Powered By Blogger

Wednesday, November 14, 2012

Kita butuh membina

Bismillahirrahmaanirrahiim..
Arti membina bagi saya.
Membina.. atau bahasa kerennya mentoring, ia adalah suatu hal yang sempat saya khawatirkan setelah lulus SMA. Apakah saya siap, apakah saya pantas, dan banyak lagi. Tapi saya juga berpikir, masa iya saya tega adik-adik baru tidak merasakan indahnya pembinaan di SMA seperti saya dulu. Mana mungkin saya menggugurkan pembinaan yang sudah susah payah dibangun kakak-kakak terdahulu disekolah.. dan satu lagi, saya ingin bisa bermanfaat, ya minimalnya saya bisa memberikan sesuatu untuk SMA tercinta, yaitu membantu membina di sekolah. Pembinaan merupakan suatu hal yang sudah menjadi suatu kebutuhan setiap umat. Bagaimana jadinya jika negara ini tidak ada yang membinanya? Bisa jadi negara itu berantakan, kacau, ruwet, dll. Nah sama halnya dengan adik-adik saya, baik yang di SMA maupun di kampus. Bagaimana seandainya jika mereka tak mendapatkan pembinaan di ranah yang baru mereka jajaki? Hm, saya khawatir :D
Tidak ada yang menggaji, lalu kenapa mau membina?
Setidaknya dengan membina, kita dapat membantu mengurangi kemaksiatan2  yang terjadi dimuka bumi ini. Saya pun belajar untuk tidak hanya mengomentari kelakuan2 minus masyarakat muda jaman globalisasi, tapi ikut bergerak membuat adanya perubahan perbaikan umat. Namun memang tidak secara signifikan. Dengan membina adik-adik di SMA dan di kampus, saya juga belajar membina diri saya sendiri, berkaca pada setiap apa yang saya sampaikan pada adik-adik, mencoba bahwa semua ucapan tidak hanya untuk memperbaiki mereka tapi juga untuk saya sendiri. Masalah gaji, uang, siapa yang tidak ingin mendapatkannya? Tapi pembinaan ini bukanlah sesuatu yang bisa dibisniskan, cukup lelah ini dibayar dengan ridhoNya, that’s all.

Membina mereka? Kenapa tidak dari yang terdekat? Keluarga misalnya?
Berulang kali keraguan ini memang sempat hadir. Namun berulang kali pula saya diingatkan, ketika saya membina yang lain.. yakinlah bahwasanya Allah yang akan menjaga keluarga saya tercinta. Bukan masalah ego, tapi membina yang di rumah memang tidak lebih mudah, selain masalah waktu, masalah usia pun saya kurang oke. Maka berharap, berusaha, dan berdo’a semoga Allah memberikan penjagaan pada hati-hati mereka agar senantiasa menikmati indahnya iman dalam agamaNya. Berharap tetangga di sekitar rumahlah yang menjadi pintu peluang hidayah itu terbuka, siapa yang tau kecuali Allah. Dan itupun benar terjadi, da’i itu kini hadir menemani keluarga saya, lewat tutur kata dan perbuatannya, saya membaca bahwa ia lah yang kini berdakwah di keluarga saya. Tanpa diduga, inilah jawaban dari do’a selama ini. Yakinlah, Allah mendengar dan mengijabah do’a kita selama itu sesuatu yang baik. Yakinlah, ketika kita tak mampu menjaga yang di rumah,  Allah pasti memberi pengganti terbaik untuk “membina” mereka.
 Membina  adalah hal kecil yang bisa saya bagi di masa muda ini dan ingin saya pertahankan. Selain itu saya ingin melihat generasi-generasi yang hebat setelah saya. Seperti firman Allah.. kita semua pasti tidak ingin meninggalkan generasi yang lemah sesudah kita, bukan? :)
Q.S. Annisa (4) ayat 9 :
 ”Dan Hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”
 Kalau kata temanya Dauroh Mentor FBS 2012: "Semangat Membina, Lahirkan Generasi Rabbani!"
Terimakasih untuk mereka yang masih bertahan..
Fanny, Ivo, Sukma, Alifah, Dwita, Devi, Virgi, Age, Ulfi, Diah, Salsa, Zizi, Dewi, Nur, dan Shella.
Semoga Allah senantiasa mengikat hati kita dalam lingkaranNya. :)
 
Posted by  
 

No comments:

Post a Comment