Powered By Blogger

Monday, August 22, 2011

Tak mengharapkan 'ini'...

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Dulu diospek ada istilah abang-none, akang-teteh, dan sebagainya pada pemilihan ketua gugus. Kini Srikandi dan Arjunalah pengganti nama tersebut, tepatnya di fakultasku, FBS (Fakultas Bahasa dan Seni). Kini bukan lagi memegang jabatan ketua gugus atau semacamnya, melainkan ketua angkatan fakultas, Subhanallah kuadrat. Nah! Ini-nih cerita ospekku 10 Agustus 2011 kemarin 

Suatu hari di Fakultas Bahasa dan Seni terdapat 9 macam jurusan, yang terdiri dari: Bahasa dan Sastra Indonesia; Bahasa dan Sastra Inggris; Bahasa dan Sastra Arab; Bahasa Prancis; Bahasa Jepang; Bahasa Jerman; Seni Rupa; Seni Musik; dan Seni Tari. Nah, sampailah kami pada sesi pemilihan Arjuna & Srikandi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS). Dibutuhkan perwakilan 2 MABA (Mahasiswa Baru) dari masing-masing jurusan yang terdiri dari 1 laki-laki dan 1 perempuan. Jadi totalnya dari 9 jurusan hanya 18 oranglah yang menjadi calon, dan itu bisa ditunjuk oleh kakak tingkat (kalo di SMA ini semacam ‘kakak kelas’), bisa juga mengajukan diri sendiri.

Sungguh mendebarkan, dalam hati nih, ada rasa ingin mewakilkan jurusan sendiri! Bahasa Prancis. Ingin mengharumkan nama jurusan sendiri! Bahasa Prancis. Tapi aku ragu… tidak percaya diri… dan aku t-i-d-a-k b-e-r-a-n-i. Kemudian yang ku lakukan hanyalah MENUNGGU. Siapa yang ku tunggu? Ya mereka yang mempunyai keberanian melebihi aku. Atau mereka yang mungkin kemampuan public speakingnya lebih baik daripada aku. Dalam hati hanya berbicara, duh mana nih perwakilan jurusanku? Payah bukan? Bergantung pada yang tak pasti…

Voila! Perwakilan laki-laki dari Bahasa Prancis telah maju dan naik ke panggung. Ya, hanya kaum hawa yang belum maju untuk mewakilkan jurusan, kulihat kakak tingkat jurusanku sibuk mencari dan memanggil-manggil kami, “Dek, ayo siapa yang mau jadi perwakilan Bahasa Prancis, ayo dong majuuu.”  Berulang kali, dari deretan terdepan, tengah, ke belakang. Miris. Kakak-kakak MC pun sibuk memanggil setiap perwakilan, ayo Jerman mana? Jepaaaaaang? Bahasa Prancis mana nih? Tetap tak ada kaum hawa yang mewakili jurusanku. Aku jadi gerah sendiri, jadi tak sabar sendiri, kesempatan menunggu sudah habis, yang ditunggu tak kunjung datang. Siapa? Lalu siapa yang akan jadi perwakilan? Jawabannya ada pada diriku sendiri. Hingga aku mengangkat tanganku dan memanggil kakak tingkat jurusan, “Kak di sini barisan Bahasa Prancis! Nanti emang di depan mau diapain kak?” Aku bertanya dalam ragu. Kemudian kakak mungil itu, kak Ria namanya, menjawab, “Yaudah liat nanti aja di depan yang penting maju dulu dek, perwakilan jurusan kita, ayo,ayo!”  Kakak itu tersenyum dan bergegas maju, membawaku.. Ya, membawaku maju. Bismillah, kuserahkan semua pada-Mu. Duhai Allah, kaki ini sudah terlanjur melangkah maju.. Allah bantu akuuuuuuuuuuuuuuuuu. Jerit hati ketika itu.

            Sampailah aku di atas panggung, kemudian sang MC bertanyake arahku, “Yak, perwakilan dari jurusan apa?”  - “Bahasa Prancis -- Prancis kak!” Jawabku mantap sedikit berteriak karena lautan manusia di belakangku bergemuruh satu sama lain, kemudian aku dipersilakan mengambil posisi berdiri. Alhamdulillah lengkaplah sudah perwakilan dari jurusanku, 1 orang lelaki bernama Fahmi dan 1 orang perempuan yaitu aku sendiri. Lengkap sudah perwakilan 9 jurusan, total 18 orang mahasiswa baru.

            “Di sini kami punya 18 gulungan kertas yang berisi angka, dan angka-angka yang kalian ambil tersebut akan menjadi nomor urut maju kalian, oke?” sang MC memberi pengarahan, mereka berdua. Yang satu bernama kak Anim, MC yang super mengocok perut, dan partnernya bernama Kak Rud. Kami semua hanya mengangguk tanda mengiyakan, kemudian mulai membuka nomor urut yang kami pegang masing-masing, tanganku mulai basah oleh keringat dan suhunya teramat dingin, ritme jantungku berdetak lebih cepat, Ya Allah beri aku waktu untuk mempersiapkan diri… Daaan aku mendapat nomor uruuut. T-U-J-U-H! Alhamdulillah!  bukan yang pertama. Aaaahh yeaaaaaaaahhh mameen.

            “Nah, di sini kami punya satu pertanyaan untuk masing-masing dari kalian, dan kalian hanya diberi 30 D-E-T-I-K untuk berpikir dan menjawab, tidak lebih. Baik! Mari kita mulai dari nomor urut pertama, maju perkenalkan HANYA nama dan jurusan.”  Kata sang MC memberi pengarahan. Aku ikut memperhatikan segala macam pertanyaan yang dilontarkan kepada 6 orang teman sebelumku, kebanyakan temanya adalah masalah sosial. Seperti, Bagaimana menurut Anda mengenai dana APBN pendidikan? Bagaimana kondisi budaya Indonesia saat ini? Apakah Anda setuju jika pabrik rokok ditutup? Berikan komentar apa yang anda banggakan dari negeri Indonesia ini? Atau Apakah Anda setuju dengan adanya Ujian Nasional?  Pertanyaan-pertanyaan tadi itu ikut kujawab dalam hati, aku berlatih menjalankan nalarku yang tidak sebagus kawan-kawan lain. Kupanaskan otak sebelum mesin-mesinnya dijalankan. Kemudian tibalah nomor urutku, T-u-j-u-h.

            Kulangkahkan kaki ke depan, ke arah mikrofon, kutatap lautan manusia dihadapanku. Ah salah, semakin guguuup. Bismillah, bukankah murid smavo sudah diajarkan untuk biasa tampil di depan kelas? Jeritku dalam hati. Aku tidak boleh ciut, aku sudah mengambil keputusan untuk maju membawa nama baik jurusan. Tak ada jalan setapak untuk mundur, yang ada hanya maju: HADAPI!  Pokoknya lakukan yang terbaik sebisaku. Kutarik nafas yang panjaaang dan mengeluarkannya lewat mulut, rileks, tenang, pikiran mulai memerintah dengan baik. “Nama saya Milka Anggun, dari Pendidikan Bahasa Prancis.” Singkat saja. Kemudian kakak itu mulai melontarkan pertanyaan, “Baik, bagaimana menurut Anda, jika menjadi seorang guru yang mempunyai peran untuk membangun karakter bangsa? Terimakasih dan silakan dijawab.”  kurang lebih begitu, bismillahirrahmaanirrahiim kujawab sebisaku saja, intinya aku menekankan jawabanku pada ‘Meningkatkan kualitas kinerja guru.’ Dan voila! Sebelum aku selesai menjawab, kakak itu memotong, “Baik, terimakasih.” Itu tandanya waktu sudah habis, yaaaahh… #padahal girang dalem hati#. Akupun mundur dan kembali ke posisi awal aku berdiri, bergantian dengan rekan yang mempunyai nomor urut delapan. Sekarang tugasku hanya berdo’a meminta hasil yang terbaik dariNya, sembari menunggu kesebelas kawanku menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Rasa gugup kembali menyelimuti, apa jawaban tadi pas dengan pertanyaannya ya? Ah biarkan. Toh yang penting sudah jawab dan b-e-r-a-n-i maju, acuhku menutupi rasa gugup.

            Kami semua telah selesai menjawab pertanyaan, jawaban yang warna-warni. Hasil keputusan ada ditangan para panitia MPA (Masa pengenalan akademik) fakultasku. Inilah babak penyisihan pertama, jadi dibabak kedua nanti hanya akan tersisa 6 orang yang terdiri dari 3 calon Arjuna, dan 3 calon Srikandi. Jelasnya, yang Arjuna terpilih dari jurusan Seni Tari, Bahasa&Sastra Indonesia, (satu lagi aku lupa, mangaaaaaaaaaaaaap eh maaaap.) Dari sisi Srikandi, yang terpilih dari Seni Musik, Seni Rupa, dan gak disangka-sangka Bahasa Prancis. Kok bisa? Ya, kok bisa.

            Babak pemilihan kedua ternyata kami tidak dicekoki pertanyaan lagi melainkan diuji dengan kreativitas dan imajinasi kami. Menghebohkan sekali para pembaca, ternyata kami diberi empat buah barang yang harus dirangkai dan dijelaskan maknanya hanya dalam waktu 3 MENIT, berpikir, membuat, bergerak, menjelaskan. Dari 1 buah karet gelang,1 buah gelas plastik aqua,1 buah sedotan, dan selembar kertas ha-ve-es. Kami diizinkan untuk berbalik badan menuju meja untuk merangkai keempat alat istimewa yang tadi telah diberikan.

Pemirsa, e pe-pe mi-mir sa-sa PE-MIR-SA! *tukul mode on. Coba dibayangkan ya, bayangkan… gelas plastiknya kutelungkupkan dan kutempelkan dengan sedotan yang posisinya berdiri, lalu aku ikatkan dengan karet. Kemudian hvs tadi ku lipat jadi 2 dan ku lipat-lipat segitiga lagi, membentuk pesawat Boeing-737. #eaaa gayaa#. Tapi, apalah arti semua yang tadi  kubuat itu? Apalah arti si aqua gelas, dan apalah arti si Boeing-737? Ngga tau. Panik. Jelas! panik tapi tetep harus punya trik. Apa yaaak? Yang satu udah jadi pesawat alias kapal terbang. Aquanya jadi apa yak…? Aqua gelasnya tertelungkup mirip kubah, sedotannya mirip teropong…hm… a-ha! Kapal selam (aja deh)! Oke,jadi-in! Ide yang sangat tak terduga pembaca sekalian, dalam bentuk yang buruk rupa kunobatkan gelas plastik dan sedotan itu menjadi sebuah kapal selam. Naaaah! Trus buat penjelasan maknanya apa donk?  Hm… Kapal selam hidupnya di BAWAH, kapal terbang di ATAS, Indonesia sekarang di bawah kayak kapal selam, tapi suatu hari nanti Indonesia bisa hidup lebih baik dan lebih tinggi lagi kemakmurannya kayak kapal terbang. Yippiiiiiiiiiiiiii!!! (INTAN: INspirasi InsTAN).

Giliranku maju menjelaskan si kapal selam dan kapal terbang tadi, “Baik, sebenarnya tadi saya bingung mau buat apa, setelah barangnya jadi saya juga masih bingung maknanya apa, jadi intinya saya baru dapet maknanya beberapa detik yang lalu, yang di tangan kiri saya ada kapal selam dan yang ditangan kanan saya ada pesawat terbang, jadi Indonesia seperti kapal selam yang hidup di bawah dan saya berharap…” belum selesai kujelaskan, kakak MC itu memotong, “Yak, terimakasih.” Guys, give me W for WHAT?? Aku baru tau ternyata diberi durasi, lalu kuminta perpanjangan waktu dan diberi 3 DETIK. “Berharap Indonesia bisa berada di posisi pesawat terbang!!” Belum selesai lagi, kembali dipotong oleh ucapan ‘terimakasih’ sang MC. Well, time is up! :(

Keputusan pemenang dilihat berdasarkan hasil tepuk tangan, dan sedengarku tepuk tangan untuk calon Srikandi dari Seni rupa lebih banyak jumlahnya dibanding tepuk tangan untuk untuk seni musik dan bahasa Prancis, lagipula jumlah mahasiswa seni rupa memang jauh lebih banyak dibanding jumlah mahasiswa jurusanku. Tapi tak apa, I did my BEST, oh Allah… I did my best just now. Bagaimana tepuk tangan untuk para calon Arjuna? Entahlah, aku tak terlalu memperhatikan. Seketika itu aku sudah tahu pemenang di calon Srikandi, yap Seni Rupa! #eciee pak fajaaar# Allahu Akbar! Rencana-Nya masih bisa berubah kawan, ternyata panitia kurang sepakat dengan hasil tepuk tangan tadi. Mereka menganggap tepuk tangan tadi hanya berisi kontribusi dari jurusan masing-masing, jadi kurang fair. Akhirnya para panitia meriung berkumpul dan berdiskusi, bersyura’, bermusyawarah, pokoknya mencari kesepakatan bersama.

Para panitia mulai berbalik ke arah kami, selesai. Keputusan sudah ada digenggaman mereka, harapanku untuk menang pasti ada. Tapi jujur saja itu tidak terlalu mendominasi, karena sudah Alhamdulillah aku bisa membawa nama jurusanku hingga ke 6 besar.  Pengumuman pun dimulai, “Daaan, Arjuna FBS 2011 adalah dari jurusaaaaaaaannnnnn… Baahasaaa daaan Sasstraaa INDONESIA!!” Teriak kak Ucup alias kak Yusuf (ketua MPA FBS 2011) mengumumkan. Kami semua bersorak gembira bertepuk tangan menerima keputusan akhir para panitia, “YEEEEEEEEEEEY!!!” #prokprokprok# “Selanjutnya, Srikandi FBS 2011 jatuh pada jurusaaaaaaaaaan #jengjengjeng# Bahasaaaaaaaaa --- Perranciiiiis!!!” teriak kak Yusuf lagi. #prok-prok-prok# Aku terpaku, tidak tahu siapa yang memaku, kaget bukan main, aku diam ditempat selama beberapa detik tersenyum tanggung. “Eh, A-K-U???” jawabku sekenanya. 

Subhanallah walhamdulillah wa laa illaha illallah wallahu Akbar!!!  Aku senang tapi gamang. Entah ini aneh atau tidak, tapi jujur saja aku tidak bahagia seratus persen. Karena kini aku harus menggendong amanah baru. Rasanya ingin menjadi contoh yang baik bagi kawan-kawan, tapi ada rasa takut tak dapat bekerjasama dengan mereka, ada rasa ragu bisa gak ya jadi ketua angkatan? Dan ada rasa khawatir akan mengecewakan, pokoknya nona-nona. Eh nano-nano.

Tuh kan benar, dipermulaan MPA, PEKIKAN YEL-YEL kami Fakultas Bahasa Dan Seni jujur saja awalnya kurang asik dan tidak kompak. Namun Alhamdulillah seiring berjalannya waktu,omelan dan pengalaman yang telah lalu, esoknya kami bangkit dan menunjukkan bahwa kami bisa lebih baik dari kemarin, lebih baik dari Fakultas lain, lebih kompak dan lebih semangat. Allahu Akbar! 

Alhamdulillah, MPA berakhir sudah… Itu semua takkan berjalan tanpa kehendakMu, takkan lancar tanpa ridhoMu, takkan menyenangkan tanpa bantuanMu ya Rabbi. :) Terimakasih atas segala do’amu ibu, ibu, ibu, ayah, kakak, kawaaaaaaaaaaaaaan. :’) 

YEL-YEL MPA FBS 2011:

Kita di sini ikut MPA…

Indonesia, Arab dan Inggris

Jerman, Jepang, Bahasa Perancis          Nada Lagu Daerah ayo mama

Seni Rupa, Musik, dan Tari

FBS kita selalu di hati.

 

Hey kawan-kawan semua…

Kita datang dengan gaya

Hey kawan-kawan semua…

Kami ada penuh karya                                            

Unik, kreatif, selalu penuh warna

Kritis dan juga penuh cinta                  Nada Hey Yamko Rambe Yamko

FBS ini fakultas paling rame

Mahasiswanya paling oke

 

Oke-oke…

Rame-rame…                                     2 X

Rame-rame…

Oke-oke…

 

Yeyeye! Hadiah-hadiah :D balloon… baluun… BALON MERAH! 

3 comments:

  1. Asik deh srikandi Prancis. . . Kapan2 bawa aku keliling prancis yak!
    ;D

    ReplyDelete
  2. subhanallah:) semangKa mimiiiiiillllll

    ReplyDelete
  3. @rifamuh: asik ga asik fa :) Aamiin.. kalau ada kesempatan utk ajak rifa, pasti :D
    InsyaAllah.

    @zanaro: Aamiin.. Keep semangkA:) kamu juga yep!

    ReplyDelete