Pepatah Yunani kuno berkata: "Scripta Manent, Verba Volant". Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan hilang bersama hembusan angin.
Saturday, December 31, 2011
Impian ini, impian itu, jadi satu.
Bismillahirrahmaanirrahiim.
Ayaaaaah dengarkanlah… (bukan lagu ya pemirsa^^) hari ini aku mencoba menyatukan berbagai impian hasil dari celetukan ideku sendiri. Ternyata ada hal yang sangat ingin aku wujudkan untukmu ayah. Aku ingiiiiiiiiin sekali bisa mempersembahkan sebuah galeri untuk memajang lukisan-lukisanmu, ayah… lukisanmu terlalu indah untuk hanya dipajang sendiri, atau hanya di simpan di gudang.
Selanjutnya untuk ibu… sungguh aku ingin sekali kau berhenti mencari nafkah, bu. Biarlah kau di rumah, biarlah aku dan kakak saja yang lelah. Namun apa daya aku belum bisa bekerja, walaupun labelku masih MAHASISWI tapi no excuse, bukan? Toh aku juga bisa bekerja mencari nafkah. Tapi ibu menuntut kualitas pendidikanku dulu… walau begitu, akan kuusahakan pelan tapi pasti kau harus bekerja di rumah bu. ^^ Masakanmu sungguh luar biasa, aku ingin membuatkan sebuah usaha catering untukmu… agar orang lain juga bisa merasakan nikmatnya masakanmu. Satu lagi, ibu… dulu kau pernah membawaku pergi ke ranah kelahiranmu, sayangnya ketika aku masih di dalam tubuhmu. Kini, aku telah lahir kan bu! :D aku ingin melihat Payakumbuh langsung, bu. Bersamamu :D kau rindu sekali kan buuuuuu. ^^
Terakhir untuk kakakku, I wanna travel around the world with ya sist!!! Really :D Also make our parents happy and proud of us!!! Together lhoooo. :D
Aaaand the last but not least, aku ingin ingin ingin sekaliiiii ayah, ibu, kakak, juga aku bisa menapakkan kaki di tanah suciMu, yaa Rabb. Juga tak lupa yang satu ini, menabung amal dari sekarang untuk bisa memberikan tiket ‘Menuju Jannah’ kepada kedua orang tuaku.
Aamiin Allahumma Aamiin…
“Umrah ke umrah menghapuskan dosa-dosa antara keduanya dan tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga.” HR. Muslim
“Barangsiapa berhaji ke Baitullah dan dia tidak berbuat keji dan fasiq, maka ia pulang sebagaimana waktu dilahirkan ibunya (diampuni semua dosanya).” HR. Muslim
Wednesday, December 28, 2011
My name, is it Du'a?
Bismillahirrahmaanirrahiim.
Nama sama dengan Do’a. Mungkin maksudnya lebih ke pengharapan kali ya? Ketika sepasang suami-istri mengetahui bahwa mereka telah dikaruniakan amanah berupa jabang bayi dari Allah SWT, pasti hal yang satu ini menjadi bagian yang tidak kalah penting untuk dipikirkan. Mereka mencari-cari arti terbaik dibalik sebuah nama, untuk diberikan kepada anaknya nanti. Tentu dibalik nama terbaik yang mereka pilih, ada sebuah harapan tertentu di dalamnya. Misalnya, ketika sepasang suami-istri memilih nama Muhammad… para orang tua pasti ingin anaknya mempunyai perangai seperti Rasul kita tercinta, berakhlaqul karimah. (Aamiin) Atau contoh lain untuk nama anak perempuan bernama Aisyah, sudah jelas orang tua anak tersebut berharap agar anaknya nanti bisa menjadi wanita yang cerdas seperti Aisyah R.A. (Aamiin)
Namun, ada juga orang tua yang menamakan anaknya sesuka hati tanpa ada harapan dibalik itu. Pokoknya yang penting keren. Kalau yang ini aku tak mau menyebutkan contohnya. Naah, jadi bisakah nama disamakan dengan do’a? Aku rasa itu innamaal a’maaluu binniyyaat. :) Karena ada yang hanya sekedar memberi nama, mengikuti artis favorit, sampai yang hanya terdengar oke. Kembali lagi, itu semua kebebasan setiap orang tua dalam memilih nama bagi anaknya.
Banyak juga nama yang supeeeeeeeeeeer indah, dari nama kawan-kawan, adik-adik kelas, hingga kakak tingkatku. Sampai-sampai aku terinspirasi menggunakan nama mereka sebagai nominasi nama calon anakku nanti. ^^ heheh tapi gak semuanya loh… Salut untuk orang tua mereka yang hebat memilih nama terbaik bagi anak-anaknya.
What about me??? MILKA ANGGUN apa sih artinya? Suka’ susu, luh ya? Pasti pada bilang getoh… tapi EMANG iya sih, I love MILK, then I love MY SELF. :D
Dan sampai pada suatu hari ketika aku berada pada masa awal kelas tiga SMA, guru Bahasa Indonesiaku meminta perkenalan diri kami (warga ips 2) masing-masing sembari menyebutkan arti nama. Tibalah giliranku, “Nama saya Milka Anggun. ‘Anggun’ karena mungkin orang tua saya menginginkan saya menjadi wanita yang anggun. Lalu ‘Milka’ maaf bu saya tidak tahu. Karena kata ibu saya itu nama pemberian Alm. Kakek saya, dan ibu saya tidak sempat bertanya. Hehe.” Jawabku apa adanya saja. Sumfeh deh malu >_< udah 17 tahun menjabat nama Milka, tapi ngga tahu maknanya. Hmmm, jadi PR!!! Keluh hatiku, SAAT ITU.
Pulangnya aku kembali bertanya-tanya pada ibu, tapi jawaban yang sama seperti waktu itu aku dapatkan kembali. Ibu tidak tahu… Aah aku jadi rindu kakeeek, seandainya waktu itu aku bukan bocah cilik sebelum kakek meninggal, pasti aku akan bertanya, “Kakek…… arti nama aku apa siiiih???” seandainya aja lho, ngga mungkinkan di replay waktunya. ^^
Pada usia tujuh belas tahun akhirnya aku mengetahui arti namaku sendiri. Dikasih tau sama Kang GOOGLE. :D Nama ‘Milka’ artinya…bla…bla…bla… NAH, pertanyaannya. Apakah nama ‘Milka’ itu merupakan sebuah do’a??? :)
Boleh cop-pas:
Milka itu…
Jenis kelamin: Female
Asal: Nama Ceko, Cekoslovakia, Czesh
Arti: Rajin, tekun
dan
Jenis kelamin: Perempuan
Asal: Alkitabiah
Arti: - Ratu
- Istri raja Nahor
- Anak raja Zelafehad
Selalu ada kisah disamping pertemuan kita
Bismillahirrahmaaniirrahiim.
Tepatnya hari selasa malam 27 Desember 2011 kemarin, aku bersama kedua sahabatku, Icha dan Andra JJM (Jalan-Jalan Malam) hanya bertiga saja, karena Sinta tak bisa ikut :(. Kami sudah berencana dari minggu lalu untuk menyaksikan film Hafalan Shalat Delisa bersama di Arion, jadi Andra yang notabene berdomisili di Bojong harus menginap di kosanku dan Icha @ jalan Pemuda III .
Kami memilih jadwal yang tayang pukul 18.45. Namun sayangnya metro (mini) #eaa nomor 03 yang kami tumpangi memutar jalan hingga memakan waktu sekitar 10menit hanya untuk sampai ke Arion saja. Pukul 18.45 teng kami sampai di TKP, namun untuk menuju bioskopnya lumayan memakan waktu lagi, lokasinya di pojokkan lantai paling atas, plus harus naik tangga lagi. Great.
Alhamdulillah pukul 18.55 kami membeli tiket untuk tiga orang dan mengambil posisi di seat F. Melewati pemutaran film sekitar 5 sampai 7 menit. Dan sungguh karakter Delisa sangat mengagumkan seperti yang ada di novel. :’) walau filmnya tak banyak sesuai dengan harapan. As usual.
Setelah bernangis bombay-ria kami bertiga bergegas pulang karena waktu suda menunjukkan pukul 20.30 malam. Aku, Icha, dan Andra langsung menuju tempat menunggu mobil jemputan kami (metro 03). Tiba-tiba (ini nih klimaksnya) ada seonggok, oh tidak~ maksudku ‘seorang’ lelaki berbaju kuning berlogat melayu. Ya, lelaki Malaysia yang tinggal di KL a.k.a Kuala Lumpur. Dia mengucap salam dengan sopannya, “Assalamu’alaikoom...” kami bertiga spontan terkejut, “Wa’alaikumussalam... ya??” jawab kami. “Saye nak minta tolong, ke kelape gading ha saye naik ape?” jawabnya panik. Kami bertiga asli penghuni bojong dan sekitarnya, jadi mana gaul di Jakarta nan luas ini. Setelah lelaki itu menjelaskan panjang lebar mengenai segala hajatnya untuk pergi ke kelapa gading secepatnya, Andra mencoba bercakap-cakap #eaa dengan bahasa inggris, tapi orang itu malah nyeletuk bahasa indo-melayu. Pusinglah kami dibuatnya. Andra pun bergegas menuju abang bajaj dan bertanya soal kelapa gading, tapi si orang melayu itu malah tak peduli dan ketika abang bajajnya menawari ia untuk diantar ke Kelapa gading, ia malah menolak. Aku dan Icha juga sempat menyuruhnya untuk bertanya ke sekuriti saja, tapi dia malah beralasan, “Tak nak lah, die sibuk begitu-begitu...” sambil memperagakan gaya pak polisi yang sibuk mengatur keluar mobil masuk Arion. Aneh sekali jawabannya, dan aku mulai curiga. :P
Tak lama kemudian datang seorang lelaki berlogat indo datang dan ikut membantu si lelaki melayu itu, dengan akrabnya (aneh bagiku). Seketika itu pula lelaki melayu tadi banyak mengoceh. Pertama, dia bilang dia senang bertemu dengan kami yang notabene saudara muslimahnya. Kedua, dia bersumpah-sumpah bahwa dia minta bantuan kepada kami dan dia bilang dia tidak berbohong. Ketiga, lelaki indo yang ikut membantu si lelaki melayu tadi sepertinya lebih berapi-api menawarkan jasa, dan kami malah digiring ke KFC. Andra, Icha, dan lelaki indo tadi bergegas duluan, aku mengikuti dari belakang, namun tampaknya si lelaki melayu melihat kecurigaanku (maklum, wajahku itu tipe wajah transparan. Ketika bahagia, lelah, sedih, bosan, mudah terlihat, jeleknyaaa.) Nah, lelaki melayu itu malah bertanya, “Tak apeu kan? What’s ur name?” tanyanya, “Milka” jawabku sekena’nya. “Apeu???” balasnya “Em-Ai-El-Kei-Ei.” Jawabku sekena’nya lagi, aku malas, bayangkan saja waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 malam. Lalu dia malah memperkenalkan namanya dan bertanya banyak hal lagi.
Kemudian tibalah kami di KFC, aku malas sekali, kecurigaanku sudah dipuncaknya, terbukti bahwa Icha pun sudah mulai curiga, kenapa minta di anter ke Kelapa Gading malah ngajak makan bareng??? weirdo. Lelaki indo dan lelaki melayu itu malah menyuruh kami duduk, saat itu pun muncul ide bohong dalam benakku, “Oh... So sorry, we should go home now! (sambil nunjuk-nunjuk jam), my mother’s waiting for us!“ sambil menunjuk ke lantai bawah. Dua orang itu mengiyakan dan mempersilakan, serta memasang tampang heran. Dan reflek aku menarik pelan Andra dan Icha. Kami bergegas turun, keluar Arion, mengabaikan metro 03 dan mencari abang bajaj, menawar harga (masih sempat saja) dan capcus ke pemuda III. Seketika itu pula Icha melihat kedua lelaki kuning itu sudah ada di depan Arion. Alhamdulillah masih dilindungi Allah SWT...... Alhamdulillah... satu lagi. Untung Arion masih ramai.
Biasanya di Bogor mau jalan jauh terus pulang malam, tingkat paniknya masih dilevel 1-2. Tapi ini di Jakarta, cuman di Arion. Paniknya udah dilevel 5. MasyaAllah... gak dulu deh ke Arion, ngeriiiii. Intinya, la femme a besoin d’homme... ya, wanita membutuhkan seorang laki-laki untuk menjaganya secara fisik minimal. Kami yang bertiga saja hampir dijahati, apalagi ketika kami dalam kondisi sendirian? Oooh tak maulah membayangkannya. Ajaklah ayah, kakak, atau adik lelaki jika kita ingin bepergian sendirian ke tempat yang kurang dijamin keamanannya. Walau memang itu bukan satu-satunya solusi karena tak sedikit wadah yang memfasilitasi seorang wanita untuk bisa menjaga dirinya, Putri Gading contohnya. Semoga Allah SWT selalu menjaga seluruh saudari fillahku di seluruh dunia dan juga aku. Aamiin Yaa Rabb.
Yaa Rabb jangan sampai ada korban selanjutnya. Aamiin allahumma aamiin.
Sunday, December 25, 2011
Emosi Rasa Nano-nano
Setidaknya ada tiga poin penting yang ingin kubahas hari ini. Motivasi posting kali ini lebih terkait pada pelibatan berbagai emosi.. Kesal. Sedih. Haru.
Mengapa kesal?
Emosi ini timbul akibat barusan menonton berita dari salah satu stasiun tv swasta. Tagline berita: 'Tragedi Kemanusiaan Mesuji', PAS ketika si host sedang meminta testimoni dari beberapa warga yang pernah mendapat kekerasan. Namun sayangnya salah seorangnya lagi kulihat sudah pink-sun (pingsan). Seorangnya lagi adalah ibu-ibu RT, beliau bercerita ketika beliau hampir disiram air panas sembari terisak, bisa kurasakan luapan emosinya kala itu, tak lama kemudian beliau menyusul kawannya alias pink-sun. :(
Host pun berpindah tempat ke tenda pengungsian warga, kemudian kembali meminta testimoni seorang ibu tentang keadaan hidupnya setelah digusur oleh para perusahaan. Singkatnya ibu itu bercurah hati bahwa di sana warga tak punya pemasukan, untuk makan saja harus jadi buruh serabutan. Di kala malam tiba, nyamuk datang menyerang, turunnya hujan disertai angin kencang pernah menerbangkan terpal tenda pengungsian mereka, parahnya sekitar 750-800 anak2 di sana terancam putus sekolah. Yaa Rabb... :'(
Lalu sebagai penonton aku malah ikut emosi, tak bisa beri solusi. :( namun masih ada do'a.. :)
Yang kedua, mengapa sedih?
Pada tanggal 26 Desember 2011 ini, usia tragedi tsunami Aceh 2004 lalu sudah menginjak 7tahun, pemirsa! Dan yang perlu diketahui, Aceh masih dalam tahap rehabilitasi. Pemerintah masih melakukan pembangunan perbaikan. Dikira sudah beres, ternyata masih proses.. :(
Keep du'a. :)
Ketiga, mengapa haru?
Karena besok aku bersama kedua sahabatku ingin bersilaturrahim :D Incha Allah. "Barang siapa ingin dipanjangkan umurnya dan diperbanyak rezekinya, hendaklah ia mnyambung tali prsaudaraan."
(Bukhari-Muslim)
We're going to watch Hafalan Shalat Delisa ^^
Aamiin.
C'est tout, à bientôt readers!
Jadi anak shalih ya saayang. ^^
Subhanallah, bocah berumur 6 tahun itu sedang menghafal qur'an.. :) terakhir kali aku menjaganya, ia masih kanak-kanak sekali. Kini ia sudah SD, ibunya bercerita bahwa di sekolah do'i juga menerapkan dhuha time tiap pagi.. Awesome.
Malulah aku kalau hal itu tak menjadi motivasi bagiku. Ibadahnya bocah umur 6 tahun itu sudah bisa dibilang baik, biar sedikit namun rutin. Semoga do'i jadi anak shalih n_n Aamiin yaa Rabb.
Ahmad Fairuz Abadi. :)
