Powered By Blogger
Showing posts with label hatihatidenganhati. Show all posts
Showing posts with label hatihatidenganhati. Show all posts

Sunday, November 10, 2013

Sederhana

"Pada akhirnya, kita tidak akan memiliki apapun. Semua yang ada di dunia hanyalah milik Allah dan akan kembali padaNya. Maka, mengapa tidak hidup sederhana saja dalam indahnya balutan kain iman Islam ini?" Tanyaku pada hati.

Monday, December 3, 2012

Kecenderungan

Bismillahirrahmaanirrahiim


Yang hedon itu memang lebih menyenangkan, jika kita menuruti hawa nafsu. Terlebih setiap manusia memiliki kecenderungan pada hal yang haq dan yang bathil. Namun sepantasnya sebagai seorang pemuda-pemudi muslim kita mampu berjuang melawan hawa nafsu.. Walau tak dapat dipungkiri bahwa hedonisme adalah sebuah wadah dalam mencapai kesenangan lahir-bathin, sayangnya hanyalah kesenangan semu, kesenangan yang tidak eternal.
Sesungguhnya ada kepiluan dilubuk hati ketika hedonisme lebih digandrungi, ada kekecewaan ketika ruh dan jasad ini tak berdaya menghempasnya.
Semoga Allah senantiasa membuka mata, hati, dan telinga kita agar tetap peka dalam menemukan kunci dari pintu-pintu hidayahNya yang telah TERSEDIA..
Aamiin.

Wednesday, November 14, 2012

Tinggal jauh

Bismillahirrahmaanirrahiim.
Bagaimana rasanya tinggal jauh dari orang tua? Tidak enak, sungguh. Bagaimana kau mau menerapkan sikap baktimu jika berada jauh dari mereka, sulit. Selemah-lemahnya iman, ya hanya do’a. Berharap Allah senantiasa menjaga mereka dalam nikmat iman dan nikmat sehat. Aamiin.
Ini hanyalah kata-kata yang keluar dari mulut ia yang orang tuanya masih lengkap, dan masih diberi kesempatan untuk menemui orang tuanya minimal dua minggu sekali. Tidak terlalu menantang jika dibandingkan dengan mereka yang orang tuanya telah pergi ke sisiNya.. Atau dengan mereka yang menemui orang tuanya minimal setahun sekali. Pasti lebih sulit menjalaninya, pasti lebih tegar pribadinya. Membayangkannya saja aku kagum. Jikalau aku yang berada diposisi mereka, entahlah.
Selama dua belas tahun aku menuntut ilmu, inilah tempat belajar terjauhku sampai hari ini. Selama dua belas tahun kemarin, aku hanya membutuhkan waktu lima belas sampai dua puluh menit saja untuk sampai ke sekolah, tapi kini tidak, perjalanan pulang pergi membutuhkan waktu lebih kurang 120 menit –empat jam--. Yang ini wajib tegar, demi menuntut ilmu, bukan?
Kadang aku membayangkan, bagaimana ketika suatu hari nanti ketika usiaku telah menginjak dua puluhan dan aku sudah siap dipinang oleh seorang lelaki pilihanNya yang akan mengambil hak atas diriku secara sah dihadapanNya. Ketika kelak aku menjadi seorang istri, seorang ibu. Aku mulai hidup jauh dari orang tua karena diriku sudah menjadi hak suamiku kelak, siapkah? 
Kini aku tau, ketika aku meminta Allah memberiku sifat mandiri.
Maka Allah menakdirkanku belajar di tempat yang cukup jauh dari rumah orang tuaku.
Segala peristiwa yang terjadi dalam hidup ini pasti mengandung hikmah serta pembelajaran. Ini yang terbaik. Bi idznillah..
*edisi homesick
Posted by

Dehidrasi iman?

Bismillahirrahmaanirrahiim.
Bermanfaat. Minimal bermanfaat untuk keluarga, kawan, dan orang sekitar. Maksimalnya untuk Agama dan Bangsa. Baik. Minimal baik untuk keluarga, kawan, dan orang sekitar. Maksimalnya untuk Agama dan Bangsa. Kita pasti bahagia ketika melihat ada setetes kebaikan terlahir dari ide kita, ucapan kita, tindakan kita, do’a kita, sungguh luar biasa bahagia. Bahagia ketika yang lain tersenyum merasakan nikmatnya tetesan kebaikan itu. Bahagia ketika kebaikan yang hanya setetes itu dapat berdampak bagi yang lain.
Namun, tetesan itu ternyata memang tidak mudah diciptakan, butuh tekad yang bulat, strategi yang matang, usaha yang tiada habis, dan do’a yang mantap. Layaknya berolahraga, harus sit up, push up, lari bolak-balik, lompat-lompat, baru banyak meneteskan keringat. :D Seperti itulah analoginya meneteskan kebaikan, banyak rintangan.. tapi Allah sudah bilang berulang kali bahwa belum beriman seorang hambanya jika belum menikmati banyak ujian dariNya. So, kalo dapet ujian, senyum aja deh :) kadang kepengen cengeng #wajarkan, tapi suka ngebanding-bandingin masalah sendiri sama masalah orang lain, saya rasa masih banyak orang lain yang lebih berproblema tapi toh wajahnya sumringah saja, jadi malu trus ga jadi sedihnya. :)
Mungkin itu dampak dari kecapean mikir aja jadinya lemah. Tapi kalo kita analogikan lagi dengan olahraga, selama berolahraga kita rentan mengalami dehidrasi, bukan? nah dehidrasi iman juga ada ternyata, jadi saat ujian lagi bikin ngos-ngosan isi juga ruhiyah kita dengan suplemen yang seimbang.
Jalan yang panjang, pengikut yang sedikit, waktu yang lama. Inilah yang harus ditempuh, jalan a la Rasulullah dalam dakwahnya.
Di sana tidak sepi
Kataku saja aku sendiri
Padahal ada Dia
Yang jaraknya lebih dekat
Lebih dekat dari urat nadi ini
Semangat mimil!
 
Posted by