Powered By Blogger

Wednesday, January 1, 2014

Awal tahun

Bismillah.
Liburan semester gini enaknya ya...
MENTORING-lah :D
Senangnya lihat mereka yang sibuk mengatur mentoring gabungan. Meski ada modus rihlah (jalan-jalan) tapi tetap ada ilmunya :)
KRB. Kebun Raya Bogor.
Mereka meminta bahasan tentang "Back to nature"
Bagaimana awalan Allah mencipta Alam semesta.. Apa peran utama manusia di bumi-Nya..
Maasya Allah.
Merci beaucoup Allah:)
Segala Puji memang hanya milik Allah.


01 Januari 2014

Tuesday, December 31, 2013

A note from Naka

Catatan yang ditulis atas dasar hidayah, berbalut manisnya iman dalam Islam. Catatan seorang (yang kuanggap) adik, seorang muslimah yang belajar taat pada perintah Tuhannya, pada Allah. Berhijrah menuju kebaikan menjadi pilihan hidupnya kini. Dan apa yang kemudian ia rasa?
Temukan jawabannya dalam catatan ini.

"Hari ini berbeda dari kemarin
Waktu itu saya mengucapkan selamat natal kepada nasrani
Waktu itu saya bersedih kalo tidak jalan2 di waktu tahun baru
waktu itu saya senang merayakan tahun baru
Waktu itu saya acuh tak acuh ketika tahun baru islam
Waktu itu saya gelisah saat jomblo menjelang hari valentine

Hari ini berbeda dengan kemarin
Telah sirna rasa ingin menyebut selamat natal
telah sirna rasa sedih saat tahun baru
Menanti tahun baru islam
telah sirna kegelisahan dari kesendirian

Hari ini berbeda dengan kemarin
Datangnya kesedihan ketika melihat umat islam merayakan hal2 yang dibudayakan nasrani maupun romawi.
Apalagi keluarga sendiri ikut merayakan.
Datangnya kesedihan saat orang yg terdekat telah mengikuti budaya mereka.
Datangnya kesedihan saat tak ada yang mendengar kebenaran :'(

Hari ini berbeda dengan kemarin
hari ini adalah hari yang akan selalu datang dengan ketenangan karena masih dalam lindungan-Nya
hari ini adalah hari yang akan datang bersama kedamaian .

Hari ini berbeda dengan kemarin
Berbeda sejak aku terlahir di take a rest,
Hidupku seperti berputar.
Kebahagiaan dan ketenangan mulai hadir sejak aku mengenal take a rest.
terima kasih take a rest yang memberi ku motivasi dan kekuatan :')"
-Innaka Des

#Take a rest = Nama kelompok mentoring kami :)

Segala PUJI hanya milik Allah..

Lagi romantis



Pour: Qq, Nisa, Cornel, Falah, dan Salman.

Bismillahirrahmaanirrahiim.
     Memilih kalian yang belum saya kenali karakternya. Mempercayai kalian yang belum saya ketahui kinerjanya. Sungguh pilihan yang sulit dan objektif, pada awalnya. Mempertahankan kalian agar tidak berada di departemen lain, hanya karena rasa percaya. Mungkin bisa jadi ada yang menganggap bahwa penilaian saya salah dalam menempatkan kalian di sini, mungkin. Tapi berkat Allah dan diri kalian sendirilah, yang pada akhirnya membuat kalian pantas untuk mengemban amanah dalam departemen ini. Dalam dongeng kehidupan yang sebentar ini sungguh saya tak berhenti bersyukur dapat bertemu kalian di tengah-tengah perjalanan.
     Allah, DIA memang tidak pernah membebankan amanah melebihi kemampuan hambaNya. Bersama kita bisa melewati semua tantangan dihari kemarin. Yakinlah, kelak tiap tetes keringat, tiap tetesan air mata, dan segala pengorbanan selama ini yang akan berbicara dihadapanNya, mereka bersaksi bahwa kita berkorban hanya demi satu alasan, yaitu Kebaikan. Tidak akan ada hal yang tersia, karena semua pasti dinilaiNya. Jika memang ada kelalaian, atau ada kesalahan niat di dalamnya, semoga Allah maafkan. Selamat meneruskan perjuangan, selamat membentuk generasi-generasi hebat berikutnya.
Je vous aime grâce à Allah,
bise.

Milka Anggun (Ka. Dept PSDM Bem Jbp 2013)

Thursday, December 26, 2013

Subhanallah atau Maasya Allah?

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Secara umum, menyebut asma Allah dan berdzikir kepada-Nya ialah kebaikan tertuntunkan. Menyertakan Allah dalam tiap kejadian adalah niscaya. Dan tiap penyebutan nama Allah yang bermakna khusus tentu memiliki tempat sesuai tuntunan. Semisal; Istirja’ (inna lillahi wa inna ilaihi roji’uun) diucap saat kita mengetahui ada saudara kita yang meninggal atau saat kita bermusibah. (semisal banjir, kebakaran, tanah longsor, kecelakaan, dll). Nah, bagaimana dengan ucapan “Subhanallah” dan “Maasya Allah”?

Ada 2 yang mengikatnya; tuntunan Qur’an-Sunnah dan kebiasaan dalam Bahasa Arab.

Al-Qur’an menuturkan; Subhanallah
digunakan dalam mensucikan Allah dari hal yang tak pantas. “Maha Suci Allah dari mempunyai anak, dari apa yang mereka sifatkan, mereka persekutukan, dll.” Ayat- ayat berkomposisi ini sangatlah banyak. Juga, Subhanallah digunakan untuk mengungkapkan keberlepasan diri dari hal menjijikkan semacam syirik.

“Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: “Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?” Malaikat-malaikat itu menjawab: “Maha Suci Engkau (Subhanaka).
Engkaulah pelindung kami, bukan mereka:
bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”. (QS 34 : 40-41), dihinakannya Allah tersebab kita: Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah (Subhanallah), dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.”(QS 12 : 108) dll.
Bukankah ada juga pe-Maha Suci-an Allah dalam hal menakjubkan? Uniknya, Al-Qur’an menuturnya dengan kata ganti kedua:
“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keaadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):
“Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau (subhanaka), maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS 3: 191).
Atau kata ganti ketiga yang tak langsung menyebut asma Allah: “Maha Suci (Allah) (subhana), yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS 17 : 1, dll).
Sedangkan ia juga terpakai pada; me-Maha Suci-kan Allah dalam menyaksikan bencana dan mengakui kezhaliman diri: “Mereka mengucapkan: “Maha Suci Rabb kami (subhana), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.” (QS 68 : 29), menolak fitnah keji yang menimpa saudara:
“mengapa kamu tidak berkata, diwaktu mendengar berita bohong itu: “Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini, Maha Suci Engkau (Ya Rabb kami), ini adalah dusta yang besar.” (QS 24 : 16).

Bagaimana Hadits-nya?
“Kami apabila berjalan naik membaca takbir, dan apabila berjalan turun membaca tasbih.”
(HR. Imam Bukhari, dari Jabir ra.).

Jadi “Subhanallah” dilekatkan dalam makna “turun”, yang kemudian sesuai dengan kebiasaan orang dalam Bahasa Arab secara umum; yakni menggunakannya untuk mengungkapkan keprihatinan atas suatu hal kurang baik di mana tak pantas Allah Subhanahu wa ta’ala dilekatkan padanya.

Bagaiamana simpulannya?
Dzikir tasbih secara umum adalah utama, sebab ia dzikir semua makhluq dan tertempat di waktu utama pagi dan petang. Adapun dalam ucapan sehari-hari, mari membiasakan ia sebagai pe-Maha Suci-an Allah atas hal yang memang tak pantas bagi keagungan-Nya.

Bagaimana dengan “Maasya Allah”?
QS. 18 : 39 memberi contoh: “Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “Maasya Allah, laa quwwata illaa billah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan,” ia diucapkan atas kekaguman pada aneka kebaikan melimpah; kebun, anak, harta. Sungguh ini semua terjadi atas kehendak Allah; kebun subur menghijau jelang panen; anak-anak yang ceria menggemaskan, harta yang banyak.

Lengkapnya; “Maasya Allah la quwwata illa billah”, kalimat ke-2 menegaskan lagi; tiada kemampuan mewujudkan selain atas pertolongan Allah.
Pun demikian dalam kebiasaan lisan
berbahasa Arab; mereka mengucapkan “Masya Allah” pada keadaan juga sosok yang kebaikannya mengagumkan.

Simpulannya; “Maasya Allah” adalah ungkapan ketakjuban pada hal-hal yang indah; dan memang hal indah itu dicinta dan dikehendaki oleh Allah.
Demi ketepatan makna keagungan-Nya dan menghindari kesalahfahaman; mari biasakan mengucap “Subhanallah” dan “Maasya Allah” seperti seharusnya. Membiasakan bertutur sesuai makna pada bahasa asli Insya Allah lebih tepat bermakna.
Tercontoh; orang Indonesia bisa senyum gembira padahal sedang dimaki. Misalnya dengan kalimat; “Allahu yahdik!”. Arti harfiahnya; “Semoga Allah memberi hidayah padamu!” Bagus bukan? Tetapi untuk diketahui; makna kiasan dari “Allahu yahdik!” adalah “Dasar gebleg!”
Jadi, mari belajar tanpa henti dan tak usah memaki.

(dirangkum dari kultwit pada linimasa Salim A. Fillah rahimakallah).

Wednesday, December 25, 2013

Outing Mentoring Jbp

Bismillah.
Inilah lingkaran kami di dalam UI, hari di mana saling berkisah tentang Ukhuwah Islamiyah. :)


Selamat ya, kalian telah dipersaudarikan..
2012&2013

Tuesday, December 24, 2013

BEM JBP 2013

Bismillah.


Di sanalah saya belajar, menuntut banyak ilmu. Khususnya ilmu sosial. Organisasi pertama yang secara tidak langsung mendewasakan dan mengajarkan arti tanggung jawab, arti amanah sesungguhnya. 

Organisasi yang menciptakan senyum terindah dan pipi yang basah, karena air mata. BEM JBP.
Hari ini secara formal kerja kami telah selesai, keterikatan struktural kami akan lepas. Namun tak ada perpisahan bagi kami, hari ini kembali berkumpul keluarga kecil rekan perjalanan setahun belakangan. Badan Pengurus Harian BEM JBP 2013.
Persaudaraan ini begitu hangat. Walau tidak cukup dekat tapi senyum mereka selalu lekat dalam ingatan. Merekalah saudara-saudariku yang telah tergores namanya dalam rekam jejak BEM JBP 2013 :)

Dipimpin olehnya yang santai, terlihat cuek, konyol, bahkan sempat menjadi rivalku ketika menjadi calon ketua BEM JBP. Rasanya menyenangkan walau kadang juga membuat jengkel. Lebih dari itu, ia adalah sosok pemimpin yang fleksibel, kooperatif, bertanggung jawab, dan peduli pada rekan-rekan BEMJ yang dipimpinnya. jeng Zihni namanya.
Kemudian memiliki sekretaris yang bisa dibilang.. Baweeeel sekali #ups. Hobi ngomel juga karena kelalaian kami. Namun terlebih dari itu, ia sosok yang sangat perhatian pada kami, pada BEM, sabar menghadapi kami yang lalai secara administrasi. Dialah, ibu Dara.
Ada lagi yang tugasnya megang uang. Jutawaaaan! Selow but sure. Hobi pake baju serba hitam, dan sering lupaan. Tapi dibalik itu tahukah kita? Ia sanggup menyelesaikan SPJ sendirian, sabar menghadapi kami yang menunda-nunda pembayaran uang kas. Pun hanya ia yang bisa menyetir mobil, menjadi tebengan kami. Dan.. Yang kamera handphone-nya selalu jadi sasaran terempuk untuk foto-foto. Namanya, cici Ranti.
Selanjutnya ia yang mungil dan terlihat kalem, sering mengamati kami. Hobi tersenyum dan tertawa. Tapi diam-diam dia juga 'gila' seperti kami. Huaaah. Senangnya punya kestari yang rapi luar biasa! Yang semangat mengingatkan kami untuk sapu-pel-pokoknya beres-beres Sekret Bem. Yang menyediakan kertas-kertas untuk Proposal-LPJ atau RK-LK kami. Yang mencetakkan cap Bem dengan logo terbaru kami. Kalau bukannya, siapa lagi?
Dialah, ibu Meli.
Lanjut pada ia yang berkaca mata lebar, stay cool, sunda abis, dan punya aksen yang bagus saat berbahasa Prancis. Danus never die. Tiap bertemu ada saja yang ditawarkannya. Makanan, barang-barang, dll. Wajahnya juga senantiasa terlihat di acara-acara besar, setia berjaga di bawah tenda demi mencari nafkah untuk BEM JBP. Siapa yang manaj kalau bukannya, bu Icha.
Beralih ke sosok yang sering panik, suaranya lantang, dan moody-an. Namun ia sosok yang cerdas, kooperatif, mau belajar, dan perhatian. Si pendidiknya kru Pendidikan, yang kerjanya tak henti sebab jarak prokernya berdekatan. Siapa dia? Bu Wuri, namanya.
Kemudian bertemu dengan sosok yang ramai, francophile, lopeh banget sama Prancis, keen on dunia jurnalistik dan seneng tampil. Hobinya ngelawak dan mengeluh. Di samping itu dia adalah sosok yang selalu mencairkan suasana, bersemangat, dan kooperatif. Lihat saja buletin QuoiDeNeuf. Pasti kau temukan namanya, Fahmi hendriawan.
Sekarang bertemu dengan karakter yang cuek banget, transparan, suka ceplos saat bicara, dan rada tomboi. Sosok yang semangat bergerak, mudah mobile, peduli sosial, dan mau belajar. Ia berusaha dengan maksimal dalam menampung minat dan bakat yang ada di JBP. Dari bernyanyi, menari, main bola. Siapa dia? Erdina, namanya.
Satu lagi yang rada tomboi dan cuek, ditambah gaya bicaranya kritis, juga rada manja. Namun ia adalah pribadi yang perhatian, fleksibel dan yang memiliki relasi yang cukup luas. Yang seringnya dengan tanggap memberi info terkait advokasi mahasiswa pada kami. Novia namanya (seringnya kupanggil ia dengan sebutan bébé).
The last but not least. Hobinya tersandung atau terjatuh, sensitif dan feminin. Lebih dari itu ia sosok yang perhatian, lucu, dan penyayang. Yang secara dadakan bersedia menjadi pengganti penanggung jawab departemen rohani sebelumnya. Terima kasih ya bu Dita.
Oia sampai lupa.
Ada satu lagi, ketua pasukan Psdm.
Milka: ... (monggo isi sendiri) ...

Kalian penuh warna, sahabat. Terima kasih ya, persaudaraan kita begitu hangat. Berkat kalian aku mengenal kekuatan disaat kelemahan datang menghampiri. Berkat kalian aku mampu merasa tenang dengan senyuman-senyuman tulus setiap kali aku melakukan kekhilafan.
Semoga Allah senantiasa memberkahi hidup kita semua.
Mohon maaaaaaf atas segala kesalahan lisan dan tindakan saya selama ini :)
Milka.

Monday, December 23, 2013

A note from Salman

Pesan Terakhir untuk PSDM 2013/2014
Pour : Kak Milka, Cornel,
Anisa, Falah dan QQ
Bismillahirrohmanirrohim..
Assalamu’alaikum ..
Terima kasih banyak telah memberikan saya arti berorganisasi,
memberikan saya banyak kesempatan untuk bisa berkontribusi dalam masyarakat.
Terutama sosok kak Milka bagaikan Ibu yangsabar dalam mengurus anaknya, dari mulai belajar merangkak hingga mampu berjalan dengan sendirinya.
Awalnya saya mengira bahwa saya
cenderung kedepartemen lain yaitu
departemen pendidikan. Namun, seiring berjalannya waktuketika saya terjun di departemen PSDM, saya sama sekali tidak menyesal. Saya bersyukur dapat dipertemukan orang – orang seperti QQ, Anisa, Falah, Cornel,dan Kak Milka. Kalian orang – orang hebat yang pernah saya temui.
Banyak hal yang saya pelajari dari kalian, kebersamaan yang sangat dekat salah satunya. Itu membuat saya selalu teringat canda tawa, suka duka bersama, hingga saya berpikir hanya kita yang sedekat itu.
Pengalaman yang tentu saja sangat berharga saling mewarnai satu sama lain, ibarat sebuat lukisan kalian adalah catnya, saya yang menggerakkan kuasnya dan kalian yang memperindah setiap goresannya. Batu – batu licin dan terjal telah kita lalui bersama, hal yang sangat lucu ketika saya terpeleset di batu tersebut, saya terjatuh dan sulit untuk bangkit. Kalianlah yang selalu sedia mengulurkan tangan dan saling mengingatkan satu sama lain. Aku sangat bahagia punya kakak dan teman seperti kalian.
Mohon maaf bila saya sedikit
berkontribusi diprogram terakhir tadi, yang seharusnya adalah puncak semangat kita semua.Sekali lagi saya sangat meminta maaf jika saya sering membuat kalian kesal atas keras kepala yang saya lakukan, semua itu tidak lain tidak bukan juga demi kebaikan. Hanya saja jalan yang saya ambil berbeda dengan kalian, Seperti kereta yang berbeda tetapi rute perjalanannya sama, Hal inilah yang mengajarkan saya untuk lebih bisa menyatukan pikiran dengan kalian.
Terima kasih Ya ALLAH yang telah mempertemukan saya dengan orang sehebat kalian. Terus semangat untuk saling mengingatkan dan selalu memperbaiki diri. Bon Courage !
8 décembre