Powered By Blogger
Showing posts with label FranceetMoi. Show all posts
Showing posts with label FranceetMoi. Show all posts

Sunday, September 11, 2016

Parole du Coeur

بسم الله

Ô Allah.
Dans cette belle soirée, j'ai un grand espoir dont je pense toujours, c'est d'être tout le temps proche de Toi. Si non, j'éprouve une grande inquiétude, vraiment.

Ô ma prophète Muhammad.
Dans cette époque-ci étant très horrible, je n'ai que besoin de ta présence. Ce monde de plus en plus me fait trop peur.

Ô mon noble Coran.
Dans cette vie si moderne, j'aurais dû être proche de toi tout le temps. Je fais souvent la bêtise comme j'ai tant de raisons que je me sens très occupée pour t'apprendre par coeur, te mémoriser.


Baca juga : Tentang Guru

Ô paradis.
Veuilles m'excuser.
Voudrais-tu m'accueillir? Voudrais-tu me laisser rester dedans?


Ô Allah, pardonnez-moi. pardonnez-ma famille. veuillez nous pardonner.

Le dimanche - minuit
10 dzulhijjah 1437 H

Wednesday, May 18, 2016

Di antara ribuan kata

Bismillaah

Ada hal tak terduga yang terjadi kemarin hari, hal yang setelah saya evaluasi kembali bisa jadi dia terwujud dari sebuah lisan yang mengucap dengan penuh harap.

--------
Masih ingatkah sebuah kisah yang bercerita tentang seseorang yang ingin menyebrang dan hampir tertabrak seorang pengemudi mobil mewah?

Kemudian sang pengemudi turun dan meneriaki pejalan kaki tersebut, "eh kalau jalan liat-liat dong, Buta Ya???"

Tak berapa lama itu terjadi, si pejalan kaki matanya terkena pecahan kaca dan seketika buta.
Na`udzubillahi min dzaalik.
--------

Jumat pekan lalu, saat sore begitu melelahkan, saat wajah orang rumah mulai terbayang, dan ah, masih ada sabtu, masih ada sesuatu. Waktu di rumah rasanya tidak pernah lama lima tahun belakangan.

Jumat sore itu rasanya saya ingat benar, asal berucap dengan penuh harap, "huhu liburan enak nih.. setiap hari pastilah yang dilihat kendaraan yang lalu lalang, tumpukan kertas, tempat yang sama, kolega yang sama, anak-anak yang sama, semua yang terekam mata sama, dan otakku rasanya perlu pemandangan segar untuk mengembalikan fungsinya hehehe..", ucap saya kepada dua orang kawan sepulang dari kantor.

"iya betul, aku suka hiking lho dulu pas weekend," timpal seorang kawan berdarah india, Pryanka.

"wah kebayang Pya, pasti fresh banget ituu." balasku meng-aamiin-kan semoga mendapat momen itu kembali di tengah waktu bekerja yang padat, alam oh alam..

---------
Dan tebak, apa yang terjadi kemarin hari?

Allah benar-benar membuat saya bertemu dengan pemandangan luas. Di sebuah taman wisata alam di bagian utara kota jakarta. Taman Mangrove. Menemani Shayma Nabaoui yang ingin melakukan ekskursi, seorang mahasiswi Prancis yang kini magang di kantor selama dua bulan ke depan, ia berdarah Maroko tetapi lahir di Prancis.

Pemandangan di Taman Mangrove memberikan rekaman baru untuk disampaikan oleh mata kepada sang otak.

Refresh!

Dari evaluasi tadi saya jadi semakin meyakini, bahwa di antara RIBUAN kata yang terucap setiap saat, kita tak akan pernah tahu, Ucapan mana yang akan Allah IJABAH.

So, let's be positive guys!

Alhamdulillaahilladzi bini`matihi tatimmushalihaat..

Friday, March 25, 2016

Show must go ON


Bismillaah

Alhamdulillaahilladzi bini’matihi tatimmushalihaat.. Segala puji bagi Allah yang segala kebaikan menjadi sempurna karena-Nya :) Saya tak ingin pernah berhenti membasahi bibir ini dengan kalima-kalimat syukur kepada-Nya, memberi segala pujian terindah untuk Allah ‘Azza wa Jalla, yang air mata bahagia dan duka tercipta atas izin-nya.

Sungguh bukanlah kesenangan hati yang saya idam-idamkan hari ini, melainkan ketenangan hati. Melihat senyum bahagia ibu dan ayah serta kakak tersayang, adakah yang lebih indah dari itu semua atas pencapaian kemarin hari? Mengajak mereka untuk menyaksikan secara langsung anggota keluarga termudanya ini *eya* diwisuda adalah hal yang dinanti-nanti. Akhirnya saya selesai memenuhi amanah sarjana ini.

Bukanlah gelar yang saya cari, tetapi husnul khatimah, akhir yang baik di kampus penuh memori indah bernama Universitas Negeri Jakarta, kampus yang mungkin tidak sebaik kampus lain dalam sarana-prasarananya, tetapi mampu mencetak generasi pendidik dan pemimpin bangsa yang berakhlak mulia. InsyaaAllah. ‘Ala kulli hal, akhirnya saya lulus dari kampus itu.

Kini, dengan dunia yang baru, dalam medan dakwah yang mungkin tak kalah seru, saya perlu menggali lebih dalam kemampuan saya sebagai da’iyah yang akan menyampaikan segala kebaikan Islam melalui lisan dan perbuatan yang murni dari hati. Takdir Allah subhanahu wa a’ala lah yang telah mempertemukan saya dengan medan ini tepat sebulan setelah kelulusan saya dari kampus tercinta, sebuah kantor di mana saya akan berusaha menebar manfaat di sana dengan ilmu yang saya punya, ilmu agama dan ilmu bahasa, ya bahasa Prancis tentunya. 

Lillah, niatkan saja lillah. Mungkin medan baru ini tidak menjanjikan ukhuwah seromantis medan terdahulu, tetapi saya sangat yakin bahwa Allah sudah menyediakan berbagai hikmah indah dibalik semua hal baru yang saya temui hari ini.

Saya berdo’a sepenuh hati untuk seluruh rekan mahasiswa yang berniat baik ingin lulus untuk mengakhiri masa mahasiswanya dengan husnul khatimah, semoga Allah berikan kekuatan dan kelancaran wahai sahabat seperjuangan! :) Ini hanya masalah waktu, asalkan do’a terus melangit dan ikhtiar terus berlari hingga menemui garis ‘finish’nya sendiri, saya yakin kalian berhasil kawan. Rabbishrahli sadri, wayassirlii amri.

Tantangan menulis tugas akhir kuliah memang asalnya dari diri sendiri, itu yang paling berat. Namun asal tekad membulat, lanjutkan saja, ikhtiar terus dan bertawakkal-lah kepada-Nya. Fa idza ‘azamta fatawakkal ‘alallah. :)


Semangat Mil! the show must go ON :)
25 Januari
29 Februari
23 Maret
2016

Tiga momen yang terekam dengan baik, alhamdulillaah..




Sunday, January 10, 2016

Erdina, super dalem.

Untuk les pendus tersayang...

Banyak cerita yg kita lewati bersama, yg lbh banyak cerita sedihnya tapi malah jadi bahan tawaan kita. Dari mulai masuk kelas tiap hari dgn suasana horor dan mencekam, dada rasanya dagdigdug, tangan dan kaki keringetan padahal AC di kelas dinginnya naudzubillah, sampe ada yg punggungnya berasa panas krn ketakutan di kelas.. tiap hari selalu ngelewatin presentasi yg berasa ada celuritnya dewa kematian dileher ketika kita siap2 dipanggil namanya, padahal udah belajar semalem suntuk buat presentasi, udah didiskusiin juga tapi berasa orang bloon sedunia kalo masuk kelas, dapet nilai E SATU ANGKATAN tp malah kita ketawain bareng bukannya instropeksi, awalnya haram ngebully milka sama eka tp malah mereka skrg jd ngocol trus ngajak ribut duluan, ngayal2 bikin cerita mau ke calo skripsi aja tapi bs jd malah dimarahin calonya gara2 biaya berobat sakit kepala ke dokter krn skrispi kita lebih mahal drpd untung bikin skripsi bhs prancis, bikin kaget jurusan lain krn seangkatan belum ada yang lulus, pas ada yg sidang ada yg ngasih pop mie sama permen kiss sebiji dipitain malah mahalan pitanya dibanding permennya, lagian dikira bencana alam ngasih pop mie, dan ketika UNJ lagi memanas, kita sok2an ngomongin mata2 pak rektor, curiga jgn2 ada penyusup di angkatan yg akan ngelaporin kita semua, dgn tersangka temen kita yg matanya belok, hobinya bengong dan kalo bengong jd melototin orang, akhirnya dia jd kandidat buat gantiin Najwa Shihab di program Mata Najwa, nanti Najwanya jadi dokem diliatin temen kita ini (sampai hari ini gw ketawa2 kalo liat Najwa di tv apalagi pas ada cuplikan dia interview tokoh penting nasional, gimana kalo beneran diganti sama temen kita ini?!!).

Kalo ada orang nanya knp gw bisa bertahan 4thn lebih di jurusan ini, jawabannya itu kalian.
Meskipun berat, tapi selalu ada gelak tawa yg kita usahain bgt ada dihari2 kita. Orang lain mah tiap abis disalah2in dikelas sama dosen pd mikir, belajar, introspeksi biar ga keulang lah kita malah sabodo teuing. Hal2 yg harusnya bikin kita merenung dan bersedih, malah jadi bahan ketawa kita sore2 di dpn pintu ged E atau perosotan taman FBS sampe sakit perut, kalo udah ketawa main gede2an suara ngakaknya. Masih bs tertawa itu seakan-akan lebih bernilai dari pada bs jawab pertanyaan dosen di kelas. Walaupun emg kita sering sleq krn suatu masalah, tapi ujung2nya bisa balik ketawa2 bareng2 lagi (menertawakan nasib bareng wkwk).

Maret besok temen kita udah ada yg wisuda, awal mula dimana JBP 2011 ga seramai dulu lagi. Nanti satu per satu berkurang. Ga kerasa udah 4,5 tahun yang lalu kita melangkah bareng2 masuk ke jurusan (kandang singa) ini. Rasanya baru kemaren saling berpapasan di jurusan, seliweran di lorong gedung E yang udah kaya gorong2, desek2an tiap mau masuk kelas berebutan bangku deretan belakang, sampe akhirnya kaya skrg, klo mau ngampus suka bingung nnt ada temennya apa enggak di jurusan. Sekarang, satu persatu akan melangkah keluar jbp memulai fase baru mereka. Masanya akan mulai berubah mulai dari sekarang. Semoga kenangan2 itu berbekas dalam folder dunia perkuliahan kalian.

Gw ngebayangin kalo kita reunian sambil bawa anak, itu serame apa ya? Kita doang aja udah rame bgt ahahhaa

Semoga meskipun msh banyak kekurangan diangkatan ini ga akan menciptakan jurang pemisah diantara kita. Untuk yg akan mulai melangkah keluar kandang singa ini.. "Selamat!!" Rasanya bakalan kangen klo ngebayangin dulu kita pernah bareng2 duduk di kelas yg mencekam bareng dosen2 rasa dewa yg baru turun dari gunung olympus, untuk temen2 yg sama2 masih berjuang utk keluar dari sini, semoga kita diberikan kelancaran utk menyelesaikan urusan kita di jurusan, semoga kita bs saling menguatkan disaat2 terpuruk abis dihajar revisian dosen. Di tahun akhir ini, ternyata banyak kenangan pahit, manis, sedih, dan seneng yg berharga bareng les pendus. Semoga pertemanan kita ga cuma tertulis di catatan kampus, tapi tetep berlanjut     diluar kandang singa ini.

Aamiinn

Salam,
Pondok gede dan condet, 10 Januari 2016

EPR a.k.a dinalay
Mus a.k.a wadoti dotay

Wednesday, January 6, 2016

See you

Tanah suci, adalah tanah yang harus setiap muslim banggakan untuk ditapaki, tanpa dipaparkan dengan jelas, tentu hati kita begitu terpaut padanya untuk bisa hadir di sana. Allahumma aamiin.

Tetapi kelak, aku juga ingin berkelana, menjejaki bumi Allah di lain benua. Benua di mana Islam akan tumbuh subur di sana, dan akan kutapaki sejarah Islam sejengkal demi sejengkal di mana ia dilahirkan begitu besar, di mana ia dilumpuhkan, dan di mana kelak ia akan dibangkitkan kembali -- yang dengan serta merta akan kutebar bibit Islam bersamanya, ya bersamanya berdua atau bertiga atau lebih, membentuk jundullah-jundullah mungil yang cerdas akal dan akhlaknya. Bersiap agar kelak kita semua dapat menjadi saksi dan dimampukan menjadi bagian yang menampakkan keindahan dan kedamaian Islam dengan kitab al Qur'an. Ya, suatu saat, mimpi yang diiringi dengan sejuta harap. Aamiin yaa Mujiib.

Selamat bekerja meraih mimpi!
See you Eropa.


Tuesday, June 9, 2015

tentang bahasa

Uji kemampuan bahasa asing itu, sangat menguras energi, khususnya pikiran, tidak senyaman ketika mengerjakan ujian dengan bahasa ibu. Ketika kita membaca, menulis, mendengar, dan berbicara. Semuanya bekerja dua kali lipat, mencari dan menemukan makna serta tata bahasa yang benar dan tepat. Memadukan linguistik dan semantik dalam satu waktu. Faktor lain yang membutuhkan perhatian lebih adalah tentang pemahaman kita akan budaya dari negara yang bahasanya telah kita pelajari. Budaya negara dari bahasa asing tersebut, sebab apalah arti bahasa tanpa budaya. Kita sebut ini sebagai wawasan.

Tidak mudah rasanya meski telah bertahun-tahun berkutat dengan bahasa asing ini. Meski sulit namun cita rasa yang katanya romantis dan tantangan pengucapan menjadi passion tersendiri.

Calmons nous et parlons français !

"Si nous sentons tout est sombre, pourquoi pas nous essayons d'allumer la chandelle?"

Chez moi, 10 juin 2015
être en train de faire la preparation du Delf

Monday, January 12, 2015

Menjadi guru

Bismillaah

Berawal pada 7 Agustus
Berakhir pada 5 Desember
Di tahun 2014

Mengejutkan, hari pertama yang kami temui, pertanyaan singkat guru pamong kami membuat mata kami berlima saling menatap ragu. "RPP siap? Siapa yang masuk kelas hari ini?"

Hari pertama yang kami sangka sebagai hari halal bihalal ternyata telah berlalu. Kami salah perkiraan. RPP pun belum ditangan, kami begitu khawatir mengecewakan guru pamong kami. Nyatanya beliau menangkap maksud tatapan kami dan mengubah pertanyaan, "Baik kalau begitu siapa yang siap mengajar menemani ibu untuk hari pertama ini?" Refleks Toro dan aku langsung menawarkan diri, sedang Eka dan Annisa mengajar pada jam berikutnya, dan Fitri berjaga di tempat piket utama untuk hari pertamanya. Mantap.

Kami memanggilnya dengan Madame Tri, guru pamong terbaik dan tersabar satu-satunya yang kami miliki di sekolah tempat kami memenuhi mata kuliah Praktik Keterampilan Mengajar (PKM), yakni di SMAN 53 Jakarta.

Hari pertama observasi mengajar, kami memasuki kelas X IIS 4. Beberapa nama peserta didik yang aktif dapat cepat kuhafal, dan tentu selebihnya tetapku hafal seiring berjalannya waktu. Siangnya giliran Eka dan Ramsey yang memasuki jadwal kelas XII IPA 2.

Pembagian waktu mengajar kami sudah sangat rapi, namun kendala yang paling terasa adalah perbedaan karakter anak yang harus dihadapi dalam setiap kelas. Hari pertama mengajar tanpa guru pamong, kawanku langsung bertemu dengan kelas pilihannya, Eka dengan X IIS 1. Fitri dengan X IIS 2 nya. Ramsey dengan X IIS 3 nya. Toro dengan X IIS 4 nya. Sedang aku kebagian mengajar di XII IPA 1. Namun dikarenakan kelas XII masih menggunakan kurikulum KTSP 2006, maka aku juga harus mengajar di kelas X yang bergantian dengan kelas tetap kawan-kawanku tadi.

X IIS 1, X IIS 2, X IIS 3, dan X IIS 4, adalah empat kelas dengan karakter berbeda. Ada kelas yang aktif dan hormat kepada kami para calon guru, ada pula yang sebaliknya. Ada kelas yang begitu aktif dan interaktif, ada pula yang sebaliknya. Meski demikian, tentulah aku tak berhak menyamaratakan kondisi kelas yang ada, sebab setiap peserta didik dalam tiap kelas juga punya karakter yang berbeda. Luar biasa.

Aku banyak belajar, bagaimana memahami jasa seorang guru yang benar serius mendidik muridnya. Meski keras, tegas, bahkan sesekali marah, itu dikarenakan kecintaan mereka terhadap muridnya. Meski memberi tugas yang harus dikerjakan semalam suntuk, ulangan yang sering menumpuk, itu semua dilakukan dengan harapan kebaikan bagi peserta didiknya.

Aku seakan kembali diingatkan bahwa manajemen waktu adalah hal utama yang harus diperhatikan. Hadir ke sekolah sebelum murid datang, pulang dari sekolah setelah bel pulang sekolah berbunyi. Memikirkan media ajar terbaik agar murid tidak bosan belajar. Bermain peran, membangun situasi pembelajaran agar tidak menjadi hal yang menakutkan, melainkan hal yang sangat menyenangkan dan paling ditunggu oleh peserta didik. Tidak ketinggalan, menyederhanakan materi ajar yang dipandang sulit oleh mereka. Hmm :)

Sunday, October 5, 2014

Le plus grand groupe de rock d'Indonésie



              En 1972, les indonésiens connaissent déjà le rock par un grand groupe de rock d’Indonésie s’appelant God Bless. C’est un groupe de rock qui consiste de cinq personnes et qui est énormément célèbre pendant ses trois dernières décennies, comme le Rolling Stone Indonesia a dit que les chansons de God Bless sont mentionnées dans la liste de 150 chansons la plus entendues tout le temps.
              Tout d’abord, je voudrais mettre au point qu’en Indonésie, en raison de sa présence qui est plus tôt et sa qualité de musique, il n’existe jamais de groupe de rock qui peut rivaliser God Bless. D’ailleurs la parole de leur chanson a également influencé l’intérêt des gens, parce que leurs chansons ont souvent raconté le phénomène qui se passent dans la vie quotidienne ou bien racontent l’image de l’humanité intitulée Rumah Kita, Panggung sandiwara, et Balada sejuta wajah. Évidemment c’est différent avec celle de l’autre groupe de rock comme Kotak, Riff, SID ou bien GIGI qui raconte souvent sur la vie de l’amour. God Bless est un groupe de rock en 1972 qui existe encore jusqu’à maintenant si bien qu’il y ait tant de nouveaux groupes de rock d’Indonésie qui apparaissent tout le temps comme Slank, Netral, et Seurieus Band. Mais God Bless reste encore grand, fascinant, et énergique.
              Pour tout dire, God Bless est un groupe de rock de toute époque. Ce groupe est vraiment légende pour la musique rock en Indonésie, un grand groupe de rock qui est vivant pour jamais.

Milka Anggun IV BC – le group de rock

Wednesday, March 26, 2014

La Lecture



               La lecture est une activité de compréhension d’une information écrite. Elle est comme des connaissances qui ne peuvent ni bouger, ni parler. C’est avec elle qu’on peut tellement obtenir des connaissances, sans limitation. Elle fait vivre nos pensées, elle fait libérer nos idées, elle crée toujours des imaginations, et souvent elle nous fait droguée. Mais ce n’est pas tout à fait exact pour les Indonésiens.
                En 2012, le pourcentage de lire des Indonésiens est seulement 0,01% ou bien une personne sur 10.000 qui aime lire, mais je pense que nous comme les étudiants, devons être inclut dans le 0,01%. En outre, savons-nous qu’on peut découvrir le nouveau monde, vivre tout le temps, et élargir nos horizons par la lecture? Plus loin, elle nous fait aussi entrer dans le monde d’histoire, de la culture, de la civilisation, de la littérature, et de langue. Avec  celle-là, on se sent toujours vivant! Pourquoi? Parce qu’elle nous permet  à voir ce qu’il existe dans le passé, et prévoir le monde au futur.
                La lecture, elle est très enrichissante notamment pour nous, des intellectuels. Dans notre quotidienne, on doit avoir l’habitude de parler par connaissances, comme le français a déjà dit,  “Dites moi ce que vous lisez, je vous dirai qui êtes-vous”. Et comme Rabellais qui a dit, “Une tête bien faite est une tête bien pleine”. La lecture, elle est comme un repas pour ceux qui ont faim, et une boisson pour ceux qui ont soif.


Milka Anggun
Le cours de Rédaction I
Avec M. Usaha 

Tuesday, March 11, 2014

Ikhtiar

Bismillah

Lomba Francophonie 2014
Komik bertemakan "Peristiwa Jalanan"

Untuk-Nya
Untuk Ibu, ibu, ibu, ayah
Untuk Kakak
Untuk Semua yang kucintai :)


Monday, March 10, 2014

Tentang Muslim' Show

Bismillah

Siapa yang sudah pernah melihat ini??

English version 

 
French Version

Pasti sudah pada baca komik-komik tersebut dong? Di Facebook, Twitter, atau bahkan lewat Website-nya :)

Komik MUSLIM' SHOW!
(Entah mengapa ada tanda petik setelah huruf "M" nya)

Btw, komik yang (bagi saya) super JLEB dan luar biasa ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa! Namun, tahukah kita dari mana sebenarnya asal komik ini berada??

YAP! (emang udah dijawab, mil -_-)
Dari negara PRANCIS.
MaasyaaAllah..
Pertama kali tahu komik ini, saya super duper merinding kagum!
Pertanyaan yang muncul dalam benak saya kala itu, "Kok bisa? Ini bener komik Muslim dari negara Prancis?"

         Komik Muslim' Show ini dibuat pada tahun 2009 oleh Norédine Allam, Greg Bllondin dan Karim. Komik ini muncul ke dunia maya pada awalnya melalui sebuag BLOG. 
         Komik ini diilustrasikan dengan humor yang ada dalam kehidupan para muslim dan muslimah sehari-hari, khususnya dalam beribadah. Hal yang biasa dibahas adalah bagaimana para muslim/ah mempraktikkan agamanya, yaitu ISLAM, terlebih mereka yang berada di negara barat. Beribadah di tempat kerja, menggunakan kerudung di tempat umum, shalat berjama'ah sebanyak lima waktu di masjid, hiburan yang tidak sesuai dengan syari'at Islam, sekolah dan anak-anak muslim di Prancis. Semua digambarkan dengan jelas dengan dalam balutan HUMOR dan fakta. Menarik, bukan!
        Setelah bertahun-tahun dirasa sudah banyak hal yang didapat melalui guru, buku bacaan, film, dosen jurusan bahasa Prancis, dosen native, musik, yaitu pengetahuan seputar kultur, kebiasaan, dan kehidupan di Prancis, tetap saja bagi saya yang notabene adalah seorang muslim, masih terasa kurang lengkap jika tidak mengetahui kondisi agama Islam di negara tersebut. Sudah menjadi kebiasaan semenjak SMA dulu untuk terus mencari informasi terbaru tentang saudara/i muslim di sana, bagaimana perkembangan agama Islam di sana, bagaimana perjuangan beribadah di sana. 

“Kita akan merasakan perjuangan kita ini sempit apabila kita memikirkan bahwa kita yang memulai perjuangan dan kita yang mengakhirinya; tetapi apabila kita memikirkan bahwa perjuangan ini bukan kita yang memulainya dan bukan kita yang mengakhirinya, maka ketika itu pula terasalah bagaimana luasnya perjuangan kita, serta bagaimana luasnya keluarga (muslim) kita. Karena keluarga kita bukan keluarga yang diikat dengan keturunan darah tetapi oleh kesatuan Aqidah. Laa Ilaha Illallah Muhammadurrasulullah.

-Sayyid Quthb-

Maka ketika hati, lisan, dan tindakan kita telah sama berlandaskan syahadat kepadaNya, saat itu pulalah jiwa ini telah terikat, tanpa memandang warna kulit, suku, maupun wilayah. Bagi saya, mereka adalah keluarga, mereka adalah saudara. Allahu Akbar.

Betapa bahagianya saya mengetahui komik ini telah beredar. Semoga Allah senantiasa berkahi..
Meski M. Bllondin bukanlah seorang muslim, tapi maasyaaAllah ia ikut membantu kelancaran terbitnya komik yang dibuat oleh sahabat muslimnya, yakni M. Allam dan M. Karim. Berbeda itu tidak selalu negatif, bukan :) Sayangnya, komik ini diboikot di negara Prancis itu sendiri, komik ini hanya dapat beredar di toko buku kecil, yakni toko buku muslim di sana. Meski begitu, masih banyak hal yang perlu disyukuri, toh buku ini mendapat respon luar biasa dibanyak negara, salah satunya di negara Indonesia :)

Islamic Book Fair, Senayan, pada hari minggu, tanggal 09 Maret 2014 adalah hari peluncuran komik Muslim' Show untuk Indonesia. Berbekal niat yang kuat, berangkatlah saya sendiri ke sana, mencari komik yang telah saya harapkan sejak lama. Ketika sudah berada digenggaman, tahu dong rasanya bagaimana? Senang bukan main :D

Public Lecture, Institut Kesenian Jakarta, pada hari senin, tanggal 10 Maret 2014 juga merupakan ajang silaturahmi antara Norédine Allam, Greg Bllondin dan Karim dengan penggemarnya di Indonesia. Wuri, Novia, dan saya, kami pergi bertiga diiringi dengan gerimis hujan, dan dinginnya udara pagi hari. Setelah mereka memaparkan kisah, ide, konsep mengenai komik Muslim' Show yang telah mereka buat, mereka pun membuka sesi pertanyaan, kritik, dan juga saran seputar komik Muslim' Show. Terakhir ditutup dengan sesi foto bersama, dan penandatanganan komik peserta, sama halnya dengan yang mereka lakukan di IBF pada hari sebelumnya. Setiap pembeli komik Muslim Show' pasti akan merasa sangat bahagia dan bangga, justru bukan karena tanda tangan mereka, melainkan karena karikatur wajah pembeli yang digambarkan di atas komik Muslim' Show. Ils sont très gentils :)
Saat komik kami bertiga yang ditandatangani, kami tak mau melewati kesempatan untuk dapat berbincang dalam bahasa Prancis, dan mereka menyambutnya dengan sangat baik. Lagi-lagi, nama saya rasanya begitu membekas bagi orang eropa -_- bagaimana tidak, Milka adalah sebuah brand coklat di benua eropa. "C'est comme le nom du chocolat!"