Powered By Blogger

Monday, October 24, 2011

Sudahkah Aku Menjadi Dewasa?

Bismillahirrahmaanirrahiim..

"Kini... kau telah dewaasa. Hadapi problema di dunia.." Jvo-KKTD.

Ya, inilah kegalauanku. Bocah sepertiku masih saja dihinggapi rasa galau. Biarkan orang lain memandang apa, tak bisa kusangkal atau kuganti namanya, karena memang inilah yang namanya GALAU. Biar, biar galau. Asal jangan keliwatan gitu. :P

Sebenarnya yang termasuk kategori manusia dewasa itu seperti apa? Seperti apa perilaku, kepribadian, maupun cara berpikirnya? Surely, I've got confuse. Which way I used to change my self? *aaah kacoo englishnya. Biar salah yang penting PD -needcorrectionplease-* Like a child. Childish, for sure. It's me. Yeah i-t-s m-e. Milkaa, more mature please.. -I wish-

Sebenarnya yang dewasa itu yang seperti apa? Sebenarnya orang yang sudah menemukan jati diri itu apa cirinya? Di satu sisi saya merasa sangaat bocah, dalam berpikir, bersikap, berbicara. Dan malangnya saya ngeles bahwa itu semua dikarenakan saya anak bungsu, bontot, termuda, terkecil, termanja, terimut. *ups abaikan yang terahir. :P* tapi emang iya apa karena itu? Dan di sisi lain ada yang bilang kalau saya gak bocah-bocah amat..

Saya bete sendiri, kenapa saya dari dulu senang bermanja ria dan dimanja ria. Karena dampaknya terjadi sampai hari ini. Terkadang lisan dan tindak ini terpeleset, semaunya. Padahal bukan innocent atau naif. Tapi apa dong?


Dulu saya paling anti dengan yang namanya punya adik, yang notabene mengurangi jatah bermanja saya dengan orang tua. Tapi kini,sekarang,hari ini, saya membutuhkannya. Ya, adik kecil akan menjadi pembelajaranku dalam mendidik dan memanjakan seseorang yang usianya jauh lebih muda dari saya, yang memerlukan pengendalian ekstra dalam bertindak maupun berucap. Karena merasa jadi sosok teladan baginya.

Sempat bertanya -menyerempet meminta- pada ibu. "Ma, adek cuma mau bilang ya ma, sekali lagi, cuma-mau-bilang. Kok adek jadi kepengen punya adik ya ma?"
Spontan ibu menyambut dengan dingin, "Walah, nggak mungkin dek, kamu mah aneh aja.. Kamu aja nanti."
-aah gagal, saya merenung-

Sampai hari ini saya belajar memahami, apa itu dewasa? Yang mandirikah? Yang banyak bertindakkah? Yang tidak banyak bicarakah? Yang ga pecicilankah? Yang ga sok-gahol kah? (kok lama2 jadi saya banget ya. Banyak bicara, pecicilan, sok gahol..) Astaghfirullah..

#see you on the next story readers!

4 comments:

  1. when I walked alone in my lovely city, went to this place, and then this place, to meet the pious people for admonishing my self, I often taught about maturity.

    maturity is a choice,however.

    maturity, it's not mean that we have to be mute, I think. we could measure our maturity when there's a problem, block our step. so, what we gonna do? be patient and try the good way to solve it? or leave it and think that it won't come for the twice even we have not solved it. or just think about it without doing something, or solve it without a good thought and effort?
    I think, we will choose the first one, right? see, to be patient it's not easy at all, really.
    see, to take or choose the good way also it's not easy even we are cleaver. so, of course we need Allah to lead us choose the best one.
    bersabar, istiqomah mendekatkan diri kepada Allah, berbicara jika merasa itu akan bermanfaat, bercanda jika merasa kawan akan senang, diam jika merasa perkataan tiada guna, aku rasa Milka, sekalipun kita ini memang masih anak-anak.... tapi dalam suatu kondisi, kita menjadi dewasa. karena dalam suatu kondisi juga kedewasaan tidak dibutuhkan*iya ga sih, ucapan yang terakhir ini tidak berdasar memang. hahaha*

    the point is, just be ourselves, think positively, think before doing then, do our best dll :)
    Oiyaaaaaaaa.. sama banyak-banyak dengerin pengalaman orang-orang yang lebih mahir daripada kita Milka. asiknya menjadi adik, adalah karena punya kakak yang otomatis pengalamannya lebih banyak daripada kita :)

    kalo komen aku ga nyambung, maaf yaaa neng :D

    ReplyDelete
  2. wih inggrisnyaa meen ga nahan :D
    sip isma, mais parfois je dis quelque chose utilisé pas, I often make some joke that no means anything :( maybe if I haven't topic to talk, i've to be silent and stay away..
    Sharing sama kk tingkat, that's my hobby hehe
    Isma PM dungs, dulu kmu di ipa 5 gmn?

    ReplyDelete
  3. I think if we do that to make the atmosphere warmer, and they close with us it's not a problem, our joke is "a good" joke, however. heheh

    in my opinion, we may stay away or keep silent but don't make the other think that we are angry with them, or don't want to join with them, or they are not appropriate with us because of our silence. menurut kamu gimana Milka? yang jelas, emang kita harus jadi diri kita sendiri, selama itu baik, dan ubah keburukan kita menjadi kebaikan, bagaimana tahu itu buruk? itulah pentingnya berpikir sebelum bertindak. walaupun no body is perfect, right?

    ReplyDelete
  4. 100% agree ustadzah :) hehe that's rite, think before talk, before do something. And just be who I am :D

    ReplyDelete