Powered By Blogger

Wednesday, March 22, 2017

Say no to Manja

Bismillaah.
.
.
Dulu, papalah yang selalu dan selalu jadi penanggung jawab rumah dan seisinya. Rusak sedikit tinggal curhat, "Pah..." hehe. Jangankan rumah sendiri, rumah tetangga aja kalau ada apa-apa pasti yang dicari papaku :) su-per-man!
.
Sekarang, say no to manja. Sejujurnya saya paling anti sama yang namanya bergantung sama manusia (selagi masih bisa handle sendiri), dan saya ngga nyaman dengan hati yang khawatir tanpa keberadaan papa.
.
Khususnya ya sekarang ini, saya hanya ingin jadi anak yang mandiri tanpa papa di sisi, karena sedikit banyak papa sudah kenalkan peralatan perang papa. Mana yang namanya obeng kumbang, mana yang namanya tang, gergaji, amplas, kape, mur, baut, apa fungsi mereka, dan sebagainya. InsyaAllah ilmu jariyah papa yang harus terus saya manfaatkan :)
.
Berbekal ilmu yang papa ajarkan, bahkan saat papa bekerja sering saya tonton semenjak kecil, akhirnya saya jadi ngilmu tentang kerja-kerja bangunan maupun hal-hal lain yang biasa dikerjakan lelaki.
.
Urusan papa ternyata sungguh banyak, astaghfirullah sampai ga sadar. Urusan bengkel, bangunan, elektronik, rawat tanaman, rawat hewan, dan lain-lain. Hal-hal yang kini jadi urusan perempuan-perempuan di rumah hehehe, padahal bertiga tapi riweuhnya subhanallah..
.
Pemirsa, jujur saja saya ngga pernah request ke Allah punya hati yang mendayu-dayu, tapi, kalau lagi dalam posisi begini, rasanya itu Undescribable. :)
.
But just keep calm, saya rasa ini semua akan menjadi hal yang biasa kedepannya. Terakhir papa terbaring sakit, saya mendapati pintu kamar mandi yang susah ditutup, mau panggil papa, ngga mungkin hehe, akhirnya papa yang panggil saya.
.
"Coba kamu ambil obeng, di balik kaca itu..", kata papa.
.
Woh..ada obeng di sana. Ucap saya dalam hati.
.
"Nah sekarang, kamu dorong baut di bawah pintu, trus coba tarik pintu kamar mandinya..", papa melanjutkan.
.
"Wow bisa pap, pintunya udah bisa ditutup!", ucap saya kegirangan, ternyata as simple as that. *sok
.
"Nah..besok-besok kalau pintunya begitu, ade udah bisa sendiri ya.", lanjut papa.
.
Saya mellow mendadak sambil pasang senyum mengiyakan, soal hati, yaa, Allah Sangat Tahu apa warna hati saya saat itu. :)
.
Saya yakin ibrah dari pintu kamar mandi itu sebenarnya papa berpesan dan punya harapan besar putrinya bisa belajar jadi perempuan tangguh, yang tanpa papa di sisinya mereka tetap bisa struggle.
.
Solusinya sekarang, sabar dan syukuri aja. Saya harus yakin bahwa lama kelamaan insyaAllah semua akan terbiasa. Seolah-olah tidak ada yang kurang, ya, seolah-olah. Biar Allah yang bimbing kehidupan kita, kata seorang teman, "papa sudah selesai tanggung jawabnya".
.
So, mam, semangat mam kita! :)
.
22/03/2017
Besok setahun wisudaan, dan hamdulillah tahun lalu masih lengkap. Sekarang pun insyaAllah tetap lengkap, dihati. *tsah

No comments:

Post a Comment