Pepatah Yunani kuno berkata: "Scripta Manent, Verba Volant". Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan hilang bersama hembusan angin.
Sunday, September 11, 2016
Parole du Coeur
Ô Allah.
Dans cette belle soirée, j'ai un grand espoir dont je pense toujours, c'est d'être tout le temps proche de Toi. Si non, j'éprouve une grande inquiétude, vraiment.
Ô ma prophète Muhammad.
Dans cette époque-ci étant très horrible, je n'ai que besoin de ta présence. Ce monde de plus en plus me fait trop peur.
Ô mon noble Coran.
Dans cette vie si moderne, j'aurais dû être proche de toi tout le temps. Je fais souvent la bêtise comme j'ai tant de raisons que je me sens très occupée pour t'apprendre par coeur, te mémoriser.
Baca juga : Tentang Guru
Ô paradis.
Veuilles m'excuser.
Voudrais-tu m'accueillir? Voudrais-tu me laisser rester dedans?
Ô Allah, pardonnez-moi. pardonnez-ma famille. veuillez nous pardonner.
Le dimanche - minuit
10 dzulhijjah 1437 H
Wednesday, May 18, 2016
Di antara ribuan kata
Bismillaah
Ada hal tak terduga yang terjadi kemarin hari, hal yang setelah saya evaluasi kembali bisa jadi dia terwujud dari sebuah lisan yang mengucap dengan penuh harap.
--------
Masih ingatkah sebuah kisah yang bercerita tentang seseorang yang ingin menyebrang dan hampir tertabrak seorang pengemudi mobil mewah?
Kemudian sang pengemudi turun dan meneriaki pejalan kaki tersebut, "eh kalau jalan liat-liat dong, Buta Ya???"
Tak berapa lama itu terjadi, si pejalan kaki matanya terkena pecahan kaca dan seketika buta.
Na`udzubillahi min dzaalik.
--------
Jumat pekan lalu, saat sore begitu melelahkan, saat wajah orang rumah mulai terbayang, dan ah, masih ada sabtu, masih ada sesuatu. Waktu di rumah rasanya tidak pernah lama lima tahun belakangan.
Jumat sore itu rasanya saya ingat benar, asal berucap dengan penuh harap, "huhu liburan enak nih.. setiap hari pastilah yang dilihat kendaraan yang lalu lalang, tumpukan kertas, tempat yang sama, kolega yang sama, anak-anak yang sama, semua yang terekam mata sama, dan otakku rasanya perlu pemandangan segar untuk mengembalikan fungsinya hehehe..", ucap saya kepada dua orang kawan sepulang dari kantor.
"iya betul, aku suka hiking lho dulu pas weekend," timpal seorang kawan berdarah india, Pryanka.
"wah kebayang Pya, pasti fresh banget ituu." balasku meng-aamiin-kan semoga mendapat momen itu kembali di tengah waktu bekerja yang padat, alam oh alam..
---------
Dan tebak, apa yang terjadi kemarin hari?
Allah benar-benar membuat saya bertemu dengan pemandangan luas. Di sebuah taman wisata alam di bagian utara kota jakarta. Taman Mangrove. Menemani Shayma Nabaoui yang ingin melakukan ekskursi, seorang mahasiswi Prancis yang kini magang di kantor selama dua bulan ke depan, ia berdarah Maroko tetapi lahir di Prancis.
Pemandangan di Taman Mangrove memberikan rekaman baru untuk disampaikan oleh mata kepada sang otak.
Refresh!
Dari evaluasi tadi saya jadi semakin meyakini, bahwa di antara RIBUAN kata yang terucap setiap saat, kita tak akan pernah tahu, Ucapan mana yang akan Allah IJABAH.
So, let's be positive guys!
Alhamdulillaahilladzi bini`matihi tatimmushalihaat..
Friday, March 25, 2016
Show must go ON
Bismillaah
Tantangan menulis tugas akhir kuliah memang asalnya dari diri sendiri, itu yang paling berat. Namun asal tekad membulat, lanjutkan saja, ikhtiar terus dan bertawakkal-lah kepada-Nya. Fa idza ‘azamta fatawakkal ‘alallah. :)
Sunday, January 10, 2016
Erdina, super dalem.
Untuk les pendus tersayang...
Banyak cerita yg kita lewati bersama, yg lbh banyak cerita sedihnya tapi malah jadi bahan tawaan kita. Dari mulai masuk kelas tiap hari dgn suasana horor dan mencekam, dada rasanya dagdigdug, tangan dan kaki keringetan padahal AC di kelas dinginnya naudzubillah, sampe ada yg punggungnya berasa panas krn ketakutan di kelas.. tiap hari selalu ngelewatin presentasi yg berasa ada celuritnya dewa kematian dileher ketika kita siap2 dipanggil namanya, padahal udah belajar semalem suntuk buat presentasi, udah didiskusiin juga tapi berasa orang bloon sedunia kalo masuk kelas, dapet nilai E SATU ANGKATAN tp malah kita ketawain bareng bukannya instropeksi, awalnya haram ngebully milka sama eka tp malah mereka skrg jd ngocol trus ngajak ribut duluan, ngayal2 bikin cerita mau ke calo skripsi aja tapi bs jd malah dimarahin calonya gara2 biaya berobat sakit kepala ke dokter krn skrispi kita lebih mahal drpd untung bikin skripsi bhs prancis, bikin kaget jurusan lain krn seangkatan belum ada yang lulus, pas ada yg sidang ada yg ngasih pop mie sama permen kiss sebiji dipitain malah mahalan pitanya dibanding permennya, lagian dikira bencana alam ngasih pop mie, dan ketika UNJ lagi memanas, kita sok2an ngomongin mata2 pak rektor, curiga jgn2 ada penyusup di angkatan yg akan ngelaporin kita semua, dgn tersangka temen kita yg matanya belok, hobinya bengong dan kalo bengong jd melototin orang, akhirnya dia jd kandidat buat gantiin Najwa Shihab di program Mata Najwa, nanti Najwanya jadi dokem diliatin temen kita ini (sampai hari ini gw ketawa2 kalo liat Najwa di tv apalagi pas ada cuplikan dia interview tokoh penting nasional, gimana kalo beneran diganti sama temen kita ini?!!).
Kalo ada orang nanya knp gw bisa bertahan 4thn lebih di jurusan ini, jawabannya itu kalian.
Meskipun berat, tapi selalu ada gelak tawa yg kita usahain bgt ada dihari2 kita. Orang lain mah tiap abis disalah2in dikelas sama dosen pd mikir, belajar, introspeksi biar ga keulang lah kita malah sabodo teuing. Hal2 yg harusnya bikin kita merenung dan bersedih, malah jadi bahan ketawa kita sore2 di dpn pintu ged E atau perosotan taman FBS sampe sakit perut, kalo udah ketawa main gede2an suara ngakaknya. Masih bs tertawa itu seakan-akan lebih bernilai dari pada bs jawab pertanyaan dosen di kelas. Walaupun emg kita sering sleq krn suatu masalah, tapi ujung2nya bisa balik ketawa2 bareng2 lagi (menertawakan nasib bareng wkwk).
Maret besok temen kita udah ada yg wisuda, awal mula dimana JBP 2011 ga seramai dulu lagi. Nanti satu per satu berkurang. Ga kerasa udah 4,5 tahun yang lalu kita melangkah bareng2 masuk ke jurusan (kandang singa) ini. Rasanya baru kemaren saling berpapasan di jurusan, seliweran di lorong gedung E yang udah kaya gorong2, desek2an tiap mau masuk kelas berebutan bangku deretan belakang, sampe akhirnya kaya skrg, klo mau ngampus suka bingung nnt ada temennya apa enggak di jurusan. Sekarang, satu persatu akan melangkah keluar jbp memulai fase baru mereka. Masanya akan mulai berubah mulai dari sekarang. Semoga kenangan2 itu berbekas dalam folder dunia perkuliahan kalian.
Gw ngebayangin kalo kita reunian sambil bawa anak, itu serame apa ya? Kita doang aja udah rame bgt ahahhaa
Semoga meskipun msh banyak kekurangan diangkatan ini ga akan menciptakan jurang pemisah diantara kita. Untuk yg akan mulai melangkah keluar kandang singa ini.. "Selamat!!" Rasanya bakalan kangen klo ngebayangin dulu kita pernah bareng2 duduk di kelas yg mencekam bareng dosen2 rasa dewa yg baru turun dari gunung olympus, untuk temen2 yg sama2 masih berjuang utk keluar dari sini, semoga kita diberikan kelancaran utk menyelesaikan urusan kita di jurusan, semoga kita bs saling menguatkan disaat2 terpuruk abis dihajar revisian dosen. Di tahun akhir ini, ternyata banyak kenangan pahit, manis, sedih, dan seneng yg berharga bareng les pendus. Semoga pertemanan kita ga cuma tertulis di catatan kampus, tapi tetep berlanjut diluar kandang singa ini.
Aamiinn
Salam,
Pondok gede dan condet, 10 Januari 2016
EPR a.k.a dinalay
Mus a.k.a wadoti dotay
Wednesday, January 6, 2016
See you
Tuesday, June 9, 2015
tentang bahasa
Tidak mudah rasanya meski telah bertahun-tahun berkutat dengan bahasa asing ini. Meski sulit namun cita rasa yang katanya romantis dan tantangan pengucapan menjadi passion tersendiri.
"Si nous sentons tout est sombre, pourquoi pas nous essayons d'allumer la chandelle?"
Chez moi, 10 juin 2015
être en train de faire la preparation du Delf
Monday, January 12, 2015
Menjadi guru
Bismillaah
Berawal pada 7 Agustus
Berakhir pada 5 Desember
Di tahun 2014
Mengejutkan, hari pertama yang kami temui, pertanyaan singkat guru pamong kami membuat mata kami berlima saling menatap ragu. "RPP siap? Siapa yang masuk kelas hari ini?"
Hari pertama yang kami sangka sebagai hari halal bihalal ternyata telah berlalu. Kami salah perkiraan. RPP pun belum ditangan, kami begitu khawatir mengecewakan guru pamong kami. Nyatanya beliau menangkap maksud tatapan kami dan mengubah pertanyaan, "Baik kalau begitu siapa yang siap mengajar menemani ibu untuk hari pertama ini?" Refleks Toro dan aku langsung menawarkan diri, sedang Eka dan Annisa mengajar pada jam berikutnya, dan Fitri berjaga di tempat piket utama untuk hari pertamanya. Mantap.
Kami memanggilnya dengan Madame Tri, guru pamong terbaik dan tersabar satu-satunya yang kami miliki di sekolah tempat kami memenuhi mata kuliah Praktik Keterampilan Mengajar (PKM), yakni di SMAN 53 Jakarta.
Hari pertama observasi mengajar, kami memasuki kelas X IIS 4. Beberapa nama peserta didik yang aktif dapat cepat kuhafal, dan tentu selebihnya tetapku hafal seiring berjalannya waktu. Siangnya giliran Eka dan Ramsey yang memasuki jadwal kelas XII IPA 2.
Pembagian waktu mengajar kami sudah sangat rapi, namun kendala yang paling terasa adalah perbedaan karakter anak yang harus dihadapi dalam setiap kelas. Hari pertama mengajar tanpa guru pamong, kawanku langsung bertemu dengan kelas pilihannya, Eka dengan X IIS 1. Fitri dengan X IIS 2 nya. Ramsey dengan X IIS 3 nya. Toro dengan X IIS 4 nya. Sedang aku kebagian mengajar di XII IPA 1. Namun dikarenakan kelas XII masih menggunakan kurikulum KTSP 2006, maka aku juga harus mengajar di kelas X yang bergantian dengan kelas tetap kawan-kawanku tadi.
X IIS 1, X IIS 2, X IIS 3, dan X IIS 4, adalah empat kelas dengan karakter berbeda. Ada kelas yang aktif dan hormat kepada kami para calon guru, ada pula yang sebaliknya. Ada kelas yang begitu aktif dan interaktif, ada pula yang sebaliknya. Meski demikian, tentulah aku tak berhak menyamaratakan kondisi kelas yang ada, sebab setiap peserta didik dalam tiap kelas juga punya karakter yang berbeda. Luar biasa.
Aku banyak belajar, bagaimana memahami jasa seorang guru yang benar serius mendidik muridnya. Meski keras, tegas, bahkan sesekali marah, itu dikarenakan kecintaan mereka terhadap muridnya. Meski memberi tugas yang harus dikerjakan semalam suntuk, ulangan yang sering menumpuk, itu semua dilakukan dengan harapan kebaikan bagi peserta didiknya.
Aku seakan kembali diingatkan bahwa manajemen waktu adalah hal utama yang harus diperhatikan. Hadir ke sekolah sebelum murid datang, pulang dari sekolah setelah bel pulang sekolah berbunyi. Memikirkan media ajar terbaik agar murid tidak bosan belajar. Bermain peran, membangun situasi pembelajaran agar tidak menjadi hal yang menakutkan, melainkan hal yang sangat menyenangkan dan paling ditunggu oleh peserta didik. Tidak ketinggalan, menyederhanakan materi ajar yang dipandang sulit oleh mereka. Hmm :)
Sunday, October 5, 2014
Le plus grand groupe de rock d'Indonésie
Wednesday, March 26, 2014
La Lecture
Tuesday, March 11, 2014
Ikhtiar
Lomba Francophonie 2014
Komik bertemakan "Peristiwa Jalanan"
Untuk-Nya
Untuk Ibu, ibu, ibu, ayah
Untuk Kakak
Untuk Semua yang kucintai :)
Monday, March 10, 2014
Tentang Muslim' Show
Siapa yang sudah pernah melihat ini??
Komik MUSLIM' SHOW!
(Entah mengapa ada tanda petik setelah huruf "M" nya)
Btw, komik yang (bagi saya) super JLEB dan luar biasa ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa! Namun, tahukah kita dari mana sebenarnya asal komik ini berada??
YAP! (emang udah dijawab, mil -_-)
Dari negara PRANCIS.
MaasyaaAllah..
Pertama kali tahu komik ini, saya super duper merinding kagum!
Pertanyaan yang muncul dalam benak saya kala itu, "Kok bisa? Ini bener komik Muslim dari negara Prancis?"
Komik ini diilustrasikan dengan humor yang ada dalam kehidupan para muslim dan muslimah sehari-hari, khususnya dalam beribadah. Hal yang biasa dibahas adalah bagaimana para muslim/ah mempraktikkan agamanya, yaitu ISLAM, terlebih mereka yang berada di negara barat. Beribadah di tempat kerja, menggunakan kerudung di tempat umum, shalat berjama'ah sebanyak lima waktu di masjid, hiburan yang tidak sesuai dengan syari'at Islam, sekolah dan anak-anak muslim di Prancis. Semua digambarkan dengan jelas dengan dalam balutan HUMOR dan fakta. Menarik, bukan!
Setelah bertahun-tahun dirasa sudah banyak hal yang didapat melalui guru, buku bacaan, film, dosen jurusan bahasa Prancis, dosen native, musik, yaitu pengetahuan seputar kultur, kebiasaan, dan kehidupan di Prancis, tetap saja bagi saya yang notabene adalah seorang muslim, masih terasa kurang lengkap jika tidak mengetahui kondisi agama Islam di negara tersebut. Sudah menjadi kebiasaan semenjak SMA dulu untuk terus mencari informasi terbaru tentang saudara/i muslim di sana, bagaimana perkembangan agama Islam di sana, bagaimana perjuangan beribadah di sana.
“Kita akan merasakan perjuangan kita ini sempit apabila kita memikirkan bahwa kita yang memulai perjuangan dan kita yang mengakhirinya; tetapi apabila kita memikirkan bahwa perjuangan ini bukan kita yang memulainya dan bukan kita yang mengakhirinya, maka ketika itu pula terasalah bagaimana luasnya perjuangan kita, serta bagaimana luasnya keluarga (muslim) kita. Karena keluarga kita bukan keluarga yang diikat dengan keturunan darah tetapi oleh kesatuan Aqidah. Laa Ilaha Illallah Muhammadurrasulullah."
-Sayyid Quthb-
Maka ketika hati, lisan, dan tindakan kita telah sama berlandaskan syahadat kepadaNya, saat itu pulalah jiwa ini telah terikat, tanpa memandang warna kulit, suku, maupun wilayah. Bagi saya, mereka adalah keluarga, mereka adalah saudara. Allahu Akbar.Betapa bahagianya saya mengetahui komik ini telah beredar. Semoga Allah senantiasa berkahi..
Meski M. Bllondin bukanlah seorang muslim, tapi maasyaaAllah ia ikut membantu kelancaran terbitnya komik yang dibuat oleh sahabat muslimnya, yakni M. Allam dan M. Karim. Berbeda itu tidak selalu negatif, bukan :) Sayangnya, komik ini diboikot di negara Prancis itu sendiri, komik ini hanya dapat beredar di toko buku kecil, yakni toko buku muslim di sana. Meski begitu, masih banyak hal yang perlu disyukuri, toh buku ini mendapat respon luar biasa dibanyak negara, salah satunya di negara Indonesia :)
Islamic Book Fair, Senayan, pada hari minggu, tanggal 09 Maret 2014 adalah hari peluncuran komik Muslim' Show untuk Indonesia. Berbekal niat yang kuat, berangkatlah saya sendiri ke sana, mencari komik yang telah saya harapkan sejak lama. Ketika sudah berada digenggaman, tahu dong rasanya bagaimana? Senang bukan main :D
Public Lecture, Institut Kesenian Jakarta, pada hari senin, tanggal 10 Maret 2014 juga merupakan ajang silaturahmi antara Norédine Allam, Greg Bllondin dan Karim dengan penggemarnya di Indonesia. Wuri, Novia, dan saya, kami pergi bertiga diiringi dengan gerimis hujan, dan dinginnya udara pagi hari. Setelah mereka memaparkan kisah, ide, konsep mengenai komik Muslim' Show yang telah mereka buat, mereka pun membuka sesi pertanyaan, kritik, dan juga saran seputar komik Muslim' Show. Terakhir ditutup dengan sesi foto bersama, dan penandatanganan komik peserta, sama halnya dengan yang mereka lakukan di IBF pada hari sebelumnya. Setiap pembeli komik Muslim Show' pasti akan merasa sangat bahagia dan bangga, justru bukan karena tanda tangan mereka, melainkan karena karikatur wajah pembeli yang digambarkan di atas komik Muslim' Show. Ils sont très gentils :)
Saat komik kami bertiga yang ditandatangani, kami tak mau melewati kesempatan untuk dapat berbincang dalam bahasa Prancis, dan mereka menyambutnya dengan sangat baik. Lagi-lagi, nama saya rasanya begitu membekas bagi orang eropa -_- bagaimana tidak, Milka adalah sebuah brand coklat di benua eropa. "C'est comme le nom du chocolat!"







.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)