Pepatah Yunani kuno berkata: "Scripta Manent, Verba Volant". Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan hilang bersama hembusan angin.
Friday, September 9, 2016
Satu, dua, tiga.
Belajar mencintai mereka adalah sebuah proses. Seiring waktu bergulir, saya mempelajari tiga hal yang menjadi cara terampuh dan termudah mengenal anak-anak lebih jauh.
Pertama adalah melalui buku harian (le journal intime) yang mereka buat dan kumpulkan perhari, yang membuat saya semakin dapat merasakan apa yang mereka pikirkan, bagaimana karakter mereka sesungguhnya melalui isi tulisan mereka, terkadang tulisan-tulisan itu berasal dari buah pikiran saja, tetapi tidak jarang ada yang berasal dari hati tulus seorang anak.
Kedua, melalui ujian kompetensi berbicara (production orale). Banyak tema yang terbentuk dari kejadian sehari-hari hingga fenomena atau berita yang dekat dengan dunia mereka. "Rumah impian", "Keluarga", "Liburan terakhir", "Rencana profesi masa depan", "Aktivitas rumah", dan banyak lagi. Di sanalah, sebagai seorang guru, saya diam-diam tidak hanya mencatat koreksi gramatikal saja, melainkan membaca perbedaan ragam karakter di antara mereka.
Baca juga : Mundur ya, Madame
Ketiga, melalui teman sekitar. Saya percaya, tidak sedikit anak dengan prestasi dan karakter yang baik, terlahir dari lingkungan belajar&bermain yang baik pula. Dekati saja kawan bermainnya, maka saya pun beberapa kali mengetahui bagaimana karakter asli anak-anak di kelas. Bisa juga penilaian dibentuk dari karakter temannya itu sendiri.
"Sebagaimana jika kita berteman dengan penjual parfum, kita akan terkena harumnya. Pun saat berteman dengan pengrajin besi, kita akan terciprat apinya."
Kini, saat rasa lebih dari sekadar empati terhadap mereka, maka akan kita sebut apa selanjutnya? cinta.
Monday, August 8, 2016
Suatu malam
Suatu malam, ada kisah-kisah menarik dalam hidup yang ingin kubagi padamu. Rangkaian proses perjuangan dalam mencari harta berharga bernama hidayah Allah. Jalan cinta penuh liku dalam mendekap keluarga tercinta untuk bergandeng tangan menuju cahaya-Nya.
Suatu malam, ada cerita-cerita lucu yang ingin kubagi, hanya padamu saja, hanya ada kita, bergurau bersama. Kemudian dengan menikmati alam ciptaan-Nya, kita lepas berbincang dan membayangkan tentang cita cinta kita kepada-Nya, memetakan proyek besar atas amanah yang akan Allah titipkan kepada kita untuk dijaga dan dibesarkan menjadi jundi jundi-Nya.
Suatu malam, ada yang ingin kuikuti, bersujud kepada-Nya bersamamu. Ada yang ingin kudengar, segala peluh kesahmu. Ada yang ingin kuhapus, rasa sedih dan kecewamu.
Suatu malam, yang entah suatu malam dalam waktu yang akan dijawab-Nya.
Gores gores bermanfaat..
Sunday, March 27, 2016
Kalian
Bismillaah
Thursday, February 7, 2013
Mencinta apa yang Allah cinta
Saya cinta mereka, sungguh. Karena kecintaan mereka pada Allah, yang juga memantik api cinta ini padaNya.
Saya sangat mencintai mereka, saudara/i yang bekerja untukNya dengan hati yang lapang dalam perjuangan yang panjang.
Saudara/i yang senantiasa mengingat Allah, yang senantiasa mengingati diri ini untuk terus bergerak dalam jalur cintaNya.
Saudara/i yang selalu ingin berjalan bersama, beriringan dalam jalan cintaNya.
Rabbi.. Saya merindukan mereka yang senantiasa membuat saya yakin...
Bahwa "Ada ALLAH di hati ini."
Ya, "Ada ALLAH... yang jaraknya melekat lebih dekat dari urat nadi dalam tubuh ini"
Bahwa saya tidak sendiri :)
Indahnya mencintaiMu, yaa Rabb.
Indahnya mencinta apa yang Kau cinta.
Mencintai mereka yang berjalan dalam jalanMu, dalam barisan yang teratur..
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang dijalanNya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." Ash-Shaf:04
Tuesday, December 18, 2012
Berkaca pada cinta
Waspadalah wahai ikhwah
Ketika ia ada bukan untuk dijaga
Thursday, December 13, 2012
Tentang Kau
Yaa Allah.
Hanya Engkau.
Sungguh hanya ingin Kau.
Semuanya hanya karena Kau.
Untuk Kau.
Izinkan Yaa Allah.
Izinkan...
Biarkan ini tetap lurus.
Biarkan ini tetap murni.
Biarkan kutiup debu yang menutupi.
Izinkan Yaa Rabb.
Izinkan...
Ikhlaskan hati ini hanya karena Kau, cukup.
Izinkan aku yakin bahwa aku mampu.
Karena Kau.
Karena Kau saja.
takbir!
Friday, April 27, 2012
Mentee-menteeku :)))))
Alhamdulillah hari ini telah menyelesaikan satu amanah di sekolahku, tepatnya sekolahku setahun yang lalu. Sebisa mungkin jika memang tidak ada agenda pribadi,kampus,atau keluarga yang urgent, setiap hari sabtu pagi insyaAllah bisa kupastikan tubuhku ada di SMA, wadahku tempo dulu dalam merapikan diri(akhlak,ibadah) sedikit demi sedikit. bi idznillah.
Benar kata murabbiyahku, "Disaat kau lelah atas agenda2mu,kemudian kau bertemu dengan binaan2mu,seketika itu pula rasa lelahmu menghilang". Benar saja, hal itu terjadi padaku.
Melihat senyum-tawa mereka, mendengar candaannya,curhatannya,celetak-celetuknya, karakternya yang berwarna-warni. Sungguh bisa kulupakan sejenak rasa lelah yang lalu hinggap.
Menyedihkan,aku yang sungguh menyedihkan. Sempat selama empat minggu tak kupenuhi agenda mentoring, selain karena mentee-mentee libur UTS, alasan lainnya adalah agenda kampusku.
Bukan menyalahkan, tapi aku memang kurang suka dengan agenda kampus yang jatuh pada hari sabtu dan minggu, sesekali tak apa namun pernah sampai empat minggu berturut-turut... aah tidaak #berlebihan
Aku bukan tipe orang yang merasa mudah ketika harus mobile kemana-mana. Cukup difokuskan Senin-jumat agenda kampus,Sabtu-minggu agenda sekolah. Pour moi, c'est tout.
For my mentees, Je t'aime parce qu'Allah... I love you because of Allah...
Alifah
Age
Dea
Diah
Devi
Dwita
Fanny
Ivo
Sukma
Ulfi
Virgi
Rabithaaaah yuuk:)
Saturday, December 31, 2011
Sunday, December 25, 2011
Jadi anak shalih ya saayang. ^^
Subhanallah, bocah berumur 6 tahun itu sedang menghafal qur'an.. :) terakhir kali aku menjaganya, ia masih kanak-kanak sekali. Kini ia sudah SD, ibunya bercerita bahwa di sekolah do'i juga menerapkan dhuha time tiap pagi.. Awesome.
Malulah aku kalau hal itu tak menjadi motivasi bagiku. Ibadahnya bocah umur 6 tahun itu sudah bisa dibilang baik, biar sedikit namun rutin. Semoga do'i jadi anak shalih n_n Aamiin yaa Rabb.
Ahmad Fairuz Abadi. :)
Thursday, December 22, 2011
Guys. SELAMAT HARI EMAK :D
Alhamdulillah.. Yeah.. Hari ibu ini banyak hadiah yang telah kutunjukkan secara -tidak- langsung untukmu MAMA. Dari mulai buat cerpen tentang ibu, buat n baca puisi bahasa Prancis tentang ibu, sampe ret-coret di spanduk aliansi ungkapan spesial untuk ibu...
Ternyata aku bisa membuatmu mengharu biru hanya dengan cerpen hasil perbuatanku itu. Alhamdulillah... Something. :D
22 12 11.
Tuesday, December 20, 2011
Hai kau yang di situ!
Aku bukan kau.
Aku bukan dia.
Aku, ya aku.
Manusia yang sok tahu.
Tidak seperti kau.
Yang bagi hatimu
DIA nomor satu.
Ya Allah…
Inilah aku hambaMu yang peragu.
Ketika diri tak mampu.
Malah berpaling wajah dariMu.
Gemarlah aku mengadu pada selainMu.
Alamak, ternyata buruk nian tempatku mengadu!
Kucari lagi.
Tak memuaskanku.
Kucari lagi.
Tak menghiraukanku.
Bukan urusan kami!
Jawab mereka menghempaskanku.
Lalu aku tambah pilu.
Lagi-lagi jadi malu.
Kembalilah aku padaMu.
Wahai Yang Maha Satu.
Wahai Yang Sayang Padaku.
Ampunilah hamba sang peraguMu.
Salam haru untuk Yang Maha Satu.
Iseng-iseng berhadiah
Friday, December 2, 2011
Maher Zain - For The Rest Of My Life | Official Music Video - YouTube
For the Rest of My Life Lyrics
By: Maher Zain
I praise Allah for sending me you my love
You’ve found your home it’s here with me, and I’m here with you
Now let me let you know
You’ve opened my heart
I was always thinking that love was wrong
But everything was changed when you came along, oh
And there’s a couple of words I want to say
Chorus:
For the rest of my life, I’ll be with you
I’ll stay by your side, honest and true
Till the end of my time, I’ll be loving you, loving you
For the rest of my life, through days and nights
I’ll thank Allah for opening my eyes
Now and forever I, I’ll be there for you
I know it deep in my heart
I feel so blessed when I think of you
And I ask Allah to bless all we do
You’re my wife, and my friend and my strength
And I pray we’re together in Jannah
Finally now I’ve found my self, I feel so strong
Yes everything was changed when you came along, oh
And there’s a couple of words I want to say
Chorus:
For the rest of my life, I’ll be with you
I’ll stay by your side, honest and true
Till the end of my time, I’ll be loving you, loving you
For the rest of my life, through days and nights
I’ll thank Allah for opening my eyes
Now and forever I, I’ll be there for you
I know it deep in my heart
And now that you’re here, in front of me
I strongly feel love
And I have no doubt, and I’ll sing it loud
And that I will love you eternally
Chorus:
For the rest of my life, I’ll be with you
I’ll stay by your side, honest and true
Till the end of my time, I’ll be loving you, loving you
For the rest of my life, through days and nights
I’ll thank Allah for opening my eyes
Now and forever I, I’ll be there for you
I know it deep in my heart
Wednesday, November 16, 2011
Lebih Baik Terlambat.
Banyak hal.. Ya, banyak pengalaman hidup yang baru kurasa ketika yang lain telah merasakannya. Tak apa, toh selama Allah masih memberiku kesempatan untuk mencicipinya mengapa kuharus khawatir sudah terlambat.. Hidangan yang paaaling nikmat adalah ketika kuhidup di dalam naungan hidayahMu ya Rabb. :)
LOVE YOU AS USUAL
Friday, September 30, 2011
semoga ini rindu karena-Mu...
Sunday, July 10, 2011
Ibu. Sulit menggambarkanmu hanya dengan satu kata.
Bismillahirrahmaanirrahiim…
In The Name Of Allah, The Most Gracious, The Most Merciful…
Aku, kamu, kita… punya sebuah malaikat yang Allah turunkan dengan penuh cinta dan kasih sayang. Ia yang mengajari kita untuk mencintai-Nya, dan kita semua pernah hidup dalam tubuhnya. Saat pertama kali menghirup udara dunia, yang paling kita rindukan hanyalah pelukannya. Sebagai bentuk rasa terimakasih, karena dengan rasa bahagia justru ia berjuang merasakan sakit yang tak tertahankan, demi keinginan kita untuk keluar dari tubuhnya.
Ibuku, ah… betapa kasihmu tak dapat terbayarkan dan tergantikan oleh orang lain. Kau mencintaiku dengan tulus dan ikhlas, semua terasa tanpa harus kau ungkapkan. Betapa hebatnya Sang Maha Pencipta menanamkan rasa cinta kasih dalam dirimu, yang mudah terungkap tanpa harus banyak bicara.
Ibuku, ibumu, ibu kita. Bekerja mengurus rumah tangga, sigap mengatur segala keperluan, pandai mengatur keuangan, detil memperhatikan keluarga, bahkan… banyak diantara mereka yang berjuang mencari nafkah untuk keluarga kecilnya, memenuhi segala keinginan kamu, aku, kita. Tanpa kata lelah, maupun keluhan… memikirkan masalah keluarga, ditambah bonus masalah pekerjaan di mana ia bekerja.
Ketika kita lapar, ibu memasak tanpa kata ‘ah’. Saat kita meminta, ibu membantu tanpa kata’ duh’. Ibu penuhi kebutuhan kita tanpa meminta imbalan setelahnya. Menolong permintaan kita tanpa raut wajah malas-malasan.
Ia menutupi masalahnya, menyembunyikan air matanya. Ibu… betapa sesungguhnya kami ingin kau membaginya dengan kami, walau sakit hati ini melihat air mata dukamu. Ibu… maafkan diri ini yang kadang lalai terhadapmu. Lupa memperhatikanmu, kebutuhanmu. Tidak sepertimu, yang selalu memperhatikanku, terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang kau lontarkan, “Bagaimana harimu nak?”, “Bagaimana kegiatanmu tadi nak?”, “Ada apa dengan raut wajahmu, apa ada yang mengganggumu?”. Terkadang… ketika kau bertanya aku mengulur untuk menjawabnya. Dengan alasan sibuk mengerjakan PR, sibuk dengan kegiatan sendiri. Ibu… maafkan anakmu yang egois ini…
Ketika kita bercerita, mereka akan mendengarkan dengan penuh konsentrasi. Tapi ketika mereka bercerita, apa yang biasa kita lakukan? konsentrasi sering terbagi dengan yang lain. Ibu… tak pernah lalai kau sisipkan nama kami dalam do’amu, kau banjiri do’amu dengan air mata yang tulus… meminta yang terbaik untuk kami. Sungguh, betapa Allah sangat mencintaimu… karena do’amu yang akan menduduki list pertama dalam sesi pengabulan do’a.
Ibu… sulit untuk digambarkan hanya dengan satu kata, karena mereka begitu istimewa. Tapi dengan seribu kata, lebih pas rasanya untuk menggambarkan dirimu, apa bila kata itu tak mencapai seribu jumlahnya, aku tinggal mengisi dengan kata yang sama berulang kali. Cinta, Perhatian, Kasih Sayang, Cinta, Perhatian, Kasih Sayang, Cinta, Perhatian, Kasih Sayang, Cinta, Perhatian, Kasih Sayang, Cinta, Perhatian, Kasih Sayang, dan seterusnya hingga mencapai seribu kata. He He karena memang rasa itu yang memenuhi dirimu.
Bahkan ibu mereka, ibu dari kawan-kawanku, yang notabene bukan ibu kandungku. Betapa aku dapat merasakan besar cinta mereka kepada anak-anaknya… Itulah naluri yang sama yang dimiliki oleh setiap ibu, mencintai seorang anak dengan sepenuh hati. Bahkan yang bukan anak kandungnya sekalipun… Seperti ibuku yang menyayangimu kawan, khususnya untuk keluarga kecilku di SMA, Andra, Icha, Sinta
Mamaku, Bunda dari Andra, Mama dari Icha, dan Mama dari Sinta. Keempat ibu itu sangat menyayangi kita... Aku yakin kalian juga merasakannya. Subhanallah, semoga rasa cinta ini semakin tebal dan tak kunjung menipis hingga ke Jannah-Nya nanti. Dengan izin-Nya, Amin… Amin Ya Rabb. Sadarkah kita secara tidak sengaja telah membentuk sebuah keluarga besar??? Ibu kita secara tidak sengaja menjadi berteman, karena melihat kedekatan anak mereka masing-masing, mereka pun tidak mau kalah untuk bersilaturahmi. He he…
Ibu… ajari aku agar jika sampai waktunya, aku bisa menjadi ibu yang super hebat, super rajin tanpa lelah, super perhatian, super penuh cinta, super sabar, super sholeha, supertimu…
Well, blog kali ini hanya menguak betapa besar rasa cinta ibu pada kita
Salut! untuk kalian yang telah pandai menjadi anak yang berbakti. Pertahankan n_n Pokoknya, sebawel-bawelnya ibu… itu pasti karena ia terlalu mencintai kita, mengarahkan yang terbaik untuk kita, tidak mau anaknya mendapat hal yang buruk, dsb…
Aku mencintaimu Ibu. Cinta lebih pas jika tidak diumbar disembarang tempat. Namun untukmu, aku tak malu mengumbar rasa cintaku padamu ibu
Sunday, June 19, 2011
Afwan jiddan wahai kawan, aku tak selalu ada untukmu.
Bismillahirrahmaanirrahiim...
Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Apa definisi teman/kawan menurutmu?
Menurutku, teman/kawan adalah seseorang yang mampu berinteraksi tanpa memilih kasta ataupun ras, dapat berkomunikasi dengan baik, memiliki rasa simpati bahkan empati, juga hadir ketulusan dan kasih sayang dalam hatinya, sehingga dapat menjalin hubungan yang harmonis... walau tak selamanya.
Lebih jauh lagi???
Ada Sahabat... ya, yang harus menerima segala perbedaan yang ada, yang tidak mempunyai rahasia di antara mereka, yang selalu pengertian, yang harus selalu menyediakan waktu untuk sahabatnya, bahkan yang katanya harus ada disaat duka maupun duka. Katanya...
Teman, Kawan, Sahabat, menurut opinikuuuu. ting ting
Pertemanan, tidak identik dengan 'selalu ada' namun yang ku beri hanyalah kesetiaan... Walau tak selalu dapat bersamamu, namun aku mengingatmu, dan tak pernah melupakanmu. Aku menyapamu ketika kita bertemu suatu hari nanti, dan aku menanyakan kabarmu secara berkala.
Pertemanan, juga tak harus selalu mengumbar kata sayang ataupun cinta, cukup dengan perlakuan baikku, rendahnya arogansiku, hadirnya namamu dalam do'aku...
Pertemanan, bukan hanya mencintai karena kesamaan yang ada, pengertian yang utuh, maupun sifat yang baik2. Tapi, aku mencintaimu karena-Nya... mengasihimu karena-Nya...
Pertemanan, bukan hanya rasa pengertian satu sama lain. Karena sudah pasti Allah jauh lebih mengerti dirimu dibanding aku. Allah lebih mampu menolongmu dibanding aku. Cukup dengan rasa empati dan husnudzan yang kuberikan padamu...
Pertemanan, tidak harus mengumbar rahasia satu sama lain, karena ada hal di mana, pasti kau maupun aku, hanya ingin membaginya dengan Allah, keluarga, dan diri sendiri...
Pertemanan,bukan masalah waktu, bukan masalah hadirnya bukti fisik, dan bukan selalu harus bersama. Karena kau akan sadari, beberapa saat lagi, pasti. Dengan izin-Nya, kita pasti berpisah dengan membawa segala keperluan diri masing-masing... kau pergi bersama segala kepentinganmu, dan aku pergi membawa kepentingan2ku. Namun itu semua masih dalam genggaman rencana dan rahasia-Nya. Disaat itulah kau harus sadari, betapa aku sangat membutuhkan pengertian, do'a dan husnudzanmu, begitupun sebaliknya. Dan betapa sesungguhnya Allah menguji, seberapa kuat ukhuwah kita... dan kau harus sadari semenjak dini, bahwa aku, tidak akan selalu hadir di sampingmu teman, namun aku dapat hadir di hatimu. Kawan, maafkan pabila aku sering melukaimu... Sahabat, jika nanti kita tlah hidup masing-masing, berjanjilah kita akan bertemu lagi dalam keadaan tlah menggapai cita masing2, cita2 yang berbeda. Sampai pada akhirnya, kita bertemu lagi dalam keadaan telah menggapai cita2 yang sama. Satu impian kita di fase kehidupan berikutnya. Yaitu berkumpul ditempat-Nya yang paling cantik, yang paling indah. Di Jannah-Nya... Amin ya Mujiib...










