Powered By Blogger

Sunday, September 11, 2011

Jumlah Muslim Prancis yang Berpuasa Ramadan Meningkat. #telat update :)

Kamis, 04/08/2011 15:48 WIB

Prancis adalah negara di
Eropa yang paling banyak
jumlah muslimnya. Jumlah
muslim di negeri Menara
Eiffel inim menurut lembaga
survey Ifop sekira 3,5 juta
orang atau 5,8 persen dari
total jumlah penduduk
Prancis.
Meski demikian, ada yang
memperkirakan jumlah
Muslim di negeri itu lebih
besar, antara 5-6 juta orang
dan menjadikan Islam
sebagai agama kedua
terbesar di Prancis setelah
agama Katolik.
Tetapi dari seluruh muslim di
Prancis, seperti juga di
tempat-tempat lainnya, tidak
semuanya muslim yang
dikatagorikan sebagai
muslim yang taat
menjalankan ajaran Islam.
Namun, dari survei yang
dilakukan Ifop, ada
kecenderungan yang
menggembirakan. Survei itu
menunjukkan bahwa Muslim
Prancis yang benar-benar
menjalankan ajaran Islam,
pada tahun ini meningkat
menjadi sekitar 41 persen,
dibandingkan mereka yang
mengaku hanya "Islam KTP"
sebesar 34 persen.
Survei Ifop yang
dipublikasikan harian La
Croix menyimpulkan bahwa
Muslim Prancis yang
menghormati bulan
Ramadan, dalam arti
menunaikan kewajiban puasa
Ramadan, jumlahnya
meningkat tajam pada tahun
ini. Hasil survei menunjukkan
71 persen Muslim Prancis
menunaikan puasa pada
bulan Ramadan tahun ini.
Angka itu lebih tinggi 10 poin
dibandingkan tahun 1989,
ketika survei pertama di
lakukan.
Berdasarkan survei Ifop
tahun 1989, 9 persen dari
jumlah komunitas Muslim
mengaku berpuasa penuh
hanya beberapa hari saja dan
20 persen muslim mengaku
tidak puasa sama sekali pada
saat bulan Ramadan.
Sedangkan Ramadan tahun
ini, 73 persen lelaki Muslim
dan 68 persen muslimah
menyatakan berpuasa penuh.
Mereka yang taat
menjalankan kewajiban
puasa Ramadan, menurut
survei itu, kebanyakan dari
rentang usia 18-24 tahun.
Dari survei Ifop juga
diketahui bahwa Muslim
Prancis yang menunaikan
salat Jumat di sekira 200
masjid yang ada di seluruh
Prancis, jumlahnya juga
makin meningkat. Jika pada
survei tahun 1989 hanya 16
persen, tahun ini
prosentasenya mencapai 25
persen. (kwEN)

No comments:

Post a Comment