Powered By Blogger

Friday, July 1, 2011

Merci Allah, You created him... a great writer! Ahmad Fuadi. Give him 'i' for 'inspirative!'

Bismillahirrahmaanirrahim…

In The Name Of Allah, The Most Gracious, The Most Merciful…


            Suatu malam, ayah mengganti channel televisi ke acara yang dikomandoi oleh bang Andy F. Noya. Acara Kick Andy. Di sanalah saat pertama kalinya aku mengetahui bahwa ada seorang penulis novel bernama Ahmad Fuadi. Acara promo buku sulungnya berjudul ‘Negeri 5 Menara’. Tadinya ayah mau mengganti channel, tapi segera aku tahan, apa karena? Karena aku sangat tertarik untuk mengenal beliau lebih jauh, ketika beliau menyebutkan sebuah nama tempat. Pondok Pesantren Gontor.

            Yap, Gontor gitu loh! Pesantren yang sedengarku dari kawan-kawan, itu pesantren keren! Bahasa wajib inggris-arab, disiplinnya oke, melahirkan generasi yg balance dalam IMTAQ & IPTEK pula. Ajib! Dalam hatiku. Dan beliau pun mulai bercerita. Mengenai kehidupannya selama di Gontor, yang biasa disebut Pondok Madani. Manis-pahitnya, suka-dukanya, pengalamannya, pelajarannya dan sebagainya. Apalagi ketika beliau mengucap mantra ajaibnya dengan banjir semangat! “MAN JADDA WA JADA! Siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses!”  Bulu kudukku berdiri. Ya ampun, merinding disko! Promonya berulang kali menarik hatiku untuk mengisi rak buku di ruang tamu dengan satu novel karangannya. Si N5M. Negeri 5 Menara.

            Hitamnya lagit malam semakin pekat, ibu menyuruhku untuk segera tidur karena besok pagi harus berangkat sekolah. Ketika itu pula aku sudah mengantuk, aku putuskan untuk tidur sembari terbayang-bayang wajahnya, wajah si novel itu. Cover Negeri 5 Menara. Aku ingin beli, ingin punya satu, ingin tahu isi ceritanya, ingin tambah inspirasi…

            Tapi malang, tak cukup uang yang aku punya, harus melewati proses menabung terlebih dahulu. Dan di masa menunggu, aku meminjam novel milik kawanku. Benar-benar penasaran… Tak sempat mebabat habis seluruh isi novel N5M, buku itu tlah kembali pada sang pemiliknya. Hmm, waktu memang tidak mendukungku untuk berleha-leha membaca novel pinjaman itu. Tabungan pun masih jauh dari harapan, aku butuh bantuanmu… Ibuuuuuuuuuuuuuuuu ^^v

Aku meminta ibu untuk membelikan novel N5M, tapi ibu menunda, kata beliau tunggu ada uang lebih… Baiklah! masa menunggu dimulai dari awal.

            Aku lupa berapa lama jaraknya, namun pada tanggal 05 agustus 2010 ibu berhasil membelinya :D bertepatan dengan hari milad uniiiiiiiiiiiiiiiku ^^ Alhamdulillah, sekarang waktunya, membabat habis bacaan yang sempat tertunda! Tapi sampul dulu sebelum dibaca, sudah menjadi kebiasaan aku dan uniku…

            Semangat kembali menyerbu relung hati. ‘Man jadda wajada’  kembali hangat dalam ingatan. Pendeskripsian kehidupan Gontor semakin jelas. Inspirasi dari sang penulis sampai tertanam dalam diri. Aku suka buku ini!

            Bacaan Negeri 5 Menara telah khatam. Semangat hidup semakin membara, apalagi dalam berusaha dan bekerja keras. Karena, siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses! Tentu dengan izin-Nya. AllahuAkbar!!!

Tahun berikutnya…

            Telah hadir, buku kedua dari trilogi Negeri 5 Menara. Subhanallah! Keinginan hati itu datang lagi, ingin memiliki lanjutan kisah berikutnya mengenai perjalanan hidup Alif Fikri. A.k.a Ahmad Fuadi. Masa menunggu itu datang lagi, kapan ya bisa beli bukunya. Namun, tak ada pinjam-meminjam karena buku itu sedang sibuk dibaca oleh sang pemiliknya…

            Alhamdulillah, kini aku telah memilikinya, novel ‘Ranah 3 Warna’  yang hadir bersama mantra baru. Man Shabara Zhafira! Siapa yang bersabar akan beruntung!. Cihuuuuuuuuuuuuuuuy! Sampul dulu, baru baca… Lembar pertama, kedua, dan seterusnya ku buka dengan semangat full, untuk mendapatkan inspirasi baru. Untuk menyirami rumput hati yang sering layu.

            Ya Allah, aku baca buku ini sembari koleksi kosa kata, kalimat, atau pun kata mutiara dalam bahasa yang Kau cinta. Bahasa Arab… Subhanallah! Dan ada sesuatu yg tersembunyi di balik makna Man jadda wa jada. Ternyata antara kesungguhan dan kesuksesan ada jaraknya! Apa yang membatasi mereka??? Baca aja bukunya ^^

Ternyata buku ini berisi tentang mimpinya yang diremehkan orang, yang diragukan orang. Namun dengan Man jadda wa jada nya, dengan Man shabara Zhafira nya, mimpi itu menjadi nyata! AllahuAkbar!!! Layaknya mimpiku, cita-citaku untuk bisa berkunjung, belajar, shalat di masjidnya, makan, jalan-jalan, cari pengalaman, pokoknya semua yang baik2 yang ingin aku cari di Benua Eropa, bagian barat, Negara Perancis, Kota Paris… Bismillah… full-in ikhtiar, full-in do’a, full-in tawakal, Man jadda wajada, Man shabara Zhafira…

            Mungkin pikirku, pikirmu, ada yang tidak mungkin di dunia ini. Tapi lain bagi Allah, bagi-Nya tak ada frase ‘Tak Mungkin’. Kun fayakun… Maka terjadilah, apapun itu… bahkan yang aku, kamu, kita bilang, ‘nggak mungkin’. Wallahu’alam…

            Segala puji bagi Allah, Yang telah Menciptakan aku, kamu, kita semua. Menciptakan penulis yang sangat inspiratif! Bang Ahmad Fuadi. Pokoknyo semoga Ambo bisa mancapai cita-cita Ambo, pai ka Negara Perancis. Semoga aku bisa menggapai cita-citaku, pergi ke Negara Perancis. Amin Ya Mujib… 

 

4 comments:

  1. Qo saya masih aja gak tertarik baca novel ya? Termasuk novel2 fenomenal macam ini...

    ReplyDelete
  2. udah pernah coba baca novelnya blm kak? :) saya tertarik karena novelnya inspiratif.. Sangat.

    ReplyDelete
  3. Kalo Pernah coba, pernah..

    Mungkin lain kali coba baca dulu deh. . .

    ReplyDelete