang nametag, ke toserba, jaga konsumsi, dan banyak hal lainnya yang tidak mungkin kulewatkan, terlalu sayang untuk momen terakhir. Ea.
Untungnya ada Ari senpai, anggota sohibul fraksi fbs yang (sepertinya) memahami dan coba membantuku dalam memberi arahan presentasi sidang skripsi, dia membimbing bak senior lulusan 2001, padahal dia juga baru disidang pada pekan itu. Thankyou ri, kapan kapan ditraktir cilor ya.
Ulfah, Eha, Indah, Ria, pun semua memintaku untuk tetap fokus belajar meski selang beberapa waktu, "mil, bisa tolong ini?" :D tetapi rasanya mengalir saja kerja-kerja kita, diam-diam sama merasa.. bahwa momen terakhir ini rasanya mubadzir kalau dibuang begitu saja, harus dilahap hingga penghabisannya.
Menyaksikan hari dari awal matahari terbit hingga tenggelam lagi, sambutan embun jendela pagi yang menjadi tanda bahwa udara begitu basah, menikmati rasa sejuk yang tidak terlampau dingin, meski ya.. sesekali dingin terasa menggigit, terlebih saat hujan mengguyur bumi seharian penuh. Tetapi aku menikmatinya dengan penuh kesyukuran, masih bersama mereka, MTM 15 :)
Tibalah saatnya berakhir, ketika resmi berhenti dari struktur Majelis Tinggi Mahasiswa UNJ 2015, khidmat, bersama hujan dan angin sejuk yang menyapa pipi secara bergantian. Gugup. Detik-detik saat mendengar Didik membacakan Laporan kerjanya yang telah disihir menjadi lebih indah oleh seorang sekjend bernama Indah (gooks). Setelah konsideran dibacakan, dan kepengurusan berpindah kepada MTM 16, desir hati tak lagi terbendung, barakallahu fiikum adik-adik, selamat berjuang!
Perjalanan pun dimulai (lagi), roda mobil tlah berputar kembali menuju kota Jakarta, kududuk samping pak tni yang sedang bekerja, mengendarai tronton supaya baik jalannya, hei, ~ (oke sekip) :p
Sore itu, hanya tergambar memori setahun belakangan yang bermain riang dalam benakku, memori manis-asem-asin rame rasanya bersama MTM 15. Ya meski sesekali lamunanku harus diganggu oleh serangkaian kalimat yang kubaca dengan fonetik sengau, bahasa yang akan kugunakan penuh pada esok hari dalam sebuah ruang di gedung Fbs, bertema sidang skripsi.
Allah yubaariik fiina..
-MA-
BIG THANKS TO Andra, Erdina, Mawar, dan Mustika :') Love you and let's hijrah together!
Subscribe to:
Posts (Atom)





