Pepatah Yunani kuno berkata: "Scripta Manent, Verba Volant". Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan hilang bersama hembusan angin.
Sunday, November 15, 2015
My First Trial - Panahan
Sejujurnya mata pelajaran yang paling tidak saya senangi selain eksakta adalah olahraga.Olahraga terakhir yang saya tekuni saat kecil adalah badminton, tapi tidaklah lama, saya tidak pernah berlatih lagi, hanya sekadar main saja saat ada kegiatan menginap bersama rekan-rekan di kampus. Tetapi semenjak membaca keutamaan sebuah olahraga yang sangat dianjurkan rasul, baik dari segi hadits maupun kesehatan psikis dan biologis, saya mulai tertarik dengan olahraga tersebut, yap, panahan. Olahraga bagi fisik dan olahrasa bagi jiwa. Melatih Konsentrasi serta Menjaga Kesabaran. Ingin sekali menekuninya lebih dalam, semoga Allah beri kesempatan. One day!
Alhamdulillaah hari ini jadi first trial! bareng Nisa juli dan dede Dias, juga dede Fatih :)
Setiap hari Uqbah bin Amir Al Juhani keluar dan berlatih memanah, kemudian ia meminta Abdullah bin Zaid agar mengikutinya namun sepertinya ia nyaris bosan. Maka Uqbah berkata, “Maukah kamu aku kabarkan sebuah hadits yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” Ia menjawab, “Mau.” Uqbah berkata, “Saya telah mendengar beliau bersabda:
“Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla akan memasukkan tiga orang ke dalam surga lantaran satu anak panah; orang yang saat membuatnya mengharapkan kebaikan, orang yang menyiapkannya di jalan Allah serta orang yang memanahkannya di jalan Allah.” Beliau bersabda: “Berlatihlah memanah dan berkuda. Dan jika kalian memilih memanah maka hal itu lebih baik daripada berkuda.” (AHMAD – 16699)
Marilah kita memulai upaya persiapan tersebut dengan melakukan apa yang jelas-jelas telah dianjurkan oleh Rasulullah saw. Di antaranya ialah memanah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berada di atas mimbar berkata: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi. Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah!” (ABUDAUD – 2153)
http://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/nabi-muhammad-saw-menganjurkan-ummat-islam-memanah.htm#.VkiMCG5fky4
Tuesday, May 6, 2014
Ingin bercerita
Bismillah
"..Popo Meninggalnya dalam keadaan Tidak sakit apa2..bangun pagi kekamar mandi trs ambil minum duduk di sofa..seperti tidur aja,..malamnya msh biasa makan minum teh manis.."
-Sms ayah-
06 Mei 2014, 06:24
Kawan..
Padamu kuingin bercerita, membagi kisahku hari ini.
16.00 WIB
Selesai perkuliahan, berangkatlah aku menuju Jakarta bagian barat, menyusul ayah, ibu, dan kakak yang sudah berada di sana. Mengejar waktu sebelum pintu itu ditutup rapat. Selamanya.
Alhamdulillah..
Sampailah aku pukul 18.00 di rumah duka Abadi, setelah transit berkali-kali pada beberapa shelter busway transjakarta.
Nenek, atau yang biasa dipanggil Po-po. Seorang wanita tua yang penuh senyuman dimasa tuanya, sesekali waktuku bertemu dengannya, tatapan hangatlah yang kudapati. Selebihnya, perhatian kasih sayang :) melalui apa? Melalui pertanyaan yang ia sampaikan berulang kali. "Milka sudah semester berapa?" kemudian 5 menit berikutnya, "Milka belum lulus?", dan seterusnya. Bagiku itu wajar :)
Kawan..
Segera setelah bersalam-salaman dengan saudara-saudari yang sedang berjaga di sana, aku menuju tempatnya. Tempat di mana nenek berada, syukurlah pintu itu masih terbuka. Kulihat dengan jelas di dalam petinya ia sedang tertidur lelap. Tanpa beban. Sama persis dengan kepergiannya dengan cara yang tidak meninggalkan beban pada keluarganya.
Po-po terlihat cukup natural dengan dandanan sederhana diwajah pucatnya, ia harum karena sedang memegang seikat bunga. Rambut putihnya tersisir rapi, kakinya telah dibalut oleh kaus kaki putih dan pantofel hitam.
Allahummaghfirlaha warhamha wa'afiha wa'fuanha.
Esok, adalah hari penguburannya. Allah ringankan.. Allah sederhanakan.. Siksa kuburnya.
Aamiin, allahumma aamiin.
Saturday, October 26, 2013
Yang tersurat
Perubahan yang begitu cepat, imitasi yang begitu singkat, entah seperti apa wujudnya sekarang, wujud seseorang itu. "ah.. seperti aku harus mengenalnya sekali lagi", ujarku sekenanya.
Tahukah? saat kita bertemu, sekarang rasanya bagaikan pertemuan antara magnet selatan dan magnet selatan. Atau magnet utara, dengan magnet utara. Jelas tidak menempel antara kau dan aku. Hebat ya manusia yang telah membuat kau tergila-gila itu.
"Hati-hati.. hati-hati.. Hati2.. Provokasi.." :D
Ayo jaga ruh, jasad, dan pikiran kita agar senantiasa terpaut pada ilmuNya.
Saturday, October 19, 2013
Warisan Kebudayaan Indonesia yang Terampas, Rela atau Bela?
Hari ini bangsa kita telah banyak dikagetkan dengan dirampasnya budaya seni milik Indonesia oleh negara lain. Dari data yang dikumpulkan dari situs Perpustakaan Digital Budaya Indonesia terdapat beberapa budaya seni milik Indonesia yang di klaim bangsa lain. Bahkan diduga dicuri, dipatenkan, diklaim, dan atau dieksploitasi secara komersial oleh korporasi asing, oknum warga negara asing, ataupun negara lain:
- Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
- Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
- Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia
- Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
- Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
- Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
- Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
- Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia
- Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia
- Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
- Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
- Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
- Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
- Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia
- Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia
- Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia
- Kain Ulos oleh Malaysia
- Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia
- Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia
- Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia
Sunday, April 7, 2013
Seminar HAM "Kebebasan Beragama di Indonesia, dan Prancis" @UI
- Prancis menganut azas paham laÏcité, yaitu paham sekularisme. Baik dibidang politik, pendidikan, dll.
- Sejarah awalnya pada abad pertengahan, karena institusi politik dan gereja katolik. Dulu, pemerintahan dan perpolitikan berbentuk kerajaan, yang katanya menjadi bayangan Tuhan di bumi. Namun pada abad ke-17 sistem tersebut digugat warga negara Prancis.
- Pada saat revolusi Prancis (1789), sistem kerajaan tersebut dijatuhkan dan negara mulai menganut sistem Republik, yang kemudian memisahkan antara Pemerintahan dan Agama.
- Selain itu dulu di Prancis pernah ada perang berdarah, antara kaum beragama Katolik dan Kristen. Perang antar agama tersebut membuat warga negara menjadi trauma.
- Akhirnya, pada awal abad ke-20 , sistem Undang-Undang laÏcité disahkan.
- LaÏcité menjamin netralitas negara dari agama.
- Negara tidak mengakui agama apapun, tapi juga tidak menyangkalnya.
- Terdapat poin Liberté Fonction dalam Undang-Undang di negara Prancis, yang kurang lebih artinya Kebebasan Hati Nurani. Ini adalah Undang-undang yang menjamin warga negara Prancis untuk bebas Percaya atau Tidak percaya pada agama.
- Kondisi di Prancis saat ini cukup menegangkan karena banyak kaum minoritas muslim di Prancis yang merasa tidak dianggap keberadaannya (kebanyakan dari mereka adalah warga negara imigran yang datang setelah Undang-undang laÏcité disahkan).
- Namun bagi pemerintah, semua yang berhubungan dengan agama merupakan hak individu (ruang privasi) dan tidak dapat dibawa ke ruang publik.
- Bagi monsieur Roubert, perdamaian beragama di Prancis mungkin akan terjadi 20-50 tahun lagi.
Saturday, March 2, 2013
Hasbunallah wa ni'mal wakiil
Allah..
Hamba kecewa. Bukan, bukan terhadapMu, melainkan terhadap dia, terlebih terhadap diri hamba sendiri. Tak ragu kuakui bahwa berharap pada selainMu memang sering melahirkan kecewa.
...Hasbunallah wa ni'mal wakiil (QS. Ali ‘Imron: 173)
Allah-lah sebaik-baik pelindung, penolong.
Allah-lah sebenar-benar tempat berharap, bersandar.
Ketika hidayah itu lepas darinya, lepas sudah harapan untuk bergerak bersama. Tidak ada lagi yang diharapkan. Kini hanya berharap pada Allah, semoga Ia meridhoi kita semua untuk mencari dan menjaga hidayahnya, menjaganya lebih erat lagi dari sebelumnya.
"Mimil plus Allah = Cukup." kata ka Nad kemarin malam.
Semangat saling mengingatkan.



