Powered By Blogger
Showing posts with label muhammad. Show all posts
Showing posts with label muhammad. Show all posts

Saturday, November 4, 2017

Selamat hari Ayah

Bismillah
.
Hari ini, adalah 365 hari yang lalu. Saat di mana malam menjerat nafas -- mencegat luka yang hampir beranjak pergi. Hari itu, mereka bebaskan deras air mata -- mengizinkan kedalaman duka.
.
Betapa cepat Senyum tiba dalam perjumpaan, namun butuh diupayakan dalam perpisahan. Jarang ada Air mata pada perjumpaan, namun hampir selalu jatuh dalam perpisahan.
.
Hari itu, adalah hari di mana rintik senyum berhenti, sementara tetes rindu menderas.
.
Rindu, adalah sendu yang menjelma dalam do'a. Rindu, adalah cara menggapai 'ketiadaannya'. Rindu, amatlah mudah dirasakan, teramat sulit ditiadakan.
.
Nasihat, harum tubuh, suara, tawa, canda, binar mata, tangan keriput, sarung shalat, sajadah, semua miliknya, itulah sebenar-benar rindu.
.
Kerap kali Allah hadirkan suka maupun duka, untuk apa? Untuk mengajar makhluk-Nya berlapang jiwa pada keduanya, atas segala ketentuan-Nya.
.
Duhai Fatimah binti Muhammad, malam-malam di mana pipimu diderasi air mata ba'da kepergian ayah. Kami jua melewatinya.
.
Gores gores penghujung malam, semoga rindu itu meredam-- meski tidak memadam.
(MA)

Monday, September 4, 2017

Thahira Kami

Thahira Kami
.
Padanya kami membangun cinta
Padanya kami menyemai rasa
Padanya kami menatap pesona
Padanya kami merajut asa
Padanya kami memakna usia
Padanya kami menjadi dewasa
Padanya kami menyebut Thahira
Padanya kami berguru
Padanya kami berilmu
Padanya kami meniru
Padanya kami menyemat haru
Padanya kami ingin bertemu
Padanya kami menyimpan rindu
.
Wahai wanita yang terlahir dari kelembutan ibunda Fatimah binti Zaidah
.
Wahai pesona yang memancar dari keteguhan dan syair cinta ayahanda Khuwailid bin Asad
.
Wahai wanita tersuci di kota Mekkah
.
Wahai mata yang kerap basah menghadap Kakbah
.
Wahai bibir yang gemar mengecup do'a pada kening mungil mujahid mujahidahnya
.
Duhai kasih yang berdenyut syahdu dalam nadi kekasih-Nya
.
Duhai memori yang menyimpan cemburu dalam hati si periang Aisyah
.
Duhai engkau bunda Khadijah, kisahmu kian semerbak syurga.
.
(17 Dzulhijj 1438 H, menuju Amazing Muharram)

Sunday, September 11, 2016

Parole du Coeur

بسم الله

Ô Allah.
Dans cette belle soirée, j'ai un grand espoir dont je pense toujours, c'est d'être tout le temps proche de Toi. Si non, j'éprouve une grande inquiétude, vraiment.

Ô ma prophète Muhammad.
Dans cette époque-ci étant très horrible, je n'ai que besoin de ta présence. Ce monde de plus en plus me fait trop peur.

Ô mon noble Coran.
Dans cette vie si moderne, j'aurais dû être proche de toi tout le temps. Je fais souvent la bêtise comme j'ai tant de raisons que je me sens très occupée pour t'apprendre par coeur, te mémoriser.


Baca juga : Tentang Guru

Ô paradis.
Veuilles m'excuser.
Voudrais-tu m'accueillir? Voudrais-tu me laisser rester dedans?


Ô Allah, pardonnez-moi. pardonnez-ma famille. veuillez nous pardonner.

Le dimanche - minuit
10 dzulhijjah 1437 H